Aura: Single Funk yang Pertemukan Vokal R&B Afgan, Selera Rock Winky Wiryawan dan Maxime Bouttier

Afgan, Winky Wiryawan, dan Maxime Bouttier resmi merilis Aura, single kolaborasi bernuansa funk dan dance, pada 1 Oktober 2026.
Lagu ini mempertemukan tiga latar musik yang jarang berada di satu ruangan, yaitu vokal R&B Afgan, selera musik keras yang dimiliki Winky dan Maxime, serta ketertarikan Winky pada funk. Winky mengisi gitar sekaligus memproduseri lagu bersama Kamga, Maxime duduk di balik drum, sementara Afgan bernyanyi dan menulis lirik.
Proses kreatifnya pun penuh cerita, mulai dari obrolan spontan di belakang panggung hingga debut Maxime sebagai drummer. Berikut kisah di balik lahirnya Aura:
Berawal dari Obrolan di Belakang Panggung
Kolaborasi ini bermula dari konser tunggal Afgan bertajuk Retrospektif: The Concert, yang digelar pada 18 Juli di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Winky dan Maxime datang menonton, lalu bertemu Afgan di belakang panggung. Dari pertemuan itu, muncul ide spontan untuk membuat karya bersama.
“Awalnya dari iseng-iseng ngobrol spontan di backstage, untuk bikin sesuatu bareng. Aku dan Maxime sebenarnya punya irisan musik yang mirip di skena musik keras,” ujar Winky dalam keterangan resmi.
Titik temu dengan Afgan datang dari funk dan R&B, dua genre yang juga digemari Winky. Afgan bahkan sempat meminta Winky me-remix lagunya agar bernuansa lebih funk. Setelah obrolan tersebut, Winky dan Maxime mengirim sejumlah demo aransemen kepada Afgan, tetapi belum ada satu pun yang disepakati.
Aura baru terbentuk ketika ketiganya menggelar sesi jamming bersama di studio. Begitu menemukan beat yang cocok, bagian utama, melodi, dan lirik lagu rampung dalam waktu sekitar satu setengah hingga dua jam.
Satu Kata yang Menjadi Judul

Judul Aura datang dari tempat yang tidak terduga. Afgan mengaku mendapat ide tersebut saat mampir ke kamar kecil, sesaat sebelum berangkat ke studio untuk bertemu Winky dan Maxime.
“Gue selalu dapat inspirasi entah kenapa lagi di toilet. Selalu, setiap lagu gue mostly di toilet dapat inspirasinya. Tiba-tiba ada satu kata yang masuk ke otak gue, 'Aura',” cerita Afgan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat, 2 Oktober.
Setibanya di studio, Afgan langsung mengusulkan kata tersebut sebagai judul, dan kedua rekannya setuju. Ia menegaskan inspirasinya tidak berasal dari tren "aura farming" yang ramai di media sosial. Bagi Afgan, judul itu justru mewakili tiga karakter berbeda di balik lagunya. “Kita semua punya karakter masing-masing,” ucapnya.
Debut Maxime Bouttier sebagai Drummer
Bagi Maxime, Aura menjadi pengalaman baru. Aktor yang biasanya memegang gitar saat bermusik ini untuk pertama kalinya mengisi drum dalam sebuah karya.
Keinginan bermain drum sebenarnya sudah ada sejak kecil, tetapi saat itu ia tidak diizinkan karena drum dianggap terlalu berisik di rumah, sehingga gitar menjadi instrumen pertamanya. Tempo demo Aura yang cukup cepat akhirnya membuat Maxime tertarik mengambil posisi di balik drum.
“Happy banget bahwa lagu Aura dibuka dengan beat drum, dan ini untuk pertama kalinya aku bermain drum. Setelah lama tidak main musik, ini jadi karya yang refresh untuk aku,” ujar Maxime.
Bersama band, Maxime terbiasa memainkan musik progresif dengan time signature yang rumit, terinspirasi Pink Floyd dan Led Zeppelin. Aura justru menawarkan pendekatan yang lebih sederhana. “It's a breath of fresh air,” tambahnya.
Vokal Direkam Ulang Jelang Mixing
Di balik proses yang disebut berjalan mulus, ada satu momen yang diingat Afgan. Rekaman vokal pertamanya dilakukan saat ia sedang sakit. Winky dan Maxime sebenarnya sudah puas dengan hasilnya, namun Afgan meminta mengulang seluruh vokal pada tengah malam, ketika lagu sudah hampir masuk tahap mixing.
Menurutnya, rekaman tersebut akan terus didengarkan orang, sehingga ia tidak ingin menyimpan penyesalan.
“Karena pas gue rekaman pertama kali gue lagi sakit, suara gue habis. Auranya nggak keluar,” ucap Afgan.
Ajakan untuk Lebih Percaya Diri

Lirik Aura terinspirasi dari orang-orang yang auranya memancar dan membuat orang di sekitarnya ikut merasa senang. Afgan ingin lagu ini menjadi feel good song yang menambah rasa percaya diri pendengarnya.
“Gue juga pengin orang yang dengar lagu ini bisa ngerasa uplifted gitu, bisa ngerasa punya confidence boost ketika mereka dengar lagu ini,” kata Afgan.
Maxime menambahkan harapan agar pendengar berani menjadi diri sendiri tanpa takut dinilai orang lain. Aura sekaligus melanjutkan eksplorasi funk Winky tahun ini. Sepekan sebelumnya, pada 25 September, ia bersama Panji Ndrio dan Bowie Champa memperkenalkan trio Neo Funk Therapy lewat remix Kita Ke Sana milik Hindia.
Soal penampilan langsung, ketiganya belum mengumumkan jadwal. “Kami mau menikmati dulu, bagaimana respons orang-orang dari energi musik kami bertiga,” tutup Winky.





