Tokoh-Tokoh Dunia yang Ikut Bersuara Soal Karhutla Indonesia, dari Greta Thunberg Hingga Leo DiCaprio


Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia tidak lagi menjadi isu dalam negeri semata.
Menurut lembaga pemantau Nusantara Atlas, api telah melahap lebih dari 1,9 juta hektare lahan sepanjang Januari hingga September 2026, atau 38 persen lebih luas dibanding periode yang sama pada 2019. Kabut asapnya menyeberang hingga Singapura dan Malaysia, menutup sekolah, mengganggu penerbangan, dan memicu lonjakan keluhan pernapasan.
Situasi ini membuat sejumlah tokoh dunia ikut angkat suara, mulai dari aktivis iklim hingga pembalap Formula 1. Berikut deretan tokoh tersebut beserta perkembangan terbaru karhutla:
Tokoh Dunia yang Ikut Bersuara
Greta Thunberg

Aktivis iklim asal Swedia ini membagikan video dari Emmanuela Shinta, advokat masyarakat adat Dayak, yang memperlihatkan langit Palangka Raya berwarna kuning pekat.
“Krisis kebakaran dan kabut asap masih jauh dari selesai. Seseram apa pun rekaman ini, kenyataan di lapangan jauh lebih buruk daripada yang terlihat di media sosial,” tulis Greta.
Ia juga mengajak pengikutnya berdonasi lewat penggalangan dana yang melibatkan Ranu Welum Foundation dan tim pemadam Youth Act Kalimantan, untuk membantu pemadaman sekaligus melindungi warga yang rentan.
Leonardo DiCaprio

Lewat video yang diunggah pada 3 Oktober, aktor kawakan Hollywood peraih Oscar ini menyebut lebih dari 800,000 hektare hutan di Kalimantan dan Sumatra terbakar, serta lebih dari lima juta orang terpaksa menghirup asap.
“Ketika lahan gambut yang kaya akan karbon seperti ini terbakar, lahan itu juga melepaskan karbon dalam jumlah besar yang tersimpan,” kata DiCaprio.
Carlos Sainz

Asap karhutla bahkan ikut dibicarakan di paddock Formula 1. Menjelang Grand Prix Singapura, pembalap Williams itu mengaku khawatir dengan kualitas udara kota tersebut, yang saat itu berada di kisaran 101 sampai 160 pada Indeks Standar Polutan (PSI) atau kategori tidak sehat.
“Rasanya ini bukan tempat yang paling sehat untuk bernapas saat ini, mengingat banyaknya polusi dari kebakaran di Indonesia,” kata Sainz.
Lawrence Wong

Perdana Menteri Singapura ini menyatakan pemerintahnya sedang menelusuri perusahaan yang diduga bertanggung jawab atas kebakaran, dan siap mengambil tindakan lewat Transboundary Haze Pollution Act.
“Kami tidak bisa mengendalikan cuaca atau angin, juga tidak bisa secara langsung mengendalikan apa yang terjadi di luar perbatasan kami,” tulis Wong di Facebook.
Pada hari yang sama, PSI di wilayah barat Singapura menyentuh 212, tertinggi musim ini, sehingga pemerintah membagikan masker N95 kepada warga rentan. Sehari kemudian, Singapura mengumumkan akan mengirim peringatan kepada tujuh perusahaan di Indonesia.
Anwar Ibrahim

Perdana Menteri Malaysia ini menghubungi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan kekhawatirannya, sekaligus mengirim utusan lewat menteri luar negerinya untuk membahas penanganan kabut asap bersama Indonesia.
Update Terbaru Karhutla
Pada 18 Oktober, Kementerian Kehutanan mencatat 1,104 titik panas, melonjak dari 270 sehari sebelumnya. Kalimantan Tengah menyumbang 495 titik, disusul Kalimantan Barat dengan 174 titik. Sebanyak 61 pesawat dikerahkan di kedua provinsi itu untuk water bombing, patroli udara, dan modifikasi cuaca.
Sebagai pembanding, angka resmi pemerintah soal luas lahan terbakar terakhir diumumkan pada akhir Juli, yaitu 202,000 hektare, jauh di bawah temuan Nusantara Atlas.
Dampaknya meluas ke berbagai sektor. ASEAN Specialised Meteorological Centre menaikkan status siaga ke Level 3, tingkat tertinggi, untuk kawasan ASEAN bagian selatan. Kementerian Perhubungan mencatat 2,458 penerbangan domestik terganggu sejak 11 Agustus.
Di tengah krisis, Presiden Prabowo menyetujui bantuan asing, sementara BNPB kini dipimpin Letjen TNI Kristomei Sianturi. Ia menemukan 44 area konsesi yang terbakar di Sumatera Selatan dan mendesak aparat mengusut pelaku pembakaran.
“Satu orang berusaha memadamkan, satu orang bakar, kan kambuh,” kata Kristomei.




