Piala Dunia 2026 Resmi Masuk Babak 32 Besar, Ini Sederet Fakta Menariknya

Pesta sepak bola terbesar di dunia memasuki babak berikutnya yang begitu dinantikan. Setelah babak grup Piala Dunia 2026 resmi tuntas, 32 dari 48 tim peserta berhasil memastikan tiket ke babak gugur. Babak 32 besar pun dimulai pada Minggu, 28 Juni, menandai dimulainya fase knockout yang akan berlangsung hingga partai final.
Edisi kali ini menyuguhkan banyak hal baru dan kejutan, mulai dari format yang belum pernah ada hingga kemunculan tim-tim debutan yang mencuri perhatian.
Babak 32 Besar, Format Baru dalam Sejarah Piala Dunia
Yang membuat Piala Dunia edisi ini istimewa adalah jumlah pesertanya. Untuk pertama kalinya, turnamen ini diikuti 48 negara, naik dari sebelumnya 32 negara. Konsekuensinya, format kompetisi pun berubah total. Ke-48 tim dibagi ke dalam 12 grup berisi empat tim. Dua tim teratas dari setiap grup, ditambah delapan tim peringkat ketiga terbaik, lolos ke babak gugur.
Hasilnya adalah sebuah babak yang benar-benar baru, yaitu babak 32 besar, yang belum pernah ada sepanjang sejarah Piala Dunia. Ini menjadi perubahan format pertama sejak 1998. Total pertandingan pun melonjak dari 64 menjadi 104 laga, dengan turnamen yang dihelat bersama oleh tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Babak gugur ini berlangsung dengan sistem sekali kalah, mulai 28 Juni hingga laga puncak pada 19 Juli mendatang di MetLife Stadium.
Kejutan dan Kuda Hitam dari Babak Grup

Babak grup edisi ini berlangsung penuh drama dan kejutan. Bintang utamanya adalah Tanjung Verde, negara kepulauan kecil di Afrika dengan populasi sekitar setengah juta jiwa, yang sukses menembus babak gugur pada penampilan perdananya di Piala Dunia.
Kisah serupa datang dari Afrika Selatan, yang untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil lolos dari fase grup berkat gol di pengujung laga. Di sisi lain, sejumlah nama besar justru harus angkat koper lebih awal. Korea Selatan tersingkir meski mengoleksi tiga poin, begitu pula Qatar, Turki, dan Tunisia yang gagal melaju.
Yang paling menyesakkan mungkin dialami Iran, yang kandas dari perebutan posisi kedua grup setelah golnya dianulir lewat tinjauan VAR di menit-menit akhir. Drama bahkan berlangsung hingga laga pamungkas, seperti di Grup G, tempat dua posisi teratas sempat berganti berkali-kali sebelum Belgia memastikan diri lolos lewat kemenangan telak 5-1 atas Selandia Baru. Secara keseluruhan, turnamen ini tergolong sangat produktif, dengan rata-rata hampir tiga gol per pertandingan.
Tiga Tuan Rumah Lolos, Para Raksasa Siap Bentrok

Kabar baik datang bagi tiga negara tuan rumah, karena Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sama-sama lolos ke babak 32 besar. Meksiko bahkan tampil meyakinkan sebagai juara grup, sementara Amerika Serikat dan Kanada menyusul dari posisi yang berbeda.
Tentu saja, deretan tim unggulan turut hadir lengkap. Brasil yang diperkuat Neymar, Argentina sang juara bertahan bersama Lionel Messi, hingga Prancis, Spanyol, Jerman, Portugal, Inggris, Belanda, dan Belgia, semuanya melaju. Babak 32 besar pun langsung menyuguhkan sejumlah laga besar.
Brasil akan berhadapan dengan Jepang, Prancis ditantang Swedia, sementara Belanda harus melewati Maroko, tim yang sempat menembus semifinal pada edisi sebelumnya. Tuan rumah Meksiko sendiri akan menjamu Ekuador, sedangkan Amerika Serikat menghadapi Bosnia. Tidak ketinggalan, Norwegia yang kembali ke panggung Piala Dunia setelah penantian panjang bersama bintangnya, Erling Haaland, akan ditantang Pantai Gading.
Jadwal Babak 32 Besar
Babak 32 besar resmi dibuka pada Minggu, 28 Juni, dengan satu laga tunggal antara Afrika Selatan melawan Kanada di Los Angeles. Setelah itu, akan ada tiga pertandingan setiap harinya hingga Jumat, 3 Juli.
Bagi penggemar di Indonesia, sebagian besar laga akan berlangsung pada dini hari WIB. Beberapa pertandingan yang paling dinanti antara lain Brasil melawan Jepang dan Jerman melawan Paraguay pada 29 Juni, lalu Prancis melawan Swedia serta Meksiko melawan Ekuador pada 30 Juni. Laga Inggris melawan Kongo, Belgia melawan Senegal, dan Amerika Serikat melawan Bosnia akan tersaji pada 1 Juli.
Setiap pertandingan di babak ini berlaku sistem gugur, sehingga jika imbang hingga waktu normal berakhir, laga dilanjutkan dengan babak tambahan dan diakhiri adu penalti bila masih sama kuat.
Dengan format baru, kejutan dari para debutan, dan bentrokan antar-raksasa, babak 32 besar Piala Dunia menjanjikan drama yang lebih besar dari sebelumnya. Perjalanan panjang menuju partai puncak pada 19 Juli pun kini benar-benar dimulai.



