Vozinha, Kiper 40 Tahun Cape Verde yang Jadi Idola Baru Piala Dunia 2026

Di tengah gemerlap bintang-bintang Piala Dunia 2026, satu nama justru mencuri panggung dari posisi yang paling jarang disorot: penjaga gawang. Vozinha, kiper timnas Cape Verde berusia 40 tahun, mendadak menjelma jadi salah satu sosok paling dicintai di turnamen ini setelah penampilan heroiknya menahan juara Eropa, Spanyol.
Namanya melambung setelah Cape Verde menahan imbang Spanyol tanpa gol di laga pembuka Grup H pada Senin (15/6). Sepanjang pertandingan, Vozinha menggagalkan sejumlah peluang emas, termasuk tembakan dari Ferran Torres, Pedri, dan Aymeric Laporte. Ia pun diganjar gelar player of the match, dan tak kuasa menahan tangis saat dikerubuti rekan-rekannya begitu peluit panjang berbunyi.
Dari Tukang Listrik ke Panggung Dunia
Kisah Vozinha bukan cerita bintang sepak bola pada umumnya. Pemilik nama asli Josimar José Évora Dias ini sempat bekerja sebagai tukang listrik sebelum benar-benar hidup dari sepak bola. Ia bahkan baru meneken kontrak profesional pertamanya di usia 26 tahun, usia yang bagi kebanyakan pesepak bola justru sudah masuk masa puncak.
Julukan "Vozinha" sendiri punya arti manis, yaitu "nenek kecil" dalam bahasa Portugis, merujuk pada kakek dan nenek yang membesarkannya di São Vicente. Menariknya, ia datang ke Piala Dunia 2026 tanpa kontrak profesional aktif, dan disebut jadi salah satu kiper dengan gaji terendah di antara seluruh peserta turnamen.
Rekor dan Perjalanan Panjang
Meski namanya baru mendunia sekarang, jam terbang Vozinha sudah sangat panjang. Ia membela timnas Cape Verde sejak 2012 dan kini tercatat sebagai pemain dengan caps terbanyak kedua sepanjang sejarah negara kepulauan tersebut. Sebelum Piala Dunia, ia sudah tampil di empat edisi Piala Afrika: 2013, 2015, 2021, dan 2023.
Karier klubnya pun berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain, mulai dari Cape Verde, Angola, Moldova, Portugal, Siprus, hingga Slovakia. Di Piala Dunia 2026, ia sekaligus mencatatkan diri sebagai pemain tertua yang tampil di laga debut Piala Dunia sebuah negara, tepat di usia 40 tahun 12 hari.
Followers Meledak dan Pujian Para Bintang

Efek penampilannya melawan Spanyol terasa langsung di dunia maya. Dalam hitungan jam usai laga, jumlah pengikut Instagram Vozinha meloncat dari sekitar 500,000 ke hampir 5 juta. Angka itu terus menanjak seiring berjalannya turnamen, menembus lebih dari 14 juta, dan sejumlah laporan bahkan menyebut angkanya melewati 20 juta.
Pujian berdatangan dari para bintang dunia. Gelandang Paul Pogba ikut berkomentar di media sosial soal aksi sang kiper, "The Cape Verde goalkeeper is really something, waaaaw."
Cape Verde, negara kepulauan berpenduduk sekitar 500,000 jiwa, memang jadi salah satu negara terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia. Perjalanan mereka di fase grup pun tak main-main, dengan catatan nirbobol alias clean sheet tak cuma saat menahan Spanyol, tapi juga ketika menghadapi Arab Saudi.
Langkah Terhenti di Tangan Argentina
Dongeng Cape Verde akhirnya terhenti di babak 32 besar. Mereka kalah dramatis 3-2 dari Argentina lewat perpanjangan waktu pada Jumat (3/7) di Miami. Kendati begitu, perlawanan sengit menghadapi salah satu favorit juara tetap menuai decak kagum.
Vozinha bahkan mengaku mendapat pesan berkelas dari Lionel Messi usai laga. Meski tersingkir, ia melangkah keluar dari turnamen sebagai underdog paling dicintai, sosok berusia 40 tahun yang membuktikan satu hal sederhana: mimpi tak pernah kenal usia.



