Mengenal Kane Parsons, Sutradara 20 Tahun di Balik Film 'Backrooms'

Di usia yang baru menginjak 20 tahun, Kane Parsons sudah mencatatkan namanya dalam sejarah Hollywood. Sutradara muda asal Amerika Serikat ini adalah otak di balik Backrooms, salah satu film horor paling fenomenal sepanjang 2026 yang dirilis A24.
Perjalanannya pun tidak biasa, bermula dari seorang remaja yang membuat video horor menggunakan perangkat lunak gratis di kamarnya, hingga menjadi sineas muda yang berhasil membawa filmnya ke puncak box office. Berikut kisah perjalanan Kane Parsons.
Berawal dari Kanal YouTube Kane Pixels

Sebelum dikenal sebagai sutradara, Kane Parsons lebih dulu populer di YouTube lewat kanal bernama Kane Pixels. Pada Januari 2022, ia mulai mengunggah seri video horor antologi berjudul Backrooms yang terinspirasi dari creepypasta internet populer pada 2019.
Konsepnya sederhana namun mencekam, yaitu sebuah dimensi paralel berupa lorong-lorong ruangan kosong tak berujung yang diterangi cahaya kuning temaram. Konsep liminal space, atau ruang transisi yang terasa familier sekaligus mengganggu, ini berhasil menyentuh ketakutan kolektif banyak orang, terutama generasi muda yang tumbuh di internet.
Yang membuat karyanya istimewa, Parsons menggarap hampir semuanya sendiri, mulai dari menyutradarai, menulis, hingga membuat efek visual, menggunakan Blender, sebuah perangkat lunak gratis. Gaya analog horror khasnya yang terasa autentik seperti rekaman lawas membuat seri ini viral. Bahkan, video aslinya saja disebut telah ditonton hampir 190 juta kali, dan kanalnya pun mengumpulkan jutaan subscribers.
Jalan Panjang Menuju Layar Lebar
Kesuksesan seri Backrooms di YouTube tidak luput dari perhatian industri film. A24, studio yang dikenal lewat film-film berkualitas, meminang Parsons untuk mengadaptasi karyanya ke layar lebar ketika ia masih berusia 17 tahun. Bahkan, ia disebut sudah mulai menggarap konsep ceritanya sejak usia 16 tahun.
Tawaran besar ini membuat Parsons harus mengambil keputusan yang tidak mudah, yakni memilih antara melanjutkan aplikasi kuliah atau menerima kesepakatan dengan A24. Ia akhirnya memilih menyutradarai film tersebut sebelum berkuliah. Dalam prosesnya, Parsons yang saat itu masih sangat muda dibimbing oleh nama-nama besar, termasuk James Wan, produser di balik waralaba horor The Conjuring, dan Osgood Perkins, sutradara film Longlegs. Kedekatan mereka bahkan sempat memunculkan rumor bahwa Perkins yang sebenarnya mengarahkan film, meski hal itu telah dibantah dan Backrooms tetap merupakan visi Parsons sepenuhnya.
Proyek ini resmi diumumkan pada 2023, dengan proses syuting berlangsung sepanjang musim panas 2025. Lewat film ini pula, Parsons tercatat sebagai sutradara termuda dalam sejarah A24.
Backrooms dan Rekor yang Dipecahkan

Film Backrooms menjalani pemutaran perdananya di Aero Theatre, Los Angeles, pada 7 Mei 2026, sebelum tayang luas di Amerika Serikat pada tanggal 29 di bulan yang sama. Film ini dibintangi sederet aktor ternama seperti Chiwetel Ejiofor dan Renate Reinsve.
Kisahnya berpusat pada Clark (Chiwetel Ejiofor), pemilik toko mebel yang menemukan pintu rahasia menuju rangkaian ruangan tak berujung alias Backrooms. Ketika ia menghilang di dalamnya, terapis langganan Clark, Dr. Mary Kline (Renate Reinsve), masuk untuk mencarinya, dan realitasnya pun mulai kabur. Berlatar tahun 1990, film ini mempertahankan estetika rekaman VHS khas seri aslinya, yang menariknya justru dibuat secara digital lewat Blender, perangkat lunak yang sama yang dulu Parsons gunakan di YouTube.
Hasilnya luar biasa. Dengan anggaran hanya sekitar USD 10 juta, Backrooms dilaporkan menembus pendapatan USD 200 juta di seluruh dunia, menjadikannya rilisan terlaris A24 sepanjang masa sekaligus mencatatkan pembukaan terbesar dalam sejarah studio tersebut. Pencapaian ini juga menetapkan Parsons sebagai sineas termuda yang pernah menduduki posisi puncak box office.
Apa Selanjutnya untuk Kane Parsons?
Dengan kesuksesan sebesar itu, perhatian publik langsung tertuju pada langkah Parsons berikutnya, dan spekulasi mengenai sekuel pun mengemuka.
Sejumlah laporan media menyebut bahwa Parsons tengah mengembangkan sekuel Backrooms dan mencari penulis naskah untuk berkolaborasi, mengingat kontraknya untuk waralaba ini berada di A24. Namun, Parsons sendiri sempat membantah laporan tersebut.
Dalam sebuah wawancara, ia mengaku tidak tahu dari mana kabar itu berasal dan menyebutnya "lebih terasa seperti halusinasi". Yang menarik, Parsons justru pernah menyatakan bahwa kelanjutan kisah Backrooms bisa saja kembali hadir di YouTube, dan ia tertarik mengembangkannya sebagai antologi. Ia juga menegaskan tidak berminat menggarap waralaba besar milik studio lain seperti Star Wars, sebuah sikap yang menunjukkan bahwa ia ingin tetap setia pada visinya sendiri. Selain itu, beberapa laporan menyebut bahwa ia dikabarkan akan berkolaborasi dengan sang mentor, Osgood Perkins, untuk sebuah proyek orisinal, meski hal ini belum dikonfirmasi secara resmi.
Apa pun langkah yang ia ambil selanjutnya, satu hal sudah pasti: perjalanan Kane Parsons masih sangat panjang. Dari seorang remaja yang bereksperimen dengan perangkat lunak gratis hingga menjadi salah satu sineas muda paling diperhitungkan di Hollywood, kisahnya membuktikan bahwa kreativitas dan visi yang kuat bisa membawa siapa pun jauh melampaui ekspektasi. Di usia 20 tahun, masa depannya benar-benar terbuka lebar.





