Profil Naya Anindita, Sutradara Agensi Rumah Tangga yang Dulu Bikin Konten Jalan-Jalan

Agensi Rumah Tangga baru masuk bioskop pada 10 September 2026, dan bagi Naya Anindita ini film ketiganya dalam waktu sekitar satu setengah tahun.
Sebelumnya ada Komang, film Lebaran 2025 yang menembus tiga juta penonton, lalu Tunggu Aku Sukses Nanti, film Lebaran 2026 yang berhenti di angka hampir sama. Di antara keduanya, ia memenangi Sutradara Film Indonesia Terpuji di Festival Film Bandung. Ritme seperti itu jarang dimiliki sutradara Indonesia mana pun, apalagi yang satu dekade lalu masih lebih dikenal sebagai pembawa acara perjalanan di YouTube.
Berikut rekam jejaknya:
Dari Mata Najwa dan Jalan-Jalan Men ke Kursi Sutradara
Naya Anindita lahir di Bandung pada 9 November 1988. Ia menempuh pendidikan komunikasi massa di Limkokwing University of Creative Technology, lalu melanjutkan ke Curtin University dengan peminatan film, televisi, dan periklanan.
Jalur awalnya bukan langsung ke film panjang. Ia sempat menjadi staf produksi program Mata Najwa di Metro TV, magang sebagai asisten produksi di Channel V, bekerja sebagai asisten sutradara sekaligus penata rias di film Euphoria pada 2011, dan sempat pula menjadi asisten art director di agensi iklan Dentsu.

Namanya justru pertama dikenal luas dari depan kamera. Sepanjang 2012 sampai 2019, ia menjadi pembawa acara web series perjalanan Jalan-Jalan Men, dan bagi banyak penonton generasi itu, Naya adalah wajah acara tersebut sebelum menjadi nama di balik layar.
Filmografi sebagai Sutradara
1. Anna & Ballerina (2013, film pendek)
2. Sundul Gan: The Story of Kaskus (2016)
3. Berangkat! (2017)
4. Eggnoid: Cinta & Portal Waktu (2019)
5. Imperfect the Series (2021 sampai 2023, WeTV)
6. Kalau Jodoh Takkan ke Mana musim kedua (2023, YouTube)
7. Komang (2025)
8. Tunggu Aku Sukses Nanti (2026)
9. Agensi Rumah Tangga (2026)
Debut yang Sepi, Lalu Imperfect
Film pendeknya, Anna & Ballerina pada 2013, membuatnya masuk nominasi Piala Iqbal Rais untuk Sutradara Muda Film Pendek di Piala Maya 2014. Debut film panjangnya datang tiga tahun kemudian lewat Sundul Gan: The Story of Kaskus (2016), biopik tentang Andrew Darwis dan Ken Dean Lawadinata membangun forum Kaskus, yang dibintangi Albert Halim dan Dion Wiyoko. Setelah itu ia menggarap Berangkat! (2017), road movie ke Kawah Ijen dan Bali bersama Ringgo Agus Rahman dan Ayushita, lalu Eggnoid: Cinta & Portal Waktu (2019), adaptasi Webtoon yang naskahnya ikut ia tulis.
Titik baliknya terjadi pada 2021, ketika Ernest Prakasa menunjuknya menyutradarai Imperfect the Series di WeTV. Serial spin-off itu berjalan sampai 2023 dan memperkenalkan cara Naya menangani komedi ansambel dengan tokoh-tokoh yang terasa dekat, sesuatu yang kelak menjadi tanda tangannya.
Komang, Tahun yang Mengubah Segalanya

Komang rilis pada 31 Maret 2025 sebagai film Lebaran, diangkat dari kisah nyata Raim Laode dan Komang, dengan Aurora Ribero, Kiesha Alvaro, dan Cut Mini di depan kamera. Hasilnya 3,002,303 penonton, menjadikannya film Indonesia terlaris keempat sepanjang 2025 dan film pertama Naya Anindita yang menembus angka sebesar itu.
Di Festival Film Bandung 2025, ia dinobatkan sebagai Sutradara Film Indonesia Terpuji, sementara Aurora Ribero memenangi kategori pemeran pendukung. Saat menerima piala, Naya menyebut penghargaan itu untuk semua yang terlibat, karena menurutnya film adalah kerja kolaboratif antara pemain dan kru.
Dua Film Lebaran, Satu Benang Merah
Tunggu Aku Sukses Nanti rilis 18 Maret sebagai film Lebaran 2026, kali ini dengan naskah yang ia tulis sendiri. Ceritanya mengikuti Arga, diperankan Ardit Erwandha, yang tiga tahun menganggur dan terus jadi bahan cibiran keluarga besar. Film ini menjadi film Lebaran kedua yang menembus satu juta penonton setelah Danur: The Last Chapter, dan mencapai 2,900,040 penonton pada hari ke-26 penayangan.
Enam bulan kemudian datang Agensi Rumah Tangga, tentang Katia yang kehilangan pekerjaan lalu membuka agensi asisten rumah tangga. Jika ditaruh berdampingan, benang merahnya terlihat: orang biasa yang terjepit tekanan ekonomi, dibungkus komedi yang tidak meremehkan mereka. Ardit Erwandha dan Lulu Tobing pun tampil di kedua film, begitu juga Neneng Wulandari yang sudah bersamanya sejak Imperfect the Series. Naya Anindita tampaknya sedang membangun sesuatu yang lebih dari sekadar satu film laris.





