Spesies Kucing Baru Ditemukan di Bolivia Setelah 103 Tahun: Fakta Kucing Tilcayo yang Sempat Dikira Anak Kucing Rumahan

Sekitar satu dekade lalu, seorang warga di kawasan Nor Yungas, Bolivia, memungut seekor anak kucing dan membesarkannya di rumah dengan menu mi, nasi, dan telur. Pekan ini, kucing itu resmi tercatat sebagai spesies kucing baru.
Dalam makalah yang terbit di jurnal Current Biology pada Kamis, 17 September 2026, tim ilmuwan dari tujuh negara mendeskripsikan Leopardus tilcayo, alias kucing tilcayo, kucing kecil dari hutan awan Yungas di lereng timur Andes, sebagai spesies kucing hidup pertama yang dideskripsikan secara formal sejak 1923.
Ukurannya lebih kecil dari kucing rumahan, bulunya cokelat muda dengan roset besar, dan sejauh ini hanya diketahui hidup di Bolivia.
Dikira Kucing Rumahan, Berakhir di Suaka Satwa
Ceritanya bermula sekitar 2015. Keluarga yang memungut anak kucing itu mengira ia kucing biasa, sampai setelah kurang lebih setahun perilakunya makin liar dan mulai mengejar ayam tetangga.
Mereka lalu menyerahkannya ke suaka satwa Senda Verde di Yungas. Di sanalah Paola Nogales-Ascarrunz, ahli biologi Bolivia yang kini menjadi National Geographic Explorer, pertama kali memotretnya sebagai sukarelawan pada 2016 dan awalnya menganggapnya kucing macan biasa, Leopardus tigrinus.

Keraguan baru muncul pada 2019, ketika ia menyiapkan materi fauna Bolivia dan menyadari pola totol serta ekornya tidak cocok dengan spesies mana pun. Penelitian genetik dimulai 2021, dan hasilnya keluar pekan ini. Kucing jantan itu, yang kini berusia sekitar 10 tahun dan dipanggil Tigrino, menjadi spesimen tipe spesies baru ini. Seekor betina lain sempat diselamatkan dan dilepasliarkan, dan hanya dua individu hidup inilah yang menjadi dasar deskripsinya.
Satu Kucing Macan Ternyata Lima Spesies
Tim yang dipimpin Nogales-Ascarrunz bersama Jonas Lescroart dari University of Antwerp dan Eduardo Eizirik dari Brasil mengurutkan genom utuh 38 kucing genus Leopardus dari Amerika Selatan dan Tengah, termasuk delapan spesimen museum di Eropa dan Amerika Serikat.
Hasilnya, kelompok kucing macan yang selama ini dianggap satu atau dua spesies ternyata lima: L. tigrinus, L. guttulus, L. emiliae, L. pardinoides, dan L. tilcayo, ditambah satu subspesies baru dari Peru, L. tigrinus antisuyo. Garis keturunan spesies kucing baru ini terpisah dari kerabatnya sekitar 1,4 juta tahun lalu.
"Bahkan di kelompok yang sangat terpelajari seperti keluarga kucing, ternyata masih ada keragaman yang tersembunyi," kata Lescroart.
Fun Facts Kucing Tilcayo

1. Lebih kecil dari kucing rumahan: panjang tubuh 42,5 sampai 50,5 cm, ekor sekitar 25 cm, dan bobot 1,4 sampai 2 kg.
2. Nama "tilcayo" diambil dari sebutan warga Yungas yang diwariskan turun-temurun, bukan dari bahasa Spanyol maupun Quechua, dan artinya sudah hilang di perjalanan.
3. Spesies kucing hidup terakhir yang dideskripsikan sebelumnya adalah kucing pampas pada 1923, artinya jeda 103 tahun.
4. Rekaman kamera jebak menunjukkan ia lebih aktif pada malam hari, dan analisis kotorannya menemukan menu utama berupa tikus kecil.
5. Wajahnya "mengerut" dengan telinga bulat pendek dan kumis panjang, sementara rosetnya lebih besar dan ekornya lebih panjang serta tebal dibanding L. tigrinus.
6. Lokasi tipenya berada di dekat Arapata, Nor Yungas, pada ketinggian 1,570 meter, di zona peralihan antara pegunungan tinggi dan cekungan Amazon.
7. Ia termasuk spesies kriptik: secara kasat mata nyaris identik dengan kerabatnya, sehingga hanya DNA yang bisa membedakannya.
8. Pecahan tengkorak dari Guyana di koleksi museum ikut dianalisis dan menghasilkan data genetik pertama dari lokasi tipe asli L. tigrinus.
Belum Sempat Dinilai, Sudah Terancam
Status konservasi tilcayo belum dinilai IUCN, sementara kerabatnya L. tigrinus dan L. guttulus sudah berstatus rentan. Studi yang sama mencatat hampir semua garis keturunan kucing macan mengalami penurunan populasi jangka panjang, sebagian lebih dari 60 persen, dan tim sudah membagikan temuannya ke IUCN menjelang penilaian ulang kucing macan.
Ancamannya adalah deforestasi, tambang emas yang merangsek ke kawasan lindung, perburuan, dan penyakit dari hewan domestik. Bolivia sendiri dilaporkan kehilangan sekitar 1,8 juta hektare hutan asli sepanjang 2024.
"Kami masih belum tahu ada berapa banyak," kata Nogales-Ascarrunz, yang kini memasang kamera jebak di hutan Yungas untuk mencari spesies kucing baru ini di alam liar.







