WCCE 2026 Jadi Edisi Terbesar, Lahirkan Dokumen Jakarta Vision yang Akan Dibawa ke PBB

The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) resmi ditutup Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Selama tiga hari di Hotel Indonesia Kempinski, konferensi bertema "Inclusively Creative: Collective Continuity" ini mempertemukan perwakilan lebih dari 82 negara dan tujuh organisasi internasional. Hasil utamanya adalah Jakarta Vision on Creative Economy, dokumen arah kerja sama ekonomi kreatif global yang akan dibawa ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Rangkaian WCCE 2026 berlanjut lewat Creativillage di kawasan SCBD hingga 25 Oktober. Dalam siaran persnya, penyelenggara menyebut edisi kelima ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah WCCE. Berikut sorotan utamanya:
Sorotan WCCE 2026

Rekor Kepala Delegasi Terbanyak
Riefky mencatat konferensi ini dihadiri 38 kepala delegasi, 183 pembicara dan moderator, serta 7,639 peserta.
“Kita baru saja menutup secara resmi World Conference on Creative Economy yang kelima. Jadi setelah tiga hari penyelenggaraan di Jakarta, dan menjadi penyelenggaraan terbesar dengan keterwakilan Head of Delegation terbanyak sepanjang sejarah WCCE,” ujarnya.
Jika digabung dengan seluruh pengunjung Creativillage hingga hari terakhir, penyelenggara mencatat total lebih dari 225,000 partisipan dan pengunjung.
Jakarta Vision on Creative Economy
Dokumen ini disusun lewat konsultasi sejak April yang melibatkan peserta dari 42 negara. Isinya memuat empat prioritas, yaitu akses teknologi dan infrastruktur digital, kolaborasi kreator yang berkelanjutan, perlindungan kekayaan intelektual, serta remunerasi yang adil disertai perluasan akses pembiayaan dan investasi.
Indonesia bersama negara mitra akan mendorong dokumen ini ke Majelis Umum PBB. “Harapannya ekonomi kreatif semakin mendapat posisi strategis dalam agenda pembangunan global pasca SDGs 2030,” kata Riefky.
Tiga Inisiatif Baru
Kementerian Ekonomi Kreatif juga meluncurkan tiga program.
Pertama, Creative Economy Data Model bersama Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO). Kedua, laporan Indonesia Creative Economy Outlook 2026-2027 bersama Katadata. Ketiga, Creative Economy Academy bersama Indonesia Creative Cities Network (ICCN), asosiasi, dan lembaga sertifikasi profesi, yang didukung kerja sama dengan 30 perguruan tinggi.
Creativillage, Konferensi yang Tidak Terpusat
Berbeda dari konferensi internasional pada umumnya, WCCE 2026 menyebar kegiatannya ke tiga titik di SCBD yang terbuka untuk publik.
Village One di Ashta District 8 menampilkan desain, kriya, dan fesyen, dengan keterlibatan Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), serta desainer seperti Poppy Dharsono dan Wilsen Willim.
Village Two di MGP Space berfokus pada teknologi dan hiburan, menghadirkan Apple Academy, WIPO, Visinema, Tencent, hingga Shopee. Penyelenggara menyebut lebih dari 200 kolaborator terlibat dari unsur pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, media, dan agregator.
“Ketika cahaya-cahaya ini bersatu, semuanya akan menjadi mercusuar yang menerangi jalan menuju dunia yang lebih baik,” kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.
WCCE Weekland di SCBD Park
Village Three hadir lewat WCCE Weekland pada 24 sampai 25 Oktober, bertepatan dengan Hari Ekonomi Kreatif Nasional yang diperingati setiap 24 Oktober.
Sebanyak 88 merek lokal mengisi bazar kreatif, instalasi seni, pertunjukan musik, dan sajian kuliner. Bagi pelaku usaha kecil, ajang ini menjadi kesempatan bertemu pembeli baru.
“Kalau mengikuti bazar seperti ini, pengunjungnya biasanya lebih ramai dibandingkan saat berjualan sehari-hari di mal,” kata Ela dari Sewish and Rich, jenama kerajinan berbahan limbah kain.
Rangkaian Creativillage ditutup dengan doa bersama dan konser Marbles, SEEN, dan Moluccan Soul.


Dari Bali 2018 ke Glasgow 2028
WCCE adalah inisiatif Indonesia. Edisi perdananya digelar di Bali pada 2018 dan turut melahirkan resolusi PBB tentang Tahun Internasional Ekonomi Kreatif 2021.
Konferensi ini kemudian berlanjut ke Dubai pada 2021, kembali ke Bali pada 2022 dengan hasil Bali Roadmap for Global Recovery, lalu ke Tashkent, Uzbekistan, pada 2024. Edisi keenam akan digelar di Glasgow, Skotlandia, Britania Raya, pada 2028.
“Kami sangat senang dan terhormat menjadi tuan rumah WCCE berikutnya di Glasgow, Inggris, pada 2028,” kata Summer Xia dari British Council.
Bagi Indonesia, momentum ini penting karena ekonomi kreatif menyumbang sekitar 7,38% PDB nasional dan menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja.




