Sir Patrick Stewart Meninggal di Usia 86, Aktor Legendaris Charles Xavier dan Captain Picard

Dunia hiburan kehilangan salah satu aktor paling berwibawa di generasinya. Sir Patrick Stewart meninggal pada Rabu, 28 Oktober 2026, di rumahnya di Los Angeles, dalam usia 86 tahun.
Bagi penonton televisi, ia adalah Captain Jean-Luc Picard dari Star Trek: The Next Generation. Bagi penggemar film superhero, ia adalah Professor Charles Xavier, mentor para mutan di X-Men.
Namun jauh sebelum Hollywood mengenalnya, Stewart menghabiskan 16 tahun di Royal Shakespeare Company, setelah tumbuh di sebuah rumah sederhana di Yorkshire yang diwarnai kekerasan. Perjalanan panjang itulah yang membentuknya sebagai aktor sekaligus aktivis.
Berpulang di Tengah Keluarga
Kabar duka ini disampaikan lewat pernyataan di akun X resmi Patrick Stewart dan dikonfirmasi juru bicaranya, Kelly Bush Novak.
Stewart berpulang setelah menjalani “perjalanan singkat namun mengharukan” dengan penyakit Alzheimer dan demensia Lewy body. Menurut pernyataan itu, ia pergi dalam dekapan keluarga dan sahabat, diiringi alunan musik, doa, dan air mata, dengan sang istri, Sunny Ozell, berada di sisinya.
Stewart meninggalkan Sunny, yang dinikahinya pada 2013, serta dua anak dari pernikahan pertamanya dengan Sheila Falconer, Daniel dan Sophia.
Masa Kecil di Mirfield

Patrick Stewart lahir di Mirfield, Yorkshire, Inggris, pada 13 Juli 1940. Ibunya, Gladys Barrowclough, bekerja sebagai penenun, sementara ayahnya, Alfred Stewart, adalah sersan mayor resimen di Parachute Regiment.
Pengalaman tempur di Perang Dunia II, termasuk di Dunkirk, meninggalkan combat fatigue pada Alfred, kondisi yang kini dikenal sebagai PTSD. Di rumah, ia kerap melakukan kekerasan terhadap istrinya.
Stewart keluar dari sekolah di usia 15 tahun. Ia sempat menjadi reporter sekaligus penulis obituari di koran lokal, sampai atasannya memintanya memilih antara jurnalisme dan akting. Setelah sempat bekerja di toko furnitur, ia masuk Bristol Old Vic Theatre School pada 1957 berkat beasiswa, bersama Brian Blessed. Debut profesionalnya datang pada 1959 lewat Cyrano de Bergerac di Theatre Royal, Bristol.
Enam Belas Tahun di Royal Shakespeare Company
Stewart bergabung dengan Royal Shakespeare Company (RSC) pada 1966 dan bertahan hingga 1982. Selama itu ia tampil di lebih dari 60 produksi, memulai debut Broadway lewat A Midsummer Night's Dream, dan meraih Laurence Olivier Award pertamanya lewat Antony and Cleopatra pada 1979.
Di televisi Inggris ia muncul di I, Claudius dan Smiley's People, sementara di layar lebar ia tampil di Excalibur (1981) dan Dune (1984).
Captain Picard yang Awalnya Ditolak

Produser Robert H. Justman melihat Stewart di sebuah acara pembacaan sastra di UCLA, lalu menyodorkan namanya untuk proyek kebangkitan Star Trek di televisi. Gene Roddenberry, kreator Star Trek, awalnya menolak.
“Ia dibujuk oleh produser-produser lain untuk mempekerjakan saya,” kenang Stewart dalam wawancara dengan CBS Mornings pada 2023.
Stewart sendiri ragu menandatangani kontrak enam tahun karena mengira serialnya akan gagal. Ketika ditanya wartawan soal kepala botak sang kapten, Roddenberry menjawab, “Di abad ke-24, mereka tidak akan peduli.”
Hasilnya, Star Trek: The Next Generation bertahan tujuh musim, dari 1987 hingga 1994, dan berlanjut ke empat film, dari Star Trek Generations (1994) hingga Star Trek: Nemesis (2002). Stewart kembali memerankan Picard di Star Trek: Picard selama tiga musim, dari 2020 hingga 2023, lalu menuliskan kisah hidupnya dalam memoar Making It So (2023), yang masuk daftar buku terlaris The New York Times.
Professor X, Mentor Para Mutan

Babak besar kedua kariernya dimulai pada 2000 lewat X-Men. Stewart memerankan mutan telepati Charles Xavier alias Professor X di tujuh film hingga Logan (2017), yang ia umumkan sebagai penampilan terakhirnya di waralaba tersebut.
Marvel Studios kemudian membawanya kembali sebagai versi alternatif Xavier di Doctor Strange in the Multiverse of Madness (2022). Ia juga memerankan Xavier sekali lagi di Avengers: Doomsday, yang dijadwalkan tayang 18 Desember. Penampilan Stewart di judul Avengers terbaru ini menandakan terakhir kalinya ia melakukan seni peran di layar lebar.
Selebihnya, Stewart juga berkesempatan mengisi suara Xavier di beberapa medium selain film. Beberapa di antaranya yaitu games X-Men seperti X-Men Legends II: Rise of Apocalypse, X2: Wolverine's Revenge dan X-Men: The Official Game.
Dari Scrooge hingga Avery Bullock
Di luar dua peran ikonis itu, Stewart mengumpulkan lebih dari 160 kredit akting.
Selama puluhan tahun ia membawakan A Christmas Carol sebagai pertunjukan tunggal, yang memberinya Olivier Award kedua pada 1994, sebelum memerankan Ebenezer Scrooge dalam versi film 1999. Olivier ketiganya datang lewat peran Raja Claudius di Hamlet (2008). Ia juga tampil bersama sahabatnya, Ian McKellen, di Waiting for Godot di West End dan Broadway.
Penonton yang lebih muda mengenal suaranya sebagai Avery Bullock di animasi American Dad!, kredit terbarunya. Stewart meraih Grammy pada 1995 lewat album narasi Peter and the Wolf, menerima gelar OBE pada 2001, dan diangkat menjadi ksatria oleh Ratu Elizabeth II pada 2010 atas jasanya di dunia drama.
Suara untuk Korban Kekerasan dan Veteran
Masa kecilnya membuat Stewart vokal membela korban kekerasan dalam rumah tangga. Ia menjadi patron Refuge, lembaga amal untuk perempuan korban kekerasan, dan mendukung kampanye Amnesty International melawan kekerasan domestik.
Setelah memahami bahwa ayahnya hidup dengan PTSD, ia juga mendukung Combat Stress, lembaga amal yang mendampingi veteran militer.
“Ia tidak pernah menyembunyikan perasaannya, sehingga ia menjadi sosok yang bisa diandalkan, dikagumi, dan, bagi saya, dicintai,” tulis Sir Ian McKellen, aktor senior dan salah satu sahabat terdekatnya.






