FFI 2026: Ghost in the Cell Borong Nominasi, dan Daftar Lengkapnya



Daftar nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2026 resmi diumumkan pada Senin malam, 12 Oktober 2026, lewat siaran langsung dari Gedung Produksi Film Negara (PFN), Jakarta.
Ghost in the Cell tampil sebagai film dengan nominasi terbanyak, disusul Na Willa dan Para Perasuk yang sama-sama mengantongi sembilan nominasi. Persaingan tahun ini menyaring 531 karya yang didaftarkan, dan pemenangnya akan diumumkan pada malam anugerah 20 November di Jakarta.
Berikut sorotan utama, daftar lengkap nominasi dari 22 kategori yang dibacakan, serta perjalanan FFI 2026 menuju malam puncak.
Ghost in the Cell Memimpin NOMINASI
Ghost in the Cell mengantongi 13 nominasi di 12 kategori, karena dua pemerannya, Aming dan Yoga Pratama, bersaing di kategori yang sama.

Di belakangnya, Na Willa dan Para Perasuk meraih sembilan nominasi, Monster Pabrik Rambut dan Operasi Pesta Copet tujuh nominasi, sedangkan Dopamin dan Semua Akan Baik-Baik Saja masing-masing enam.
Ada beberapa nama menarik di daftar ini. Maestro tari Didik Nini Thowok masuk nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik, sementara Aline Jusria bersaing dengan dirinya sendiri di kategori penyuntingan gambar. Kategori Film Animasi Panjang Terbaik tidak dibacakan karena hanya ada satu film yang mendaftar.
Daftar Lengkap Nominasi FFI 2026
Film Cerita Panjang Terbaik
● Dopamin
● Ghost in the Cell
● Na Willa
● Operasi Pesta Copet
● Para Perasuk
Sutradara Terbaik
● Bernardus Raka (Nobody Loves Kay)
● Edwin (Monster Pabrik Rambut)
● Joko Anwar (Ghost in the Cell)
● Kimo Stamboel (Abadi Nan Jaya)
● Wregas Bhanuteja (Para Perasuk)
Pemeran Utama Pria Terbaik
● Abimana Aryasatya (Ghost in the Cell)
● Angga Aldi Yunanda (Para Perasuk)
● Ardit Erwandha (Tunggu Aku Sukses Nanti)
● Marthino Lio (Badut Gendong)
● Nicholas Saputra (Tukar Takdir)
Pemeran Utama Perempuan Terbaik
● Christine Hakim (Semua Akan Baik-Baik Saja)
● Luisa Adreena (Na Willa)
● Marsha Timothy (Tukar Takdir)
● Meriam Bellina (Senin Harga Naik)
● Shenina Cinnamon (Dopamin)
Pemeran Pendukung Pria Terbaik
● Aming (Ghost in the Cell)
● Didik Nini Thowok (Monster Pabrik Rambut)
● Kristo Imanuel (Operasi Pesta Copet)
● Teuku Rifnu Wikana (Dopamin)
● Yoga Pratama (Ghost in the Cell)
Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik
● Kawai Labiba (Operasi Pesta Copet)
● Lydia Kandou (Ikatan Darah)
● Maudy Ayunda (Para Perasuk)
● Raihaanun (Semua Akan Baik-Baik Saja)
● Sarah Sechan (Tunggu Aku Sukses Nanti)
Penulis Skenario Asli Terbaik
● Evelyn Aprilia (Tunggu Aku Sukses Nanti)
● Joko Anwar (Ghost in the Cell)
● Rino Sarjono dan Edy Khemod (Operasi Pesta Copet)
● Teddy Soeria Atmadja (Dopamin)
● Wregas Bhanuteja, Defi Mahendra, dan Alicia Angelina (Para Perasuk)
Penulis Skenario Adaptasi Terbaik
● Johanna Wattimena dan Bernardus Raka (Nobody Loves Kay)
● Mouly Surya (Tukar Takdir)
● Ryan Adriandhy (Na Willa)
Pengarah Sinematografi Terbaik
● Gunnar Nimpuno (Para Perasuk)
● Ical Tanjung (Ghost in the Cell)
● Vera Lestafa (Dopamin)
● Yadi Sugandi (Na Willa)
● Yudi Datau (Semua Akan Baik-Baik Saja)
Pengarah Artistik Terbaik
● Ahmad Zulkarnaen dan Wahyu Efata (Ikatan Darah)
● Dennis Sutanto (Ghost in the Cell)
● Menfo Tantono (Monster Pabrik Rambut)
● Ong Hari Wahyu dan Edy Wibowo (Para Perasuk)
● Rini Sri Handayani (Na Willa)
Penyunting Gambar Terbaik
● Aline Jusria (Dopamin)
● Aline Jusria (Operasi Pesta Copet)
● Cesa David Luckmansyah (Semua Akan Baik-Baik Saja)
● Hendra Adhi Susanto (Senin Harga Naik)
● Ryan Purwoko (Tunggu Aku Sukses Nanti)
Penata Suara Terbaik
● Arief Budi Santoso dan Fajar Yuskemal (Abadi Nan Jaya)
● Fery Setiawan (Semua Akan Baik-Baik Saja)
● Siti Asifa Nasution dan Satrio Budiono (Na Willa)
● Sutrisno dan Satrio Budiono (Para Perasuk)
● Waim Ahmad Fahreizi dan Andre Harihandoyo (Tunggu Aku Sukses Nanti)
Penata Musik Terbaik
● Aghi Narottama (Ghost in the Cell)
● Aria Prayogi dan Rahardian Winursito (Badut Gendong)
● Yennu Ariendra (Para Perasuk)
● Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli (Nobody Loves Kay)
● Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli (Tukar Takdir)
Pencipta Lagu Tema Asli Terbaik
● Alvin Witarsa, Semua Akan Baik-Baik Saja (Semua Akan Baik-Baik Saja)
● Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, dan Anindyo Baskoro, Sikilku Iso Muni (Na Willa)
● Ipang Lazuardi, Tandeman (Operasi Pesta Copet)
● Sal Priadi, Kepala, Pundak, Kerja Lagi (Monster Pabrik Rambut)
● Tony Dwi Setiaji dan Joko Anwar, The Town Was Gone (Ghost in the Cell)
Penata Efek Visual Terbaik
● Abby Eldipie dan Kalvin Irawan (Ghost in the Cell)
● Bintang Adi Pradana dan Harris Reggy (Monster Pabrik Rambut)
● David A. Widya P, Concetta CFX, dan Dalang Digital Studio (Na Willa)
● Gaga Nugraha Ramadhan (Badut Gendong)
● Mattebox Visualworks (Abadi Nan Jaya)
Penata Busana Terbaik
● Astrid Rosiana Ishak (Na Willa)
● Gemailla Gea Geriantiana (Badut Gendong)
● Gizza Ossiatzki (Operasi Pesta Copet)
● Monika Paska (Ghost in the Cell)
● Muthiara A. Revana (Monster Pabrik Rambut)
Penata Rias Terbaik
● Aktris Handradjasa (Ikatan Darah)
● Astrid Sambudiono dan Albasirun Ucok (Abadi Nan Jaya)
● Eva Sheba (Monster Pabrik Rambut)
● Gunawan Saragih, Prio Prabu, dan Cherry Irawan (Badut Gendong)
● Novie Ariyanti (Ghost in the Cell)
Film Cerita Pendek Terbaik
● Amelia, Amelia
● Dihapus dari Peta
● Malam Sepanjang Nafas
● Mothers are Mothering
● αLPα
Film Animasi Pendek Terbaik
● Calabai
● Drowned in Internet
● Enigma Wajah Arca
● Nyanyian di Angkringan
● Stories of Sahaba: Tahlah Ibn Ubaydullah - The Living Martyr
Film Dokumenter Panjang Terbaik
● A Distorted Individual
● I Saw Her in Motion
● Planet of Love
● The Last Supper (Whisper)
● Tonggo Gedhek
Film Dokumenter Pendek Terbaik
● Discordia
● Mae Menjaga Masjid
● Murdijati Gardjito
● Shard Objects
● Sino
Karya Kritik Film Terbaik
● Gladhys Elliona, Antara Adat dan Aparat: Menyisir Spiritualitas dan Represi di Kabut Berduri
● Sony Triantoro, Dunia Setinggi Mata Na Willa
● Yulaika Romadhani, Kerja-kerja Sineas Mengekalkan Politik Dinasti di Abadi Nan Jaya
● Anton Kurnia, Melankolia dalam Aruna dan Lidahnya
● I Ngurah Gede Adi Putra, Tubuh dan Ruang yang Hilang dalam Pangku
Jalan Menuju Malam Puncak
FFI 2026 mengusung tema Askala Karya Sinema Indonesia, dengan Askala yang berasal dari bahasa Sanskerta dan bermakna cahaya. Festival ini diluncurkan pada 18 Juni dengan Morgan Oey dan Nirina Zubir sebagai duta, Ario Bayu sebagai Ketua Komite, dan Prilly Latuconsina sebagai Ketua Pelaksana.
Aturannya juga berubah. Film yang bisa didaftarkan adalah yang tayang pada 1 September 2025 sampai 31 Agustus, dan tahapan penjurian dipangkas dari empat menjadi tiga. Dari 93 film cerita panjang yang mendaftar, yang didominasi genre horor, terpilih 15 film untuk tahap berikutnya sebelum 85 anggota Akademi Citra dan 35 perwakilan 13 asosiasi profesi menentukan nominasi.
“Tahun ini komite FFI menyempurnakan sistem penjurian berdasarkan masukan berbagai pihak tanpa menghilangkan esensi demokratis, partisipatif, dan objektif dari sistem penjurian,” kata Ketua Bidang Penjurian Budi Irawanto.
Menjelang malam puncak, panitia menyiapkan Nomination Week, program penayangan film-film nominasi di Jakarta dan sejumlah daerah, serta Masterclass FFI berupa video dari para praktisi film.
Selain 23 kategori Piala Citra, FFI 2026 juga membagikan empat penghargaan khusus, yaitu film terlaris, film pilihan penonton, aktor pilihan penonton, dan aktris pilihan penonton.





