Perolehan Emas Indonesia Asian Games 2026 Sejauh Ini: Tiga Emas, Dua di Antaranya dari Bulutangkis

Kontingen Indonesia sudah mengoleksi tiga medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya, dan dua di antaranya datang dari cabang yang sama, yaitu bulutangkis.
Hingga Rabu, 30 September, total perolehannya mencapai 30 medali yang terdiri dari tiga emas, tujuh perak, dan 20 perunggu, cukup untuk menempatkan Indonesia di peringkat ke-15 klasemen. Ajangnya sendiri tinggal menyisakan hitungan hari karena upacara penutupan dijadwalkan 4 Oktober.
Berikut rincian perolehan emas Indonesia Asian Games 2026 sejauh ini, lengkap dengan konteks di balik masing-masing capaian dan posisi terbaru di klasemen medali:
Beregu Putra Mengakhiri Penantian 28 Tahun
Emas pertama datang pada 24 September di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, dan caranya tidak mudah. Tim beregu putra tertinggal 0-2 lebih dulu dari China sebelum membalikkan keadaan dan menang 3-2.

Jonatan Christie kalah dari Shi Yuqi 13-21, 18-21, lalu Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri menyerah 20-22, 21-19, 14-21. Dari titik itu Indonesia menyapu tiga partai sisa. Alwi Farhan menang 23-21, 15-21, 21-16, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin menuntaskan 23-21, 21-10, sementara Moh Zaki Ubaidillah mengunci kemenangan dengan 23-21, 21-13.
Kemenangan itu mengakhiri penantian 28 tahun. Terakhir kali Indonesia juara beregu putra Asian Games adalah di Bangkok pada 1998, dan sejak bulutangkis dipertandingkan pertama kali pada 1962, ini baru emas keenam Indonesia di nomor tersebut setelah 1962, 1970, 1978, 1994, dan 1998.
Leo dan Daniel Menambah Emas dari Ganda Putra
Emas ketiga menyusul pada 29 September, juga dari bulutangkis. Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin mengalahkan pasangan China Liang Weikeng dan Wang Chang lewat rubber game dengan skor 19-21, 21-13, 21-18.
Menariknya, pasangan yang dijuluki The Babies itu baru kembali dipasangkan belakangan ini, dan mereka langsung menyingkirkan pasangan peringkat satu dunia dalam perjalanan menuju final. “Kami terus saling mengingatkan selama pertandingan. Kami bilang ke diri sendiri, jika bukan sekarang, kapan lagi,” kata Daniel Marthin.
Rahmat Erwin dan Rekor Dunia 366 Kilogram
Satu emas lagi datang dari angkat besi pada 26 September. Rahmat Erwin Abdullah turun di kelas 75 kilogram putra dan mengumpulkan total angkatan 366 kilogram, hasil dari snatch 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram.

Angka itu sekaligus memecahkan rekor dunia kelas tersebut, yang sebelumnya berdiri di 357 kilogram atas nama Chong Song Ri. Persaingannya sendiri ketat sampai akhir. Weeraphon Wichuma asal Thailand merebut perak dengan 365 kilogram, hanya selisih satu kilogram, sementara Chong Song Ri dari Korea Utara melengkapi podium dengan 357 kilogram.
Bulutangkis Jadi Penyumbang Terbanyak
Bulutangkis bukan hanya mendominasi daftar emas Indonesia Asian Games 2026. Di luar dua emas itu, cabang ini masih menyumbang empat medali lain, sehingga totalnya menjadi enam dan menjadikannya penyumbang paling produktif bagi Indonesia di ajang ini.
Satu perak disumbangkan ganda campuran Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah. Tiga perunggu sisanya datang dari tim beregu putri, tunggal putra Alwi Farhan, serta ganda putra Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri.
Posisi di Klasemen dan Waktu yang Tersisa
Peringkat ke-15 memang bukan capaian yang mudah dirayakan, apalagi jaraknya sangat jauh dari puncak. China memimpin klasemen dengan 143 emas, 62 perak, dan 49 perunggu. Jepang sebagai tuan rumah menyusul dengan 45 emas, 71 perak, dan 67 perunggu, sedangkan Korea Selatan berada di posisi ketiga dengan 24 emas, 27 perak, dan 44 perunggu.
Meski demikian, ajangnya belum tuntas. Asian Games Aichi-Nagoya berlangsung sejak 19 September dan baru ditutup 4 Oktober, mempertandingkan 469 nomor dari 43 cabang olahraga. Indonesia menurunkan 432 atlet, sehingga daftar emas Indonesia Asian Games 2026 masih mungkin bertambah sebelum lampu stadion dipadamkan.




