FFI 2026 Resmi Digelar: Morgan Oey dan Nirina Zubir Jadi Duta, Usung Tema 'Askala'

Festival Film Indonesia (FFI) siap kembali digelar tahun ini. Komite FFI 2026 yang kembali dikepalai oleh Ario Bayu dan Prilly Latuconsina bersama dukungan Badan Perfilman Indonesia (BPI) telah menunjuk dua nama sebagai pasangan duta FFI tahun ini: Morgan Oey dan Nirina Zubir.
Dengan tema besar barunya yaitu "Askala Karya Sinema Indonesia", FFI 2026 ingin merayakan semangat para sineas Tanah Air yang terus berkarya agar sinema selalu menemukan cahayanya selama bergenerasi. Kedua duta yang telah ditunjuk tersebut juga akan berperan dalam mensosialisasikan FFI tahun ini lewat program-program yang telah disiapkan komite untuk masyarakat luas. Nantinya, ini semua akan berujung pada malam anugerah yang tanggalnya kini masih dirahasiakan.
Berikut merupakan beberapa fakta terbaru tentang FFI 2026:
1. Cahaya Sinema
Tema besar baru FFI 2026, "Askala Karya Sinema Indonesia", ingin menggambarkan medium sinema sebagai cahaya yang selalu menemukan arah jalannya kapanpun dan di manapun. Seperti cahaya yang begitu penting dalam pembuatan sebuah film, secara metaforis tema ini cocok pula untuk menggambarkan pentingnya sinema untuk sejarah Indonesia.

Tema Askala Karya Sinema Indonesia mengingatkan masyarakat akan peran film yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, namun juga menjadi medium yang menyimpan ingatan kolektif, gagasan, budaya, serta identitas bangsa.
2. Perubahan-Perubahan Aturan
Edisi baru maka ditetapkan pula sejumlah aturan baru untuk karya-karya yang diperlombakan tahun ini. Seperti yang diumumkan oleh Budi Irawanto selaku Ketua Bidang Penjurian Festival Film Indonesia saat digelarnya Konferensi Pers di kawasan Sudirman pada Kamis, 18 Juni 2026. Berikut merupakan poin-poin perubahannya:
- Film yang boleh mendaftar adalah film yang diproduksi oleh perorangan atau badan hukum Indonesia lainnya, baik itu diproduksi sendiri atau kerjasama, atau berkolaborasi, atau melakukan co-produksi dengan perusahaan atau badan hukum Indonesia atau badan hukum asing.
- Film yang dapat berkompetisi di ajang FFI adalah film yang ditayangkan kepada publik. Penayangannya bisa dilakukan di bioskop, platform streaming, atau festival-festival film yang diselenggarakan di Indonesia. Adapun kurun waktu perilisan filmnya yaitu sepanjang September 2025-Agustus 2026.
- Para sineas yang ingin mendaftar wajib menyertakan bukti hak cipta dari film yang didaftarkan. Hal itu bertujuan untuk memperjelas posisi kepemilikan film dan untuk edukasi seputar kepemilikan kekayaan intelektual (IP).
- Kategori Pencipta Lagu Tema Terbaik diubah menjadi Pencipta Lagu Tema Asli Terbaik. Tujuannya untuk mendorong dan mengapresiasi pencipta lagu yang khusus membuat karyanya untuk film bersangkutan, bukan yang sebelumnya telah dibuat untuk tujuan lainnya.
3. Program-Program Baru
Di bulan-bulan menjelang malam anugerah, komite FFI akan menghadirkan deretan program yang dibuat agar masyarakat bisa menjadi lebih dekat dengan karya-karya yang diperlombakan tahun ini. Dengan begitu, mereka bisa lebih berperan dalam menilai mana yang terbaik di antara karya-karya tersebut. Dua di antaranya yaitu:
- Masterclass FFI (Video edukasi bagi para para sineas muda/mahasiswa yang akan tayang di platform digital FFI)
- Nomination Week (Screening publik film-film yang masuk nominasi)
4. Morgan dan Nirina Sebagai Duta
Menyusul jejak Ringgo Agus Rahman dan Sheila Dara, tahun ini posisi Duta FFI resmi diserahkan kepada pasangan Morgan Oey dan Nirina Zubir. Keduanya memiliki masa pengalaman yang berbeda di industri perfilman Indonesia, namun hal tersebut tidak menghentikan mereka untuk menjadi wajah sinema Tanah Air lewat kontribusinya masing-masing.
Nirina Zubir sudah lama menemani penonton Indonesia lewat film-film ikonik seperti Heart (2006), Kamulah Satu-Satunya (2007), Keluarga Cemara (2019), dan Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film (2023).
Sementara itu, Morgan Oey terjun ke dunia perfilman selepas memenangkan hati anak-anak muda lewat kiprahnya di boyband SM*SH. Film-film yang ia telah bintangi meliputi Sweet 20 (2017), The Night Comes for Us (2018), Pengepungan di Bukit Duri (2025), dan Ghost in the Cell (2026).

Dengan semangat baru dan duta-duta baru yang siap untuk menjadi pengawal menuju malam anugerah, FFI 2026 diharapkan dapat menjadi edisi yang paling terbuka dan inklusif kepada masyarakat luas. Posisi industri perfilman Tanah Air berada di puncaknya selama beberapa tahun belakangan, dan FFI siap kembali menjadi wadah apresiasi tertinggi bagi semua yang telah berkontribusi dalam hal tersebut.
Pendaftaran telah dibuka mulai hari ini (18/6) hingga 31 Agustus mendatang untuk kategori Film Cerita Panjang, Film Non Cerita Panjang dan Kritik Film. Pendaftarannya dilakukan melalui http://festivalfilm.id/pendaftaran-film.



