Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun bersama Ravenna, Targetnya Satu Gol Terakhir

Ada kabar yang kedengaran seperti lelucon, tapi ternyata benar. Ronaldinho, pemenang Ballon d'Or 2005 yang sudah 11 tahun tidak bermain profesional, resmi bergabung dengan Ravenna FC, klub kasta ketiga Liga Italia, di usia 46 tahun.
Pemilik klub bahkan sudah memastikan sang legenda Brasil akan turun minimal satu pertandingan resmi di Serie C, dengan satu target yang sangat spesifik. Tapi begitu isi kesepakatannya dibongkar, ceritanya jauh lebih menarik ketimbang sekadar nostalgia, karena ternyata ada peluncuran merek pakaian olahraga di baliknya.
Berikut detail dan alasan sebenarnya di balik comeback ini.
Comeback Setelah 11 Tahun Vakum
Penampilan profesional terakhir Ronaldinho terjadi bersama Fluminense pada 2015, sementara pengumuman pensiunnya baru keluar pada 2018. Artinya jeda yang harus ia lompati bukan main jauhnya.

Ini juga bukan kali pertama ia bermain di Italia. Antara 2008 dan 2011 ia memperkuat AC Milan, jadi Ravenna akan menjadi klub Italia keduanya. Di luar itu, rekam jejaknya sudah lengkap: juara Piala Dunia 2002 bersama Brasil dan Ballon d'Or pada 2005. Belakangan ia juga mulai masuk ke sisi bisnis sepak bola, termasuk mengambil saham di dua klub Amerika Serikat pada 2024.
Ravenna sendiri bukan nama besar. Klub asal wilayah Romagna itu berkutat di Serie C, kasta ketiga sistem liga Italia, dan nyaris tidak pernah masuk radar pemberitaan internasional. Perkenalan Ronaldinho ke publik lokal dijadwalkan pada 21 Agustus, sekalian dengan peluncuran jersey baru klub.
Bakal Main, tapi Jangan Berharap Banyak
Ini bagian yang paling banyak disalahpahami. Ronaldinho tidak akan mengikuti pemusatan latihan pramusim, dan dia juga dipastikan absen di laga pembuka melawan Reggiana pada 24 Agustus.
Sempat ada kebingungan soal perannya. Wakil presiden klub Ariedo Braida awalnya bilang Ronaldinho hanya akan mengurus aktivitas pemasaran tanpa bermain di Serie C, lalu belakangan ia melunak dan menyebut kemungkinan main tidak tertutup. Pemilik klub Ignazio Cipriani kemudian memastikan Ronaldinho akan turun minimal satu laga resmi, dan diprioritaskan di kandang di depan pendukung sendiri.
Motivasinya pun spesifik. Menurut Cipriani, Ronaldinho ingin mencetak gol terakhir dalam kariernya dengan seragam Ravenna.
“Aku nggak sabar buat menari lagi bersama bola,” kata Ronaldinho soal kepindahannya. “Sepak bola selalu jadi kegembiraan buat gue, dan gue senang bisa membawa semangat itu ke Ravenna.”
Inti Sebenarnya Ada di Brand R10
Kalau dilihat dari sisi bisnis, kesepakatan ini lebih dekat ke peluncuran merek ketimbang transfer pemain. Selain berstatus pemain, Ronaldinho juga masuk sebagai pemegang saham klub.
Jantung proyeknya adalah brand teknik miliknya, R10, yang ia bangun dengan model mirip Michael Jordan. Polanya sama persis, yaitu memakai satu tim sebagai etalase pertama, lalu membiarkan mereknya berjalan sendiri melampaui kariernya sebagai pemain. Ravenna jadi tim pertama di dunia yang memakai lini pakaian bertanda tangan sang legenda, dan jerseynya sengaja dirancang untuk jadi barang koleksi, bukan sekadar seragam pertandingan.


Hasilnya langsung kelihatan. Jersey nomor 10 dibanderol 129 euro dan topi resminya ludes dalam hitungan jam. Klub juga dilaporkan sudah menjual lebih dari 2,700 tiket musiman sejak proyek ini diumumkan, angka yang sangat tidak biasa untuk klub selevel Serie C.
Buat klub kasta ketiga yang jarang masuk radar internasional, itu lompatan besar. Cipriani sendiri tidak menyembunyikan sisi personalnya. Ia menyebut Ronaldinho sebagai idolanya saat kecil, dan berharap kehadiran sang legenda bisa bikin generasi baru jatuh cinta pada Ravenna.





