Volix
sportsmessipiala dunia 2026argentinahattricksepak bolalionel messiworld cuprekor

Messi Cetak Hattrick Bersejarah, Argentina Tekuk Aljazair 3-0 di Piala Dunia 2026

Iqbal Baskari·
Messi Cetak Hattrick Bersejarah, Argentina Tekuk Aljazair 3-0 di Piala Dunia 2026
Via IG/leomessi

Lionel Messi kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Di usia 38 tahun, sang megabintang mencetak hattrick pertama sepanjang kariernya di ajang Piala Dunia, mengantar juara bertahan Argentina menekuk Aljazair dengan skor 3-0 di laga pembuka mereka.

Laga yang berlangsung di Kansas City pada Selasa, 16 Juni 2026 waktu setempat itu sekaligus menjadi panggung bagi Messi untuk mengukir sederet rekor baru, termasuk menyamai catatan gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Hattrick Bersejarah di Kansas City

Argentina yang tampil sebagai juara bertahan langsung menunjukkan ketajamannya saat membuka misi mempertahankan gelar. Messi sebenarnya sudah menjebol gawang Aljazair pada menit kedelapan, tetapi golnya dianulir karena offside. Namun, ketajamannya tidak bisa dibendung lebih lama. Kapten Argentina itu akhirnya resmi membuka keunggulan pada menit ke-17, sebelum menggandakannya pada menit ke-60, dan melengkapi hattrick-nya pada menit ke-76.

Salah satu golnya lahir dari aksi solo khas yang diakhiri sepakan keras kaki kirinya. Bahkan, salah satu gol tersebut bersarang ke gawang yang dikawal Luca Zidane, putra dari legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane. Di bawah asuhan pelatih Lionel Scaloni, kemenangan telak ini menjadi awal yang sempurna bagi Albiceleste.

Rentetan Rekor yang Dipecahkan

Via IG/leomessi

Penampilan gemilang ini membuat Messi semakin mengukuhkan namanya di buku rekor Piala Dunia. Yang paling istimewa, ini adalah hattrick pertama Messi sepanjang kariernya di ajang ini. Ketiga golnya membawa total torehannya menjadi 16 gol di Piala Dunia, menyamai rekor sepanjang masa milik legenda Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah turnamen.

Tidak hanya itu, laga ini juga menjadi penampilan keenamnya di Piala Dunia, menjadikan Messi pemain pertama yang tampil di enam edisi Piala Dunia yang berbeda. Ini sekaligus menjadi laga ke-200 baginya bersama timnas Argentina. Dengan torehan ini, Messi juga melampaui rekor kontribusi gol milik Pele yang sebelumnya berjumlah 21, kini menjadi 24 kontribusi, dan menjadi pemain tertua yang mencetak tiga gol dalam satu laga Piala Dunia. Menariknya, brace atau dua gol internasional pertama Messi pun dulu juga dicetak ke gawang Aljazair, sekitar 19 tahun lalu.

Messi Bermain Tanpa Beban

Banyak yang menilai Messi kini bermain dengan kebebasan penuh. Setelah menggapai impian terbesarnya dengan menjuarai Piala Dunia 2022, ia seolah tampil tanpa beban dan menikmati setiap momen di lapangan. Justru kondisi itulah yang membuatnya semakin berbahaya.

Aksinya pada hari itu pun seakan membayangi para bintang muda lain yang juga tampil gemilang. Beberapa jam sebelumnya, Kylian Mbappe mencetak dua gol saat Prancis mengalahkan Senegal 3-1, sementara Erling Haaland menyumbang dua gol untuk kemenangan Norwegia 4-1 atas Irak. Namun, sorotan utama tetap jatuh pada Messi. Penampilannya memukau publik Kansas City yang didominasi pendukung Argentina, dan langsung memantik reaksi kagum dari berbagai tokoh olahraga dunia, termasuk bintang NFL Patrick Mahomes yang turut menyaksikan langsung dari tribune.

Misi Argentina Mempertahankan Gelar

Via IG/leomessi

Kemenangan telak ini menjadi modal sekaligus pernyataan sikap yang kuat dari Argentina dalam misi mereka mempertahankan gelar juara dunia. Dengan Messi yang masih tampil sebagai motor permainan, Albiceleste tampak siap bersaing untuk kembali mengangkat trofi.

Selanjutnya, Argentina dijadwalkan menghadapi Austria pada lanjutan fase grup. Pertanyaan besarnya kini, mampukah Messi menutup perjalanan luar biasanya dengan satu gelar Piala Dunia lagi, sekaligus mempersembahkan gelar beruntun bagi negaranya?

Apa pun hasil akhirnya nanti, Messi sekali lagi membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa. Di saat banyak pemain seusianya telah gantung sepatu, ia justru masih mencetak sejarah di panggung tertinggi sepak bola dunia. Bagi para penggemar, hattrick bersejarah ini sekaligus menjadi pengingat untuk menikmati setiap momen kehadiran sang legenda, selagi sihirnya masih bisa disaksikan.

Baca Juga