The Longest Wait Siap Tayang 28 Oktober, 2 Tahun Ikuti Kehidupan Timnas dari GBK Hingga Jeddah

Film dokumenter Timnas Indonesia, The Longest Wait, resmi merilis trailer lewat aksi kejutan di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 2 Oktober 2026.
Trailer itu diputar di layar raksasa seusai laga Indonesia melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup, lalu disusul penampilan mendadak band Morfem di tengah kerumunan suporter. Digarap Fremantle Indonesia dan Beach House Pictures selama hampir dua tahun, film ini merekam perjalanan skuad Garuda mengejar tiket Piala Dunia 2026.
Setelah jadwalnya sempat mundur dua kali, The Longest Wait akhirnya dijadwalkan tayang di bioskop pada 28 Oktober. Berikut sinopsis, isi film, dan cerita di balik pembuatannya:
Sinopsis The Longest Wait
Pada 1938, Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda tercatat sebagai tim Asia pertama yang tampil di Piala Dunia. Setelah itu, penantian berlangsung hampir sembilan dekade.
Pada kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia akhirnya melangkah lebih jauh dari era mana pun sejak merdeka, hingga ke putaran keempat. The Longest Wait mengikuti perjalanan itu dari dekat, mulai dari pertandingan hingga ruang ganti.
Ceritanya dituturkan oleh para pemain dengan latar belakang beragam, baik yang besar di Indonesia maupun yang datang dari luar negeri, termasuk Marselino Ferdinan, Justin Hubner, Egy Maulana Vikri, Jay Idzes, dan asisten pelatih Nova Arianto.
Manusia di Balik Jersey
Film ini tidak hanya menyorot skor dan hasil pertandingan. Tim produksi menggali cerita personal para pemain, dari jarak dengan keluarga, beban ekspektasi, hingga alasan mereka memilih membela Merah Putih.


“Orang akan bisa melihat sisi kemanusiaan dari kami. Tentu kami manusia, bukan robot,” ujar bek Timnas Shayne Pattynama saat konferensi pers perdana film ini.
Executive producer sekaligus co-founder Beach House Pictures, Donovan Chan, menyebut film ini sejak awal dirancang sebagai cerita tentang bangsa, bukan sekadar sepak bola.
“Ini tentang sebuah bangsa yang telah menunggu, berharap, dan tidak pernah benar-benar melepaskan mimpinya,” kata Donovan.
Dua Tahun Mengikuti Timnas
Selama hampir dua tahun, tim produksi mengikuti Timnas dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Prosesnya tidak selalu mulus.

Saat mengambil gambar di Jeddah, Arab Saudi, tempat Indonesia menjalani putaran keempat pada Oktober 2025, beberapa anggota tim produksi sempat diamankan otoritas setempat. Kru juga mengikuti para pemain hingga ke Eropa dan berbincang dengan keluarga mereka untuk memahami sisi personal kehidupan di luar lapangan.
Semua bahan itu kemudian dipadatkan menjadi film berdurasi sekitar 100 menit. “Butuh dua tahun untuk mengerjakan film ini. Ada ratusan footage yang kami seleksi agar alurnya menarik,” kata Sakti Parantean, Managing Director Fremantle Indonesia. Film ini disutradarai Sam C. Webb, dengan Arief Soeliscane sebagai co-director. Beach House Pictures sendiri dikenal sebagai rumah produksi di balik dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso.
Trailer Kejutan di GBK
Peluncuran trailer digelar di Zona 9 Ring Road GBK Gate G. Setelah trailer diputar, vokalis Morfem Jimi Multhazam muncul dari tengah kerumunan dan membawakan Rayakan Pemenang, lagu rilisan 2014 yang kini menjadi soundtrack resmi film.
“Lagu ini merespons keteguhan seorang kawan dalam proses mereka menggapai mimpi-mimpinya, dari hal-hal yang terkesan mustahil hingga menjadi nyata,” kata Jimi.
Awalnya, The Longest Wait dijadwalkan tayang pada 18 Juni, lalu digeser ke Agustus. Tanggal barunya, 28 Oktober, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda sekaligus suasana perayaan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 yang masih terasa.




