Setelah Generasi Z alias Gen Z, kini muncul Gen Alpha. Gen Alpha tahun berapa mulai lahir ke dunia?
Gen yang lahir setelah Generasi Z ini mulai lahir antara tahun 2010 dan 2024. Generasi yang lahir di era digital ini kerap disebut sebagai screenager, karena berkaitan erat dengan teknologi.
Hal ini lah yang juga menjadi salah satu keunikan dari Gen Alpha, yang dianggap sebagai generasi penerus yang akan membentuk masa depan. Gen Alpha biasanya adalah anak dari Milenial atau merupakan adik dari Generasi Z.
Gen Alpha, merupakan generasi telah terpapar layar digital sejak usia dini, sehingga mungkin mereka telah familiar dengan berbagai teknologi. Tak hanya itu, ada banyak keunikan dari gen Alpha. Berikut ini merupakan penjelasan, dan karakteristik hingga tantangan yang mungkin akan dihadapi oleh Gen Alpha yang perlu kamu ketahui!
Baca Juga: Anak-anak Gen Beta Lahir Pertama Tahun 2025
Gen Alpha Tahun Berapa?
Mengutip Investopedia.com, Gen Alpha merupakan sebutan bagi generasi yang lahir antara tahun 2010 dan 2024. Gen Alpha menjadi generasi pertama yang lahir sepenuhnya pada abad ke-21. Diperkirakan, jumlah generasi ini akan mencapai lebih dari 2 miliar orang dan menjadi kelompok terbesar dalam sejarah manusia.
Gen Alpha telah tenggelam dalam teknologi sejak mereka lahir. Gen Alpha juga kerap menghabiskan lebih banyak waktu daring dan di depan layar komputer, ponsel pintar, dan tablet daripada kelompok mana pun sebelumnya.
Menurut Pew Research Center, Gen Alpha merupakan penerus Generasi Z, yaitu kelompok atau generasi yang lahir antara tahun 1997 dan 2012. Sebagian besar Gen Alpha merupakan anak dari Generasi Milenial, mereka yang lahir antara tahun 1981 dan 1996.
Karakteristik Gen Alpha
Walaupun Gen Alpha masih tergolong muda, para peneliti mulai memprediksi karakteristik yang akan membentuk generasi ini. Berikut adalah karakteristik yang muncul dari Gen Alpha:
Suka Teknologi
Geni Alpha diproyeksikan sebagai generasi yang paling paham teknologi dan berdaya secara digital sepanjang sejarah. Waktu yang mereka habiskan secara daring dan di depan layar kemungkinan akan melampaui generasi sebelumnya.
Keakraban dan paparan terhadap teknologi ini dapat dilihat sebagai eksperimen sosial dalam beberapa hal, yang konsekuensinya belum sepenuhnya diketahui. Meskipun bermanfaat, teknologi ini juga dapat memiliki kekurangan, seperti berkurangnya rentang perhatian dan kesulitan dalam berinteraksi sosial.
Pendidikan Formal
Gen Alpha menjadi kelompok yang akan memiliki akses lebih banyak ke data dan informasi daripada generasi sebelumnya. Hal ini dapat menghasilkan manfaat nyata dalam pendidikan.
Menurut McCrindle, “Pendidikan formal (Generasi Alpha) belum pernah ada tandingannya dalam sejarah dunia, dengan prediksi 1 dari 2 Gen Alpha akan memperoleh gelar universitas.”
Menyukai Hal Virtual
Karakteristik lainnya yang melekat dengan Gen Alpha adalah pendidikan Geni Alpha sebagian besar akan ditentukan oleh pembelajaran virtual, hal ini karena latar belakang terjadinya pandemi COVID-19. Generasi ini terpaksa beradaptasi dengan metode pembelajaran jarak jauh yang baru.
Pembelajaran jarak jauh ini telah memberi Gen Alpha perspektif unik tentang kelas virtual dan merevolusi cara mereka berinteraksi dengan guru dan sesama siswa.
Kesadaran Lingkungan
Gen Alpha akan menghadapi tantangan lingkungan pada tingkat yang belum pernah dihadapi generasi sebelumnya. Menurut McCrindle, Gen Alpha telah menunjukkan kesadaran lingkungan yang lebih tinggi daripada Gen Z.
Selain memahami karakteristik Gen Alpha, penting juga untuk memperhatikan tantangan khusus yang akan dihadapi oleh generasi yang tergolong muda ini. Seperti tantangan ekonomi, hingga tantangan lingkungan.
65% Gen Alpha diperkirakan akan bekerja di bidang yang belum ada saat ini. Hal ini terutama disebabkan karena munculnya berbagai industri yang diharapkan dapat menciptakan bidang-bidang pekerjaan baru. Di antaranya seperti “nanoteknologi, blockchain, keamanan siber, transportasi otonom, dan realitas virtual.”
Tak hanya itu, Gen Alpha yang berjumlah dua miliar orang juga akan menghadapi tantangan tentang perkembangan populasi dan persoalan lingkungan yang belum pernah dihadapi generasi sebelumnya.
Menurut sebuah makalah yang diterbitkan oleh American Association For the Advancement of Science, anak-anak yang lahir pada tahun 2020 akan mengalami peningkatan dua hingga tujuh kali lipat dalam kejadian cuaca ekstrem dibandingkan dengan anak-anak yang lahir pada tahun 1960.
Itulah penjelasan tentang Gen Alpha, karakteristik, hingga tantangan yang mungkin akan dihadapi oleh generasi ini. Sebagai informasi, Gen Alpha merupakan generasi setelah Gen Z, yaitu kelompok yang lahir antara tahun 1997 dan 2012.
Generasi Y, atau yang lebih umum disebut sebagai Generasi Milenial, hadir sebelum Generasi Z. Para Milenial ini merupakan mereka yang lahir antara tahun 1981 dan 1996.
Generasi X, mereka yang lahir antara tahun 1965 dan 1980, hadir sebelum Generasi Milenial. Lebih jauh lagi ke belakang, ada Generasi Baby Boomer, yang meliputi orang-orang yang lahir antara tahun 1946 dan 1964.
Baca Juga: Apa Arti Pick Me dalam Bahasa Gaul?







































