Nirmal Purja Meninggal Dunia, Recap Perjalanan Sang Pendaki Viral Pemecah Rekor 14 Puncak

Dunia pendakian gunung tengah berduka. Nirmal Purja, sosok pendaki legendaris yang sempat viral berkat aksinya menaklukkan gunung-gunung tertinggi dunia, dikabarkan meninggal dunia di usia 43 tahun.
Pria yang akrab disapa “Nims Dai” itu tewas setelah diterjang longsoran salju saat memimpin ekspedisi di Pakistan. Kepergiannya menjadi pukulan besar, mengingat namanya begitu identik dengan semangat menembus batas yang selama ini ia gaungkan.
Berikut kabar duka tersebut sekaligus rangkuman perjalanan hidupnya yang luar biasa, dari seorang prajurit hingga menjadi ikon pendakian dunia.
Tragedi Longsoran Salju di Broad Peak
Kabar duka ini datang dari Pegunungan Karakoram, Pakistan. Nirmal Purja dilaporkan tewas akibat longsoran salju yang menerjang saat ia memimpin sebuah kelompok pendaki di Broad Peak, gunung dengan ketinggian 8,051 meter, pada Kamis (30/7) waktu setempat.
Musibah ini tidak hanya merenggut nyawa Purja seorang. Longsoran tersebut menewaskan total 10 pendaki dalam rombongan, yang terdiri dari sejumlah warga Nepal dan pendaki asing. Perusahaan ekspedisi miliknya, Elite Expeditions, mengonfirmasi kematian sang legenda, dengan jenazahnya ditemukan di ketinggian sekitar 5,700 meter. Perdana Menteri Nepal pun turut menyampaikan belasungkawa atas tragedi yang mengejutkan banyak pihak ini.
Dari Prajurit Gurkha ke Pendaki Dunia
Perjalanan hidup Nirmal Purja sejatinya penuh dengan kisah luar biasa. Ia lahir pada 25 Juli 1983 di Dana, sebuah desa di Distrik Myagdi, Nepal, sebelum keluarganya pindah ke Chitwan demi pendidikannya.
Sebelum dikenal sebagai pendaki, Purja lebih dulu menempuh karier militer. Ia bergabung dengan Resimen Gurkha pada 2003 di usia 18 tahun, dan mencatatkan sejarah sebagai orang Gurkha pertama yang bergabung dengan pasukan elite Special Boat Service (SBS) milik Inggris pada 2009.
Selama 16 tahun mengabdi, ia dikenal sebagai spesialis pertempuran di medan bersuhu ekstrem, sebuah bekal yang kelak sangat berguna di dunia pendakian.
Project Possible dan Rekor 14 Puncak Dunia

Nama Nirmal Purja benar-benar meroket lewat sebuah misi ambisius bertajuk Project Possible. Melalui proyek ini, ia berhasil menaklukkan seluruh 14 gunung tertinggi dunia yang menjulang di atas 8,000 meter hanya dalam waktu 6 bulan 6 hari, atau setara 189 hari, sepanjang 2019.
Pencapaian ini sungguh fenomenal. Sebelumnya, rekor untuk menuntaskan seluruh 14 puncak tersebut memakan waktu lebih dari tujuh tahun, sehingga capaian Purja langsung memecahkan Guinness World Record dengan selisih yang sangat jauh. Kisah heroiknya ini kemudian diabadikan dalam film dokumenter Netflix berjudul 14 Peaks: Nothing Is Impossible, yang membuat namanya kian mendunia dan viral.
Warisan Sang Legenda
Rekor 14 puncak hanyalah satu dari sekian banyak pencapaian Purja. Ia juga tercatat sebagai bagian dari tim yang berhasil menorehkan sejarah pendakian pertama Gunung K2 pada musim dingin, salah satu tantangan yang sebelumnya dianggap nyaris mustahil.
Lebih dari sekadar pemecah rekor, Purja dikenal sebagai sosok yang membawa semangat “nothing is impossible” sekaligus turut mengangkat martabat para pendaki asal Nepal di panggung dunia. Meski perjalanannya tak lepas dari perdebatan, pengaruhnya terhadap dunia pendakian modern tak terbantahkan.
Kepergiannya di gunung yang begitu ia cintai pun meninggalkan duka mendalam bagi para penggemar dan komunitas pendaki di seluruh dunia.






