Volix
Sportsasian games 2026virtual taekwondoteqballpadelmma

6 Cabang Olahraga yang Baru Debut di Asian Games 2026, Ada yang Pakai VR

Iqbal Baskari·
6 Cabang Olahraga yang Baru Debut di Asian Games 2026, Ada yang Pakai VR
Via virtualtkd.gg

Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, dibuka pada 1 September dan berlangsung sampai 4 Oktober. Skalanya besar, yaitu 43 cabang olahraga, 71 disiplin, dan 469 nomor yang memperebutkan medali. Indonesia sendiri menurunkan 432 atlet di 35 cabang.

Yang membuat edisi ke-20 ini menarik bukan hanya jumlahnya, melainkan enam cabang yang baru pertama kali dipertandingkan. Sebagian dari cabang tersebut terdengar seperti hasil taruhan, mulai dari pertarungan tanpa kontak fisik menggunakan headset VR sampai olahraga yang mejanya sengaja dibikin melengkung. Dua di antaranya bahkan disebut sebagai peluang medali Indonesia, sehingga daftar ini bukan sekadar bahan penasaran.

ENAM CABOR BARU ASIAN GAMES

Virtual Taekwondo

Via World Taekwondo

Ini yang paling membingungkan sekaligus paling menarik. Atlet mengenakan headset virtual reality dan sensor pelacak gerak di sekujur tubuh, lalu bertarung melawan avatar digital lawannya di arena virtual. Tidak ada kontak fisik sama sekali.

Formatnya pun berbeda dari taekwondo biasa, yakni campuran putra dan putri dalam satu bagan gugur berisi 16 peserta berusia 17 sampai 35 tahun, tanpa kelas berat. Penghapusan sekat itu memang disengaja, karena tanpa benturan fisik, keunggulan bobot tubuh kehilangan artinya.

Teqball

Via Teqball/CNN

Bayangkan sepak bola yang dimainkan di atas meja pingpong melengkung. Pemain dilarang menyentuh bola dengan tangan atau lengan, dan hanya boleh memakai kaki, dada, atau kepala dengan maksimal tiga sentuhan. Satu bagian tubuh juga tidak boleh dipakai dua kali berturut-turut.

Olahraga ini baru berumur sekitar sembilan tahun, diciptakan seorang mantan pesepak bola bersama seorang ahli komputer, dan Indonesia dinilai punya peluang medali di sini.

Mixed Martial Arts

Via glorykickboxing.com

MMA akhirnya masuk sebagai disiplin di bawah payung olahraga bela diri, bersanding dengan jiu-jitsu dan kurash. Ada enam medali emas yang diperebutkan, terdiri atas empat nomor putra dan dua nomor putri. Jumlah itu menempatkan MMA setara dengan cabang bela diri mapan lain di daftar medali.

Buat Indonesia, cabang ini datang di momen ketika ekosistem MMA lokal sedang tumbuh cepat lewat promotor dan turnamen dalam negeri.

Padel

Via Unsplash/Andy Quezada

Padel dimainkan berpasangan di lapangan yang lebih kecil daripada lapangan tenis dan dikelilingi dinding kaca, sehingga bola yang memantul dari dinding masih boleh dimainkan. Popularitasnya meledak secara global beberapa tahun terakhir, dan kini resmi jadi cabang berlomba medali setelah disetujui Olympic Council of Asia bersama federasi internasionalnya.

Persiapan Indonesia justru jadi cerita tersendiri. Delapan atlet dikirim ke Spanyol untuk pemusatan latihan lebih dari sebulan sejak 8 Agustus, termasuk laga uji coba melawan Italia, dan keberangkatan itu ditempuh secara mandiri.

BMX Freestyle

Via Pexels/vision perspective

Masuk sebagai disiplin baru di bawah balap sepeda, dengan nomor park untuk putra dan putri. Format park mempertandingkan rangkaian trik di arena berisi ramp dan bowl, dan penilaiannya bertumpu pada kesulitan, keragaman, serta eksekusi. Lokasinya di Aichi Sky Expo, tempat yang sama dengan breaking, esports, anggar, dan skateboard.

Selancar

Via Pexels/Jess Loiterton

Selancar juga baru pertama kali dipertandingkan, dengan nomor shortboard putra dan putri. Kehadirannya melanjutkan tren memasukkan olahraga papan ke ajang multicabang besar, seperti yang lebih dulu terjadi di Olimpiade.

Buat Indonesia, cabang ini punya relevansi geografis yang sulit dibantah, mengingat ombak di perairannya sudah lama menjadi tujuan peselancar dunia.

Targetnya Justru Diturunkan

Ada catatan yang perlu diketahui sebelum berharap terlalu tinggi. Indonesia menurunkan target emasnya di Asian Games 2026 dari tujuh menjadi empat, setelah beberapa nomor yang sebelumnya jadi lumbung medali dihapus dari program. Artinya cabang-cabang baru seperti teqball dan padel bukan sekadar pelengkap daftar, melainkan bagian dari peluang yang tersisa.

Dengan kata lain, enam cabang debutan di Asian Games 2026 ini layak diperhatikan bukan hanya karena bentuknya yang tidak biasa, melainkan juga karena sebagian harapan kontingen Indonesia justru menumpang di sana.

Baca Juga