Volix
Sportslaga perpisahan messilionel messitimnas argentinaargentina vs beninlionel scaloniestadio monumental

Laga Perpisahan Messi: Satu Gol, Dua Assist, dan Malam Terakhir Sang Kapten yang Monumental

Iqbal Baskari·
Laga Perpisahan Messi: Satu Gol, Dua Assist, dan Malam Terakhir Sang Kapten yang Monumental
Via IG/afaseleccion

Sulit membayangkan cara yang lebih rapi untuk menutup sebuah era. Lionel Messi memainkan laga terakhirnya bersama timnas Argentina pada Selasa malam waktu Buenos Aires, 6 Oktober 2026, atau Rabu pagi WIB, melawan Benin di Estadio Monumental.

Ia bermain penuh 90 menit, mencetak satu gol, memberikan dua assist, dan Argentina menang 3-0. Laga perpisahan Messi ini juga dikemas lebih dari sekadar pertandingan persahabatan, dengan konser sejak sore, kembang api, dan pidato perpisahan yang emosional.

Malam itu sekaligus menutup bab yang dimulai Messi saat debut bersama tim senior pada 2005. Berikut rangkumannya:

Jalannya Laga: Satu Gol, Dua Assist

Pertandingan sempat dihentikan pada menit ke-10, angka yang sama dengan nomor punggungnya, supaya lebih dari 85,000 penonton bisa memberikan penghormatan lewat tepuk tangan, nyanyian, dan kembang api.

Via IG/afaseleccion

Semua gol lahir di babak kedua. Nicolás Otamendi membuka skor pada menit ke-48 lewat sepakan voli dari tendangan sudut Messi. Nico Paz menggandakan keunggulan pada menit ke-61, lagi-lagi memanfaatkan umpan sang kapten. Messi kemudian menutup laga dengan gol penalti pada menit ke-71, setelah Agustín Giay dijatuhkan di kotak penalti. FotMob memberinya nilai 9,3 dan menobatkannya sebagai pemain terbaik pertandingan.

Malam yang Disiapkan seperti Festival

Bagi lebih dari 85,000 penonton, laga perpisahan Messi dimulai jauh sebelum kick-off. Menurut susunan acara yang dirilis sebelum laga, panggung di Monumental diisi musisi cumbia, cuarteto, dan folk Argentina sejak pukul 17.30 waktu setempat, sebelum lagu kebangsaan dibawakan Fabio Santana pada pukul 20.00. Pilihan genre itu sengaja diambil untuk mencerminkan identitas budaya tim.

Via IG/afaseleccion

Paruh waktu diisi gitaris Gaspar Benegas, sementara setelah peluit akhir stadion diterangi pertunjukan drone dan kembang api, dilanjutkan penampilan Soledad Pastorutti dan Ulises Bueno. Skuad juara Piala Dunia 2022 beserta keluarga mereka juga diundang khusus untuk malam itu.

Kata-Kata Terakhirnya

Seusai laga, Messi berbicara langsung kepada penonton. “Saya berjanji, jika itu tergantung pada saya, saya akan berada di sini seumur hidup. Karena bermain untuk Argentina adalah hal terindah yang bisa terjadi pada siapa pun,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih khusus kepada rekan setimnya. “Mereka membantu saya mewujudkan mimpi yang saya punya sejak kecil. Mereka membantu saya menjadi juara dunia,” ujarnya.

Pelatih Lionel Scaloni merangkum perasaan banyak orang dengan sederhana. “Timnas Argentina akan terus ada. Tetapi, kami akan merindukannya,” kata Scaloni.

Perpisahan yang Hampir Tidak Terjadi

Laga ini sebenarnya sempat diragukan. Messi mengumumkan pensiun dari timnas pada 31 Agustus, setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia.

Menurut laporan Gazzetta dello Sport, ia awalnya tidak terlalu antusias dengan gagasan laga penghormatan. Scaloni kemudian mengaku berjuang keras meyakinkannya, dengan dukungan Presiden AFA Claudio Tapia, supaya Messi bisa berpamitan langsung di depan publiknya sendiri. Sebelum laga, Scaloni sudah memperkirakan suasananya.

“Sejak dia melangkah masuk ke Monumental, ini akan menjadi hari yang tak terlupakan bagi semua orang,” katanya.

Angka-ANGKA yang Ditinggalkannya

Messi meninggalkan timnas sebagai pemegang rekor penampilan dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Argentina, dengan 208 laga dan 126 gol. Selama 21 tahun itu, ia mengantar Argentina menjuarai Copa América 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, dan Copa América 2024.

Kariernya sebagai pemain belum sepenuhnya selesai. Di usia 39 tahun, ia masih terikat kontrak bersama Inter Miami hingga 2028. Namun bagi Argentina, laga perpisahan Messi di Monumental menandai akhir dari satu bab terpanjang dalam sejarah sepak bola negara itu.

Via IG/afaseleccion

Baca Juga