Dolly Parton Meninggal di Usia 80 Tahun, Jejaknya Membentang dari Jolene sampai Vaksin Covid

Dunia musik kehilangan salah satu sosok yang paling dicintainya. Dolly Parton meninggal pada 25 Agustus 2026 di Vanderbilt-Ingram Cancer Center, Nashville, dalam usia 80 tahun, setelah menjalani perjuangan singkat melawan kanker.
Kabar itu disampaikan Brian Seaver, keponakannya sekaligus bagian dari tim keamanannya, atas nama keluarga Parton dan Owens. Sesuai permintaan Parton sendiri, upacara pelepasannya digelar tertutup dan hanya untuk keluarga inti. Yang ia tinggalkan jauh lebih luas daripada sekadar diskografi, mulai dari kabin masa kecil yang menjelma jadi taman hiburan, lagu yang dinyanyikan ulang lintas generasi, sampai program buku gratis yang menjangkau ratusan juta anak.
Anak Keempat dari Dua Belas Bersaudara

Dolly Rebecca Parton lahir pada 19 Januari 1946 di sebuah kabin satu kamar di Pittman Center, Tennessee, sebagai anak keempat dari 12 bersaudara. Ia mulai tampil di gereja sejak umur enam tahun dan sudah muncul di radio serta televisi Knoxville saat berumur 10 tahun.
Rekaman pertamanya keluar ketika ia berusia 13 tahun, dan di usia yang sama ia naik panggung Grand Ole Opry dan bertemu Johnny Cash. Titik baliknya datang pada 1967, saat Porter Wagoner mengajaknya bergabung ke acara televisinya dan RCA Victor menandatangani kontrak dengannya.
Tiga Lagu dan Satu Keputusan Bisnis
Coat of Many Colors pada 1971 mengangkat kisah masa kecilnya yang serba kekurangan. Jolene menyusul pada 1973 dan memuncaki tangga country pada awal 1974. Di tahun yang sama, I Will Always Love You juga menembus posisi puncak.
Lagu terakhir itu melahirkan keputusan bisnis paling terkenal dalam kariernya. Ketika manajer Elvis Presley meminta separuh hak penerbitan sebagai syarat agar Elvis merekamnya, Parton menolak. Delapan belas tahun kemudian Whitney Houston membawakannya untuk film The Bodyguard, dan versi itu menjadi salah satu single terlaris sepanjang masa oleh vokalis perempuan.
Pengaruhnya belum berhenti di situ. Beyoncé menafsir ulang Jolene di album Cowboy Carter pada 2024, lengkap dengan sisipan suara Parton, dan album tersebut memenangi Album of the Year di Grammy 2025.
Layar Lebar sampai Buffy

Dolly Parton juga punya karier akting yang serius. Pada 1980 ia membintangi 9 to 5 bersama Jane Fonda dan Lily Tomlin. Lagu temanya memuncaki tangga country, pop, sekaligus adult contemporary, lalu masuk nominasi Oscar. Peran berikutnya menyusul lewat The Best Little Whorehouse in Texas dan Steel Magnolias.
Ada satu jejaknya yang jarang disadari penonton. Pada 1986 ia mendirikan rumah produksi Sandollar bersama Sandy Gallin, dan perusahaan itulah yang menaungi film Buffy the Vampire Slayer pada 1992 sekaligus serial televisinya. Namanya tidak muncul di kredit serial tersebut, tapi perusahaannya ada di belakang layar.
Angka-Angka yang Sulit Ditandingi
Sepanjang hidupnya Dolly Parton menulis sekitar 3,000 lagu dan merilis 49 album studio. Ia mencatat 25 single nomor satu di tangga country Billboard, jumlah terbanyak untuk artis perempuan bersama Reba McEntire, dari total 110 single yang pernah masuk tangga lagu.
Koleksi penghargaannya mencakup 11 Grammy dan tiga Emmy. Ia masuk Country Music Hall of Fame pada 1999 dan Rock and Roll Hall of Fame pada 2022, setelah sempat menolak karena merasa dirinya bukan musisi rock.
Warisan di Luar Panggung

Dollywood dibuka di Pigeon Forge pada 1986 dan tahun ini genap berusia 40 tahun. Lewat Dollywood Foundation yang ia dirikan pada 1988, Dolly Parton meluncurkan Imagination Library pada 1995, program yang mengirim buku gratis langsung ke rumah anak-anak. Sampai kini programnya sudah membagikan lebih dari 300 juta buku, dengan lebih dari satu juta buku setiap bulan.
Pada April 2020 ia menyumbang 1 juta dolar ke Vanderbilt University Medical Center. Dana itu ikut membiayai riset awal yang berkaitan dengan vaksin Covid-19 Moderna, meski Parton belakangan berkata ia menerima pujian lebih besar daripada yang pantas ia terima. Rumah sakit tempatnya mengembuskan napas terakhir berada di pusat medis yang sama.
Carl Dean, suaminya sejak 1966, lebih dulu meninggal pada 2025. Empat hari sebelum wafat, Parton mengaku kepada People bahwa ia mengabaikan masalah kesehatannya sendiri selama merawat sang suami.





