Jepang dikenal sebagai negara dengan industri perfilman yang kaya akan genre dan cerita unik. Namun, tidak semua film Jepang cocok untuk ditonton semua usia, terutama anak-anak. Berikut daftar film Jepang yang tidak boleh ditonton anak kecil.
Beberapa film memiliki konten kekerasan, adegan dewasa, tema psikologis yang berat, atau nuansa horor yang ekstrem, yang tentu saja tidak sesuai untuk penonton di bawah umur. Meski sebagian dari film ini mendapatkan pujian kritis dan memiliki nilai artistik tinggi, penting bagi orang tua untuk mengetahui mana film yang sebaiknya dihindari oleh anak-anak.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut deretan film Jepang yang tidak cocok ditonton oleh anak-anak. Cek daftarnya sebelum terlambat!
Baca Juga: 10 Film Tentang Bencana Alam yang Bikin Deg-degan Sampai Akhir!
10 Film Jepang Tidak Boleh Ditonton Anak Kecil
April, Come She Will (2024)
Menceritakan tentang kisah cinta orang dewasa yang rumit, film ‘April, Come She Will’ termasuk salah satu film Jepang yang tidak boleh ditonton anak kecil. Tema cerita ini tidak relevan bagi anak-anak, dan lebih cocok ditonton oleh orang dewasa. Sebab, banyak pembelajaran tentang cinta dan komitmen di dalamnya.
Film ini menceritakan tentang seorang psikiater yang akan menikah dengan dokter hewan yang bekerja di kebun binatang. Suatu hari, psikiater menerima surat dari cinta pertamanya, yang sudah tak pernah berkomunikasi selama 10 tahun.
The Cinderella Addiction (2021)
‘The Cinderella Addiction’ menceritakan tentang Koharu, wanita yang penuh kesialan, bertemu dengan Daigo, seorang laki-laki baik hati yang merawat anak perempuannya sendirian. Setelah saling mengenal, keduanya menikah.
Kehidupan Koharu tak berlangsung mulus. Meski mereka tampak seperti keluarga kecil yang bahagia, namun berbagai kejadian misterius kerap menimpa Koharu.
Mother (2020)
Walaupun judulnya ‘Mother’, film ini ternyata tidak cocok ditonton oleh anak-anak. Film ini menceritakan tentang hubungan anak dan ibu yang sangat kompleks. Cerita dalam film ini terlalu rumit bagi anak-anak
Akiko adalah ibu tunggal bagi Shuhei, dan dibilang bukan ibu yang baik. Meskipun ibunya memiliki gaya hidup yang buruk, Shuhei tak bisa melepas sosok ibunya.
A Silent Voice (2016)
‘A Silent Voice’ menceritakan tentang Shoya Ishida, seorang mantan pelaku perundungan, dan Shoko Nishimiya, seorang gadis tuna rungu yang menjadi korbannya. Dalam film ini, terdapat adegan yang melibatkan perasaan terasing, depresi, dan kesedihan yang mendalam.
Hal ini mungkin akan membingungkan bagi anak-anak. Meskipun film ini mengajarkan tentang pentingnya rasa empati dan pengertian, tema perundungan dan rasa bersalah yang dibahas bisa sangat berat untuk anak-anak kecil
The Boy and the Beast (2015)
‘The Boy and the Beast’ menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang menjadi murid seorang binatang buas. dan mengandung tema yang terlalu kompleks untuk anak kecil. Walaupun awalnya sering bertengkar, pada akhirnya mereka akhirnya menjadi seperti ayah dan anak. Film ini mengandung tema yang terlalu kompleks untuk anak kecil.
Like Father Like Son (2013)
‘Like Father Like Son’ menjadi salah satu film Jepang yang tidak cocok ditonton anak kecil. Walaupun menceritakan tentang keluarga, cerita yang diangkat dalam film ini cukup berat bagi anak kecil.
Norwegian Wood (2010)
Diangkat dari novel terkenal karya Haruki Murakami, film ini menceritakan tentang perjalanan emosional seorang mahasiswa bernama Toru Watanabe. Seperti film Jepang pada umumnya yang mengusung cerita kompleks, Norwegian Wood menyuguhkan kisah Toru yang kehilangan sang sahabat.
Crows Zero (2007)
Crows Zero menjadi film Jepang lainnya yang kurang cocok ditonton anak-anak. Sebab, terdapat adegan pertarungan dan penuh aksi di dalamnya. Hal ini tentu tidak boleh disaksikan oleh anak kecil sebab rentan ditiru.
Ju-on: The Grudge (2002)
‘Ju-on: The Grudge’ menjadi salah satu film horor Jepang yang ikonik. Film ini mengisahkan rumah berhantu dengan roh jahat yang menyeramkan. Film ini tidak cocok ditonton oleh anak-anak sebab penuh adegan mencekam dan sering kali meninggalkan kesan menakutkan bagi penontonnya.
Battle Royale (2000)
Film lainnya yang tidak cocok ditonton anak-anak adalah ‘Battle Royale’. Film yang dirilis pada tahun 2000 ini mengisahkan siswa SMA yang dipaksa bertarung hingga mati dalam sebuah kompetisi.
Adegan kekerasan ekstrim membuat film ini tidak cocok untuk anak kecil. Film yang rilis pada tahun 2000 ini merupakan film aksi yang mengandung adegan kekerasan yang tidak patut disaksikan oleh anak kecil.
Itulah 10 Film Jepang yang tidak boleh ditonton anak kecil. Tidak semua film Jepang cocok untuk ditonton semua usia, terutama anak-anak. Sejumlah film memiliki konten kekerasan, adegan dewasa, hingga tema psikologis yang berat.
Oleh sebab itu, penting bagi orang tua mengetahui dan mengawasi tontonan anak. Dari sejumlah film Jepang di atas, mana yang jadi favorit lo? Apakah lo termasuk yang senang menonton film Jepang?
Baca Juga: 5 Film Sheila Dara Rating Tertinggi, No. 1 Paling Populer!







































