Red Sprite di Langit Corsica: Kilatan Merah Langka yang Bikin Langit Mirip Upside Down di Stranger Things

Langit di atas desa Montemaggiore, Corsica, Prancis, sekilas tampak seperti adegan dari Stranger Things. Kilatan merah berbentuk ubur-ubur dengan tentakel panjang menjulang tepat di atas atap rumah warga.
Foto itu diambil fotografer Prancis Florian Riou pada malam 16 sampai 17 September 2026 dan viral sejak awal Oktober. Yang terekam adalah red sprite, kilatan listrik langka di atmosfer atas yang hanya bertahan beberapa milidetik.
Menariknya, badai yang memicunya berada ratusan kilometer jauhnya, di sekitar Barcelona, Spanyol. Berikut cerita di balik foto itu dan penjelasan fenomenanya.
Diburu dari Jarak Ratusan Kilometer
Foto itu bukan hasil kebetulan. Riou memantau prakiraan badai di lepas pantai Spanyol, lalu menghitung sudut pandang agar desa kecil di dekat Calvi itu berada tepat di bawah kilatan yang mungkin muncul.

Badai yang ia incar berjarak sekitar 500 sampai 700 kilometer. Memotret red sprite membutuhkan langit yang bersih ke arah badai dan polusi cahaya seminim mungkin, karena cahaya kota maupun bulan bisa menenggelamkan kilatan yang redup itu.
Riou tidak sendirian. Dalam laporan terpisah, Yohan Laurito, pendiri komunitas prakiraan cuaca Meteo-Varoise, menangkap dua red sprite sekaligus di atas wilayah Var, dekat Brignoles, sesaat sebelum pukul 03.00 waktu setempat. Kilatan itu dipicu badai yang terbentuk di antara Kepulauan Balearic dan Katalonia.
Apa Itu Red Sprite?
Red sprite termasuk kelompok fenomena yang disebut transient luminous event, yaitu kilatan cahaya singkat di atmosfer atas. Jika petir biasa menyambar dari awan ke tanah, red sprite justru muncul di ketinggian sekitar 50 sampai 90 kilometer, di lapisan mesosfer, jauh di atas puncak awan badai.
Pemicunya biasanya sambaran petir positif yang sangat kuat dari awan ke tanah. Sambaran itu mengubah medan listrik di atas badai, mempercepat elektron di udara yang sangat tipis, lalu membuat molekul nitrogen berpendar. Pendaran nitrogen pada tekanan rendah itulah yang memberi warna merah.
Bentuknya beragam, dari tiang vertikal hingga ubur-ubur dengan tentakel, dan semuanya hilang dalam hitungan milidetik, sehingga hampir mustahil dilihat dengan mata telanjang. Karena muncul sangat tinggi, red sprite justru bisa terekam dari jarak beberapa ratus kilometer, asalkan langit di antaranya bersih.
Baru Terbukti pada 1989
Selama puluhan tahun, pilot melaporkan kilatan aneh di atas badai, namun laporan itu kerap diabaikan. Bukti foto pertamanya baru didapat pada 1989, secara tidak sengaja, ketika tim peneliti University of Minnesota menguji kamera cahaya rendah.
Nama "sprite" kemudian dipilih ilmuwan Davis Sentman dari University of Alaska Fairbanks, terinspirasi peri dalam A Midsummer Night's Dream karya Shakespeare. Sejak itu, red sprite dipelajari dari darat, pesawat, hingga Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Kini, NASA bahkan punya proyek sains warga bernama Spritacular yang mengumpulkan foto red sprite dari fotografer di seluruh dunia.
Kenapa Mirip Stranger Things?

Di Stranger Things, langit dimensi Upside Down kerap dipenuhi kilatan petir merah, dan bentuk red sprite yang bercabang seperti tentakel membuat perbandingan itu sulit dihindari.
Ini juga bukan kali pertama red sprite disandingkan dengan serial tersebut. Pada Desember 2025, ketika red sprite terekam di langit Santa Catarina, Brasil, akun Netflix Brasil ikut menanggapi dengan menyinggung Stranger Things. Bedanya, red sprite adalah fenomena alam yang nyata dan terjadi puluhan kilometer di atas awan, jauh dari permukaan tanah.




