432 Atlet Kontingen Indonesia Berangkat ke Asian Games 2026, Bonus Rp3 Miliar Menanti Peraih Emas

Presiden Prabowo Subianto resmi melepas kontingen Indonesia menuju Asian Games XX Aichi-Nagoya di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 9 September 2026.
Sebanyak 432 atlet dari 35 cabang olahraga akan bertanding di Jepang pada 19 September sampai 4 Oktober, bersaing dengan sekitar 15,000 atlet dari 45 negara. Di acara yang sama, Presiden mengumumkan bonus Rp3 miliar untuk peraih medali emas, hampir dua kali lipat dari edisi Hangzhou.
Namun di balik angka bonus yang melonjak, target emasnya justru diturunkan dari tujuh menjadi empat, dan alasannya lebih masuk akal daripada yang terdengar.
Siapa Saja yang Berangkat
Kontingen Indonesia kali ini terdiri dari 432 atlet, didukung 148 pelatih dan ofisial serta 32 personel tim Chef de Mission yang dipimpin Todotua Pasaribu. Dari seluruh atlet itu, sekitar 281 hadir langsung di Istana, sementara sisanya sudah lebih dulu berada di lokasi pertandingan atau pemusatan latihan di luar negeri.

Bendera Merah Putih diserahkan Presiden kepada Veddriq Leonardo, atlet panjat tebing peraih emas Olimpiade Paris 2024 yang tahun ini juga menjuarai seri Piala Dunia IFSC di Prancis. Satu catatan yang cukup terasa: tidak ada tim sepak bola dalam rombongan kali ini. Sebagai gantinya, Kemenpora memusatkan 21 cabang prioritas, 20 di antaranya sejalan dengan nomor Olimpiade.
Tiga Cabang Tumpuan Emas
Menpora Erick Thohir menyebut tiga cabang sebagai tumpuan utama, yaitu bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing. Bulu tangkis mengirim 20 pemain, sepuluh putra dan sepuluh putri, dengan 13 di antaranya menjalani debut Asian Games. Jonatan Christie dan Fajar Alfian menjadi yang paling berpengalaman karena ini Asian Games ketiga mereka, dan PBSI membidik emas dari nomor beregu putra. Nomor beregu dimainkan pada 20 sampai 24 September, disusul nomor perorangan pada 25 sampai 29 September.
Angkat besi membawa delapan lifter, empat putra dan empat putri. Di sektor putra ada juara Olimpiade Paris 2024 Rizki Juniansyah di kelas 85 kilogram, Rahmat Erwin Abdullah di 75 kilogram, Eko Yuli Irawan di 65 kilogram yang mengejar medali Asian Games keempatnya, dan Ricko Saputra di 60 kilogram. PABSI menargetkan empat medali dari cabang ini, yang dipertandingkan pada 23 sampai 29 September.
Panjat tebing bertumpu pada Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi, peraih emas Asian Games Hangzhou 2022.
Kenapa Targetnya Turun dari Tujuh ke Empat
Di Hangzhou, kontingen Indonesia membawa pulang tujuh emas. Kali ini targetnya empat, dan itu bukan karena prestasi menurun. Erick Thohir menjelaskan bahwa sejumlah nomor yang selama ini menjadi lumbung medali Indonesia tidak lagi dipertandingkan, terutama perahu naga dan menembak. Karena itu peta peluangnya berubah, dan pemerintah memilih memasang target yang bisa dipertanggungjawabkan daripada angka yang enak didengar.
Dukungan anggarannya sendiri naik. Pemerintah menambah Rp95 miliar sehingga total dukungan menjadi Rp283 miliar, dengan Rp222 miliar untuk pemusatan latihan nasional dan Rp61 miliar untuk keberangkatan ke Jepang.
Hadiah yang Menanti
Bonus Rp3 miliar yang diumumkan Presiden berlaku untuk peraih emas nomor perorangan. Untuk nomor ganda dan beregu, Menpora menyebut perhitungannya masih dikaji, sementara besaran bonus perak dan perunggu belum diumumkan ke publik.

Lonjakannya terasa jika dibandingkan edisi sebelumnya. Pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, emas perorangan dihargai Rp1,5 miliar, ganda Rp1 miliar, dan beregu Rp750 juta. Di Hangzhou 2022, emas perorangan naik menjadi Rp1,575 miliar. Sebagai pembanding terdekat, emas perorangan SEA Games 2025 dihargai Rp1 miliar, dengan perak Rp315 juta dan perunggu Rp157 juta. Artinya bonus emas Asian Games kali ini tiga kali lipat SEA Games terakhir dan sekitar dua kali lipat dua edisi Asian Games sebelumnya.
Presiden sendiri menempatkan olahraga sebagai urusan bangsa, bukan sekadar prestasi. “Olahraga adalah sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena bangsa yang berhasil adalah bangsa di mana rakyatnya kuat,” ujarnya.




