Volix
Celebritysherina munafkarhutlakalimantan tengahpawerful voicesbos foundation

Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalteng, Bukan Sekadar Kirim Donasi

Iqbal Baskari·
Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalteng, Bukan Sekadar Kirim Donasi (1)Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalteng, Bukan Sekadar Kirim Donasi (2)
Via IG/sherinamunaf, ANTARA FOTO/Auliya Rahman/kye

Sherina Munaf berada di Kalimantan Tengah sejak 31 Agustus 2026, dan bukan sebagai tamu.

Pada Rabu, 2 September, penyanyi sekaligus aktivis lingkungan itu ikut turun memadamkan titik api kebakaran hutan dan lahan bersama mahasiswa Universitas Palangka Raya, di lokasi yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari Gedung Fakultas MIPA kampus tersebut.

Sherina memanggul selang pemadam di tengah asap tebal, ikut mengoordinasikan logistik, dan menentukan lokasi prioritas pemadaman bersama tim gabungan. Di saat bersamaan, gerakan yang ia bawa, Pawerful Voices, membuka penggalangan dana untuk petugas dan relawan yang bertahan di lapangan.

Bekerja Bersama Mahasiswa dan Tim Gabungan

Sherina tidak datang sendiri. Ia bergerak bersama Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation dan berkoordinasi dengan BKSDA Kalimantan Tengah, Damkar Dinas Kehutanan, serta KPHP Kahayan Tengah. Titik api yang mereka tangani tersebar di beberapa lokasi, termasuk lahan gambut di Taman Wisata Alam Galeget Tiawu, kawasan Hiu Putih, dan Bukit Rawi.

Via IG/sherinamunaf, pawerfulvoices

Perannya tidak berhenti di garis api. Begitu tiba, Sherina Munaf lebih dulu menemui pihak Dinas Kehutanan dan BKSDA Kalimantan Tengah untuk membantu mengoordinasikan logistik sekaligus menentukan lokasi mana yang perlu didahulukan.

Dalam penerbangan pulang, ia sempat memantau titik bara yang masih menyala di sepanjang jalan lingkar luar, dan mencatat bahwa angin kencang bisa dengan cepat membesarkan api kecil.

“Aku sangat senang bersama para mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Palangka Raya,” ujarnya. Di kesempatan lain ia menegaskan alasannya berada di sana. “Biodiversitas Kalimantan itu luar biasa. Itu adalah paru-paru kita semua.”

Asapnya Terasa sampai ke Dalam Kabin Pesawat

Cerita yang paling menggambarkan kondisi lapangan justru datang dari perjalanannya sendiri. Penerbangannya menuju Palangka Raya sempat tertunda karena jarak pandang tertutup asap tebal. “Bau asap itu sampai masuk ke dalam pesawat. Aku langsung otomatis pakai masker,” katanya.

Ia juga menyaksikan sendiri karakter kebakaran di lahan gambut, yang api bawah tanahnya tetap menyala meski permukaannya sudah tampak padam. Api gambut menjalar di bawah permukaan melalui lapisan bahan organik yang mengering, sehingga penyiraman dari atas sering kali hanya menyelesaikan sebagian masalah. Titik api di Taman Wisata Alam Galeget Tiawu, misalnya, membutuhkan delapan hari berturut-turut untuk benar-benar dijinakkan. “Ngerasain sendiri betapa lelahnya, betapa kadang merasa powerless-nya,” ujar Sherina.

Donasinya Diarahkan ke Peralatan dan Satwa

Pawerful Voices sendiri bukan gerakan dadakan. Program itu lebih dulu berdiri sebagai wadah isu kesejahteraan hewan bersama Makna Talks, dan kini dipakai untuk merespons karhutla.

Penggalangan dananya dibuka lewat laman kitabisa.com/PawerfulUntukKarhutla. Dananya diarahkan ke peralatan pemadam dan alat pelindung diri, mobilisasi dan logistik, patroli, pemantauan, pembuatan sekat bakar, hingga penanganan, rehabilitasi, evakuasi, dan relokasi satwa yang terdampak.

Via IG/pawerfulvoices

Orangutan menjadi alasan yang paling sering ia sebut. Kalimantan adalah habitat utama satwa tersebut, dan asap pekat berdampak langsung pada pernapasan mereka, persis seperti pada manusia. Sherina juga menjadwalkan kunjungan ke pusat rehabilitasi BOS Foundation di Nyaru Menteng, yang menampung sekitar 200 orangutan, untuk menilai dampak paparan asap terhadap satwa di sana.

“Untuk saat ini aku fokuskan kepada pengumpulan donasi untuk membantu teman-teman pejuang lapangan,” katanya.

Kalteng Berstatus Tanggap Darurat sampai 29 September

Konteksnya memang berat. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menetapkan status tanggap darurat karhutla selama 30 hari, terhitung 31 Agustus sampai 29 September. Data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng per 31 Agustus mencatat 2.285 kejadian kebakaran dengan luas terbakar mencapai 6.587,84 hektare.

Kota Palangka Raya bahkan sudah lebih dulu memperpanjang status tanggap daruratnya, berlaku sampai 8 September. Sebagai gambaran skalanya, sepanjang 1 Januari sampai 28 Agustus tercatat 38.916 titik panas di provinsi tersebut. Menurut BMKG, musim kemarau panjang yang disertai El Nino diperkirakan masih berlanjut sepanjang bulan ini.

Sherina Munaf juga bukan satu-satunya figur publik yang bergerak. Sejumlah nama lain, termasuk Ferry Irwandi, ikut membuka penggalangan dana untuk Kalimantan dalam periode yang sama.

Baca Juga