Jeka Saragih Tumbang Kurang dari Semenit, Ini Daftar Juara BYON Combat Showbiz 8


Ada 13 duel yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 29 Agustus 2026, tapi yang paling ditunggu justru jadi yang paling cepat selesai.
Main event BYON Combat Showbiz 8 antara Ammarul Shafiq dan Jeka Saragih tuntas sebelum ronde pertama genap berjalan 50 detik. Malam itu juga melahirkan pemegang sabuk nasional baru, satu kemenangan meyakinkan di satu-satunya laga tinju perempuan, dan empat nama yang mengantongi tiket ke turnamen besar akhir tahun.
Berikut rangkumannya, lengkap dengan agenda yang menanti setelah ini.
Main Event Selesai Sebelum Semenit
Ammarul Shafiq asal Malaysia dan Jeka Saragih memperebutkan sabuk BYON Kickstriking Asia sekaligus satu tiket menuju Grand Prix. Di atas kertas, laganya punya bobot besar. Jeka adalah petarung Indonesia pertama yang mendapat kontrak UFC, dan malam itu jadi panggung kepulangannya ke Tanah Air.

Kenyataannya berjalan jauh lebih singkat. Serangan lutut Ammarul mengenai ulu hati Jeka sebelum ronde satu genap 50 detik, dan pertandingan langsung dihentikan. Ammarul sendiri datang dengan modal kemenangan atas Haris Sofyan di Malaysia.
Sabuk Nasional Pindah Tangan, Winona Menang Meyakinkan
Di co-main event, Wong Jhonson Wijaya merebut sabuk ICB National Title atau Influence Championship Boxing Indonesia setelah mengalahkan juara bertahan Andi Cobra lewat TKO. Pertandingan itu rampung sekitar pukul 22.45 WIB.

Satu-satunya duel tinju perempuan malam itu mempertemukan Winona Karamoy dengan Dinda Arimbi, dan Winona menang lewat keputusan mutlak. Nelson Julianto yang dijuluki The Mollucans juga menang mutlak atas Fahri, padahal ia sempat menghadapi persiapan terbatas karena lawannya berganti.
Daftar Lengkap Pemenang BYON Combat Showbiz 8
1. Ammarul Shafiq (Malaysia), welter 67 kg
2. Wong Jhonson Wijaya (Indonesia), bulu 57 kg Pro Boxing
3. Winona Karamoy (Indonesia), super terbang 52,2 kg Pro Boxing
4. Nelson Julianto (Indonesia), ringan 61 kg
5. Aaron Clarke (Irlandia), ringan 61 kg
6. Omer Cavgin (Turki), ringan 61 kg
7. Topnoi Kiwram (Thailand), ringan 61 kg
8. Edwin Pratama Putra (Indonesia), ringan 61 kg
9. Amir Zolfi (Iran), terbang 51 kg
10. Muhammad Bayan Hamid (Indonesia), terbang 51 kg
11. Bashir Mazreavi (Iran), welter 67 kg
12. Yusuf Polat (Turki), welter 67 kg
13. Boy Prata (Malaysia), bantam 55 kg
Kecuali dua laga Pro Boxing, seluruhnya digelar dengan aturan UCC Kickstriking.
Empat Nama Kantongi Tiket Grand Prix
Dari malam itu, empat petarung memastikan tempat di BYON World Grand Prix 2026, yaitu Ammarul Shafiq, Nelson Julianto, Aaron Clarke, dan Omer Cavgin.
Menariknya, tiga dari empat nama itu berasal dari kelas ringan 61 kg, yang praktis jadi kelas paling padat sepanjang malam dengan lima kemenangan tercatat di sana.
Apa yang Menanti BYON Combat Setelah Ini
Agenda terdekatnya adalah BYON World Grand Prix 2026 pada 12 Desember di Indonesia Arena. Formatnya turnamen delapan petarung untuk kelas ringan dan welter, dan penyelenggara sempat membuka suara publik lewat media sosial soal siapa saja yang layak diikutsertakan.
Kalau dilihat dari lintasannya, arah ini masuk akal. BYON Combat berdiri pada 2023, dibentuk Yoshua Marcellos Muliardo yang dikenal sebagai Celloszxz, dan berbasis di Bekasi. Pendekatannya sejak awal disebut sportainment, yaitu menggabungkan kompetisi serius dengan produksi hiburan digital.
Strateginya terbukti pada Showbiz Vol. 5, 28 Juni 2025, yang mencatat 536,573 pembelian PPV dan diakui Museum Rekor Dunia Indonesia. April lalu mereka juga menggelar edisi ketujuh sebagai debut di Malaysia. Grand Prix Desember nanti jadi ujian berikutnya, kali ini di venue yang jauh lebih besar.





