Volix
Musictunnel visionyekanye westye live in jakartatony williamsraw vision collective

Tunnel Vision: Saat Lagu-Lagu Ye Dibawakan 35 Penyanyi Paduan Suara dan Kendang di Terowongan SCBD

Iqbal Baskari·
Tunnel Vision: Saat Lagu-Lagu Ye Dibawakan 35 Penyanyi Paduan Suara dan Kendang di Terowongan SCBD (1)Tunnel Vision: Saat Lagu-Lagu Ye Dibawakan 35 Penyanyi Paduan Suara dan Kendang di Terowongan SCBD (2)
Via Evan Agostini/Invision/AP, Raw Vision Collective

Enam hari sebelum YE Live in Jakarta digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), lagu-lagu Ye lebih dulu menggema di bawah tanah.

Pada Minggu malam, 18 Oktober 2026, promotor Raw Vision Collective bersama platform aset digital Mobee menggelar Tunnel Vision: An Ode to Ye di jalan lintas bawah kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Sebanyak 35 penyanyi paduan suara membawakan 15 lagu ikonik sang rapper dengan iringan kendang, di bawah arahan Tony Williams, sepupu sekaligus kolaborator lama Ye. Pertunjukan ini disiarkan langsung di Instagram dan TikTok.

Berikut detail pertunjukannya dan persiapan konser yang tinggal menghitung hari:

Paduan Suara di Terowongan

Tony Williams dikenal sebagai vokalis dan produser yang sudah berkolaborasi dengan Ye sejak album debutnya, The College Dropout.

Dalam Tunnel Vision, ia meracik ulang katalog Ye dengan memadukan paduan suara kontemporer dan instrumen tradisional Indonesia. Panggungnya pun tidak biasa, karena akustik terowongan perkotaan dimanfaatkan sebagai bagian dari pertunjukan. Selain paduan suara, pertunjukan ini menampilkan Dre Synth, Glorify TLE, dan penyanyi Indonesia Angel Pieters.

Via Raw Vision Collective

Deretan lagu yang dibawakan di antaranya FourFiveSeconds, CARNIVAL, Street Lights, Moon, dan Ghost Town. Daftar itu merentang lintas era, mulai dari Street Lights dari album 808s & Heartbreak (2008), Ghost Town dari album ye (2018), dan Moon dari Donda (2021), hingga CARNIVAL dari Vultures 1 (2024) yang digarap bersama Ty Dolla Sign. Ada pula FourFiveSeconds, kolaborasi Ye dengan Rihanna dan Paul McCartney pada 2015. Rekaman lengkap pertunjukannya kini juga bisa disaksikan di YouTube.

“Melalui 'Tunnel Vision: An Ode to Ye', kami ingin mempertemukan musisi internasional dan talenta Indonesia dalam sebuah pertunjukan yang mengeksplorasi karya-karya YE lewat pendekatan musikal yang baru dan unik,” ujar Karen Tjahja, Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective.

Bagian dari Road to Ye Live

Tunnel Vision menjadi aktivasi terakhir dalam rangkaian Road to Ye Live sebelum hari konser. Pada pagi harinya, Williams juga memandu lari pagi sejauh lima kilometer yang dimulai pukul 05.30 dari Discovery Hotel di kawasan SCBD dan terbuka untuk umum.

Via Raw Vision Collective

Menurut Karen, antusiasme penonton datang dari dalam dan luar negeri. Raw Vision Collective mencatat sekitar 20,000 penggemar internasional sudah membeli tiket.

“Dengan Jakarta sebagai satu-satunya kota tur Ye yang diumumkan di Asia Tenggara dan Oseania, ini adalah momen penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kesiapannya menjadi tuan rumah hiburan langsung berskala besar,” kata Karen.

Globe Stage di Tengah GBK

YE Live in Jakarta dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober. Konser ini akan menghadirkan Globe Stage, panggung yang diletakkan tepat di tengah Stadion Utama GBK dengan konsep 360 derajat, sehingga penonton bisa menyaksikan pertunjukan dari berbagai sudut stadion. Tata visual, cahaya, audio, hingga piroteknik disiapkan untuk melengkapi penampilan Ye.

Gubernur Jakarta Pramono Anung ikut menyambut konser perdana Ye di Indonesia tersebut. “Ini momen yang sangat membanggakan bagi Jakarta,” kata Pramono.

Promotor mengingatkan penggemar untuk membeli tiket hanya lewat situs resmi yejakarta.com agar keasliannya terjamin.

Baca Juga