Kalian pasti setuju, kalau cinta itu merupakan sesuatu yang amat penting. Namun masalahnya, menemukan orang yang tepat dalam hal ini merupakan perkara tak mudah. Apalagi bila gebetan atau orang yang kita sukai memiliki kepribadian avoidant.
Avoidant merupakan perilaku yang ditandai rasa takut esktrem terhadap penolakan, kritik, atau rasa malu. hal ini dapat menyebabkan penderitanya menarik diri dari interaksi sosial.
Lantas bagaimana ya cara menghadapi gebetan yang memiliki kepribadian avoidant? Berikut penjelasannya, dilansir dari berbagai macam sumber.
Baca Juga: 5 Tanda Pasanganmu Punya Main Character Syndrome
1. Identifikasi Masalah dengan Menawarkhan Pemahaman
Ketika menyadari orang yang kalian sukai cenderung menghindar, pertama-tama ialah mencari tahu terlebih dahulu alasannya. Salah satu kualitas yang seringkali kurang dalam hubungan adalah kemampuan mendengarkan.
Cobalah untuk menjadi pendengar yang baik. Ingat ya, dengarkan untuk memahami, bukan mencoba memperbaiki masalah. Satu lagi, percakapan menjadi cara terbaik untuk memulainya.
2. Cari Tahu Kebutuhannya
Orang-orang dengan kecenderungan keterikatan normal, sering kali kewalahan oleh ledakan emosi. Jadi, sambil bersikap terbuka tentang perasaan dan kebutuhan, berikan rasa hormat yang sama terhadap kebutuhan orang yang kalian sukai.
Tunjukkan kepada dirinya bahwa kalian benar-benar berusaha hanya untuk bersamanya. Namun perlu diingatkan kembali, jangan membuat janji yang tidak bisa kalian tepati.
3. Cari Tahu Cara Membuat Mereka Aman
Orang dengan kepribadian avoidant, seringkali mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Mereka tampak seperti orang yang tertutup dan tidak mampu mengungkapkan perasaan dan keinginan.
Alasan mereka melakukan hal tersebut bisa jadi karena pernah mengalami trauma, pengkhianatan atau stres di masa lalu. Sebisa mungkin buat suasana di sekitar dirinya ketika bersama kalian terasa lebih menyenangkan dan aman. Tunjukkan dengan jelas kalau kalian mempercayainya.
4. Berhati-hati dalam Mengungkapkan Emosi
Kalian harus mampu mengungkapkan perasaan dan keinginan kepada orang yang disukai atau pasangan. Namun, ekspresi emosional yang disampaikan secara intens seringkali membuat orang dengan kepribadian avoidant kewalahan, dan tidak dapat mendengar pesan yang ingin kalian sampaikan.
Jadi pastikan komunikasi yang terjalin harus baik. Jangan sampai berlebihan mengutarakan perasaan, yang akhirnya malah membuatnya tak nyaman.
5. Pelajari Bahasa Cinta Dirinya
Orang dengan kepribadian avoidant biasanya cenderung memiliki bahasa cinta dalam bentuk tindakan. Jadi mereka lebih suka melakukannya dengan memberi hadiah, waktu berkualitas, dan tindakan yang membuat nyaman.
Jadi, jika kalian ingin membangun hubungan dengan pasangan yang cenderung menghindar, pastikan memperhatikan cara-cara mereka menyampaikan bahasa cinta.







































