Volix
ExclusiveMoviesagensi rumah tanggaenzy storiaafgannaya aninditaalmira bastarifilm indonesia

5 Fakta Film Agensi Rumah Tangga, dari Novel Almira Bastari sampai Puncak Box Office

Iqbal Baskari·
5 Fakta Film Agensi Rumah Tangga, dari Novel Almira Bastari sampai Puncak Box Office
Via Starvision

Agensi Rumah Tangga baru lima hari tayang, tetapi angkanya sudah bicara: 109,110 penonton pada hari pertama dan posisi puncak box office Indonesia di akhir pekan pertamanya.

Film arahan Naya Anindita ini mempertemukan Enzy Storia dan Afgan dalam komedi tentang perempuan yang kehilangan pekerjaan lalu membuka agensi penyalur asisten rumah tangga, diangkat dari novel Almira Bastari.

Volix berkesempatan berbincang dengan para pemainnya, dan berikut lima fakta yang merangkum perjalanan film ini sejak masuk bioskop pada 10 September 2026:

1. adaptasi Novel yang Baru Berumur Dua Tahun

Novel Agensi Rumah Tangga terbit pada 2024 lewat lini Metropop Gramedia Pustaka Utama, setebal 272 halaman. Tokohnya Katia Asmaranto, mantan karyawan startup yang terkena pemutusan hubungan kerja saat cicilan KPR masih berjalan, sementara ibunya, seorang pensiunan PNS, terus mendesaknya mendaftar jadi pegawai negeri. Alih-alih menurut, Katia mengubah rumahnya menjadi agensi penyalur asisten rumah tangga.

Ini adaptasi kedua dari novelnya dalam dua tahun setelah Home Sweet Loan (2024), dan kali ini naskahnya digarap Upi bersama Ayu Anggraini Putri untuk Starvision Plus, Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros.

2. Enzy, Afgan, dan Rekor Tujuh Komika Perempuan

Enzy Storia memerankan Katia, sementara Afgan menjadi Kafka, penyanyi terkenal yang menjadi klien agensinya. Di sekeliling mereka ada Unique Priscilla sebagai Titin, ibu Katia, lalu Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, Tike Priatnakusumah, dan Lulu Tobing.

Via VOLIX

"Aku sebagai penyalur pembantu yang dapet klien artis (yang aku idolakan parah), gimana aku bisa se-profesional mungkin memberikan yang terbaik buat klien, tapi mengidolakannya banget," kata Enzy seputar hubungan karakter Katia dengan Kafka.

Afgan menambahkan bahwa Kafka adalah pelengkap perjalanan emosional karakter Katia. Ia menilai bahwa sosok Katia itu berbeda dari kebanyakan orang lain di hidup Kafka sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

"Pas nonton filmnya, kalian bisa lihat Kafka itu admire Katia juga. Karena Katia satu sosok yang beda di hidupnya Kafka, karena banyak yang omdo di hidupnya Kafka. Dia selalu konsisten dengan apa yang dia omongin. Itulah apa yang Kafka admire dari Katia."

Sementara itu, para asisten rumah tangga diperankan tujuh komika perempuan sekaligus, yaitu Ummi Quary, Musdalifah Basri, Neneng Wulandari, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Nury Zhafira, dan Mega Salsabila, yang diklaim produser Chand Parwez Servia sebagai yang pertama di film Indonesia.

Buat yang jeli: Ardit adalah Arga di Tunggu Aku Sukses Nanti dan Yunita adalah Kaluna di Home Sweet Loan, dua tokoh dari film Naya dan novel Almira sebelumnya yang kini bertemu dengan peran baru.

3. Afgan ISI Lagu, Dinyanyikan sebagai Kafka

Kemunculan Afgan dalam Agensi Rumah Tangga bertepatan dengan tahun ke-18 kariernya di musik. Ia juga membawa lagu tema Langit Merah Muda, yang dirilis pada 28 Agustus dan ditulisnya bersama Rendy Pandugo dan Mohammed Kamga, dengan Rendy sebagai produser.

Via Starvision

Yang membuatnya berbeda dari lagu tema biasa: lagu itu dinyanyikan dari sudut pandang Kafka, tokoh yang ia perankan sendiri, sehingga di dalam film ia bekerja sebagai suara Kafka, bukan komentar dari luar cerita. Lagu ini diputar di salah satu adegan penutup di filmnya untuk memberi sentuhan manis buat perjalanan karakter Katia dan Kafka.

4. 109,110 Penonton di Hari Pertama

Setelah tayang lebih dulu di 16 kota pada 5 dan 6 September, film ini mencatat 109,110 penonton pada hari pertama, menjadikannya film Indonesia kesembilan tahun ini yang menembus 100,000 penonton di hari pembukaan. Sampai akhir pekan pertamanya, angkanya mencapai 427,682 penonton dan menempatkannya di puncak box office Indonesia, menggeser Munafik: Melawan Iblis.

Buat Naya Anindita, ini ujian baru. Dua film sebelumnya, Komang dan Tunggu Aku Sukses Nanti, sama-sama bemain di wilayah sekitar tiga juta penonton dengan bantuan libur Lebaran, dan Agensi Rumah Tangga adalah film pertamanya yang harus bertarung di luar musim itu. Namun hal tersebut tampaknya semakin jelas melihat bahwa pekan akhir pembuka Agensi Rumah Tangga menjadi yang terbesar sepanjang karir penyutradaraan Naya.

5. Pesan yang Ingin Disampaikan

Via Starvision

Komedinya liar, meminjam istilah produsernya, tetapi ada dua lapisan pesan di bawahnya. Pertama soal asisten rumah tangga, yang menurut Naya kerap diperlakukan seperti fasilitas di dalam rumah, bukan sebagai orang, dan film ini ingin memantik pembicaraan agar mereka diperlakukan setara.

"Ketika saya bikin ini, motivasi saya adalah semoga ini bisa jadi sebuah penyegar buat teman-teman yang butuh hiburan di tengah kehebohan duniawi ini. Tapi di sisi lain, saya juga berharap buat para perempuan pejuang di luar sana untuk bisa memberikan kehidupan yang lebih baik buat keluarganya di kampung atau di kota lain. Juga buat perempuan-perempuan yang punya tujuan yang sama, yaitu meninggalkan keluarganya untuk mensejahterakan mereka Semoga ini bisa menjadi inspirasi buat perempuan-perempuan di Indonesia," jelas Naya dalam salah satu konferensi pers film menjelang perilsan.

Selain itu ada juga pembahasan soal generasi muda yang kehilangan pekerjaan di awal karier, dengan cicilan yang tidak ikut berhenti dan orang tua yang punya definisi sukses sendiri. Katia bukan pahlawan, melainkan orang yang terpaksa kreatif, dan justru di situ film ini jadi terasa semakin dekat.

Baca Juga