Connect with us

Hi, what are you looking for?

Food

Ternyata Beda! Ini 5 Perbedaan Matcha dan Green Tea

Perbedaan Matcha dan Green Tea
Perbedaan Matcha dan Green Tea

Matcha dan green tea sering dianggap sama karena berasal dari tanaman teh. Namun, sebenarnya keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, baik dari segi rasa, warna, proses pembuatan, hingga manfaat kesehatannya. Apa perbedaan matcha dan green tea?

Dari cara budidaya hingga proses pengolahan yang berbeda, membuat matcha dan green tea memiliki rasa hingga warna hijau yang berbeda. Dalam dunia kesehatan dan gaya hidup modern, baik matcha maupun green tea dikenal sebagai minuman kaya antioksidan. 

Namun, kandungan gizi matcha jauh lebih tinggi, karena seluruh daun teh digiling halus dan dikonsumsi langsung. Apakah selama ini kamu pikir matcha cuma green tea bubuk? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut perbedaan matcha dan green tea yang perlu kamu ketahui!

Baca Juga: 10 Matcha Cafe di Jakarta Favorit Gen Z, Pernah Coba?

Apa Itu Teh Hijau?

Melansir Medical News Today, teh hijau merupakan salah satu bentuk teh dari  Camellia sinensis. Ini adalah tanaman yang sama yang digunakan untuk jenis teh lainnya, seperti teh hitam, putih, dan teh oolong.

Untuk teh hijau, produsen memanen daun teh dan memanaskannya dengan cepat. Ini membantu mencegah daun teh teroksidasi dan berubah warna menjadi cokelat.

Tergantung pada jenis tehnya, mereka dapat menggunakan metode yang berbeda, seperti mengukus, memanggang dalam wajan, atau menjemurnya di bawah sinar matahari saat mengolahnya. 

Teh hijau memiliki rasa yang mirip tanah, rumput, atau sayuran. Saat diseduh, teh meninggalkan cairan bening berwarna hijau kekuningan hingga cokelat muda.

Teh hijau mungkin memiliki rasa sedikit sepat di mulut. Menyeduh teh terlalu lama menghasilkan minuman yang lebih gelap yang mungkin terlalu pahit bagi sebagian orang.

Apa Itu Matcha?

Matcha adalah sejenis teh hijau. Produsen menggunakan teknik penanaman dan pemrosesan khusus untuk mengubah daun Camellia sinensis menjadi matcha.

Mereka menanam tanaman teh di tempat teduh menjelang beberapa minggu terakhir masa panen. Ini melindunginya dari sinar matahari dan memperlambat pertumbuhan sehingga daun teh memiliki karakteristik yang khas.

Setelah panen, daun akan dikeringkan dengan cepat untuk meminimalkan oksidasi. Mereka kemudian membuang batang dan urat daun dan menggiling bahan daun menjadi bubuk hijau terang yang halus.

Secara tradisional, orang menggunakan pengocok bambu saat menyeduhnya untuk membantu menghilangkan gumpalan bubuk dan memberikan rasa yang konsisten pada minuman. Pengocok modern atau pembuih susu elektrik dapat menghasilkan hasil yang serupa.

Bergantung pada cara penyajiannya, bagian atasnya mungkin sedikit berbusa. Matcha memiliki rasa seperti rumput dan tanah, dengan sedikit rasa manis dan pahit. Sebagian orang yang merasa matcha terlalu kuat biasanya akan menambahkan susu atau pemanis untuk melembutkan rasanya.

Perbedaan Matcha dan Green Tea?

Manfaat Bagi Kesehatan

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa teh hijau merupakan sumber antioksidan dan mineral. Teh hijau dipercaya memiliki manfaat untuk meningkatkan kewaspadaan mental, meningkatkan memori kerja, meredakan sakit kepala, hingga meredakan gejala pencernaan. 

Sementara matcha yang juga mengandung antioksidan juga bermanfaat untuk meningkatkan memori dan fungsi kognitif, mengurangi stres oksidatif, mengurangi penuaan dini akibat sinar matahari, dan yang lainnya.

Pengolahan

Mengutip laman Art of Tea, terdapat sejumlah perbedaan lainnya antara green tea dan matcha, salah satunya adalah cara pengolahannya. Teh hijau dibudidayakan di bawah sinar matahari, sedangkan teh matcha ditanam di tempat teduh selama tiga minggu sebelum dipanen. 

Teh hijau tumbuh dengan warna hijau kusam dengan semburat kecokelatan, sedangkan teh matcha tumbuh dengan warna hijau cerah. Naungan meningkatkan kadar klorofil pada daun yang membuat matcha berwarna cerah.

Selama masa panen, teh hijau dipotong oleh mesin dan dikirim langsung ke pabrik pengolahan tempat teh tersebut dikukus untuk menghentikan fermentasi. Daun teh kemudian dikeringkan dengan mesin pengering. Daun teh matcha dipanen dengan cara memilih daun teh hijau terbaik dari tanaman secara manual. Batang dan urat daun dibuang, dan daun digiling menjadi bubuk matcha.

Taste (Rasa)

Green tea memiliki rasa yang ringan dan segar dengan sedikit rasa rumput atau tanah, dan terkadang terasa agak pahit tergantung pada cara penyajiannya. Teh hijau yang diseduh dingin jauh lebih lembut karena rasanya diekstraksi perlahan selama beberapa jam. Teh matcha adalah bubuk lembut yang memiliki rasa yang lebih kaya, lebih manis, dan tekstur berbusa.

Persiapan

Kedua teh ini dapat disajikan panas atau dingin. Matcha diaduk ke dalam air panas atau dikocok dengan pengocok Matcha untuk disajikan dingin. Sedangkan daun teh hijau diseduh dalam air panas. Air yang terlalu panas dapat menyebabkan pelepasan tanin dari daun, yang menyebabkan teh menjadi sepat. 

Nutrisi

Karena teh matcha dibuat dengan menggiling seluruh daun menjadi bubuk, lalu dicampur dengan air, maka semua nutrisinya tetap ada. Untuk teh hijau, daunnya direndam dalam air panas, lalu teh bubuk atau kantong teh dibuang, yang akan membawa serta sebagian nutrisinya.

Baca Juga: 10 Jenis Kopi di Indonesia yang Mendunia dan Ciri Khasnya

Click to comment
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments