Tiket Ludes dalam Satu Jam, King Nassar Siap Sulap Istora Senayan Jadi Hutan Lewat Lost in the Jungle

King Nassar akan menggelar konser tunggal perdananya di Tanah Air, Lost in the Jungle, pada Sabtu, 7 November 2026, di Istora Senayan, Jakarta.
Konser yang dipromotori Boss Creator dan Vindes ini diiringi Erwin Gutawa Orchestra dan mengusung konsep panggung bertema hutan tropis. Antusiasme penonton terlihat sejak hari pertama penjualan, ketika tiket untuk enam kategori yang tersedia ludes dalam waktu sekitar satu jam.
Bagi penyanyi jebolan Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2004 ini, Lost in the Jungle menjadi penanda baru dalam karier yang sudah berjalan lebih dari dua dekade.
Berikut sejumlah hal menarik yang perlu diketahui menjelang konser tersebut:
Detail Konser Lost in the Jungle
Panggung konser ini memakai konsep thrust stage berbentuk huruf T. Area Festival berada tepat di depan panggung dan terbagi oleh extension stage, sementara deretan tribun mengelilingi panggung utama. Elemen visual, tata cahaya, hingga dekorasi dirancang untuk menghadirkan suasana rimba di dalam Istora.

Tiket dijual mulai Rp350,000 untuk Tribun 4A dan 4B hingga Rp3,5 juta untuk VVIP, belum termasuk pajak dan biaya layanan. Di antaranya terdapat Festival A dan B (Rp600,000), Tribun 2A dan 2B (Rp700,000), Tribun 1A dan 1B (Rp1 juta), serta Tribun A atau VIP (Rp2,5 juta).
Penjualan dibuka pada 28 Agustus pukul 19.00 WIB melalui aplikasi myBCA yang terhubung ke Tiket.com, dengan batas empat tiket per akun.
Hal Menarik Menjelang Konser King Nassar
Tiket Habis dalam Satu Jam
Sehari setelah penjualan dibuka, Boss Creator mengumumkan seluruh tiket telah habis. Kolom komentar Instagram promotor langsung dipenuhi permintaan untuk menambah hari kedua, bahkan memindahkan konser ke Stadion Utama Gelora Bung Karno karena Istora dinilai terlalu kecil.
“War-nya gila banget lebih dari K-Pop,” tulis seorang penggemar. Hingga pekan lalu, jadwal yang tercantum masih satu hari di Istora Senayan.
Bocoran Sejak Mei dan Teaser di Tengah Hutan
Kabar konser ini sebenarnya sudah dibocorkan King Nassar sendiri. Pada 29 Mei, ia mengunggah sejumlah foto di Instagram dengan keterangan “My big concert November.”
Boss Creator kemudian mengumumkannya pada 16 Juni lewat video teaser yang memperlihatkan Nassar bernyanyi di tengah hutan, mengenakan busana ala kerajaan bermotif loreng macan lengkap dengan mahkota. Pengumuman itu turut disambut sejumlah selebritas, termasuk Soimah, Ndarboy Genk, dan Vicky Shu.
Diiringi Erwin Gutawa Orchestra
Kehadiran Erwin Gutawa Orchestra menjadi kejutan tersendiri, karena lagu-lagu dangdut andalan Nassar berpeluang hadir dengan aransemen orkestra yang belum pernah didengar penggemarnya.
Format ini cukup kontras dengan kebiasaannya di panggung reguler. Nassar terbiasa mengubah urutan lagu secara spontan mengikuti suasana penonton, sehingga ia selalu membawa pemain musik pengiringnya sendiri.
“Makanya aku bawa band sendiri karena mereka yang mengerti,” ujarnya.
Target Turun 10 Kilogram


Persiapan fisik sudah dimulai sejak awal tahun. Pada Februari, saat bulan Ramadan, Nassar mengaku memperbanyak jalan kaki demi menjaga stamina dan menargetkan berat badannya turun hingga 10 kilogram.
“Target turun 10 kilo lagi jadi badannya biar bagus karena kan mau konser,” kata Nassar.
Stamina memang krusial bagi penyanyi yang tidak pernah tampil diam di atas panggung. “Kalau aku bernyanyi serius seperti penyanyi normal pada umumnya, mereka pasti bingung,” ujarnya.
Tradisi Kostum Nyeleneh
Penonton juga menanti kostum yang akan dikenakan King Nassar. Di Pestapora 2026, yang digelar di Gambir Expo dan Hall D2 JIExpo Kemayoran pada 25 September, ia tampil dengan busana merah putih menyerupai komidi putar, lengkap dengan ornamen kuda yang menggantung di bagian bawah kostumnya.
Di edisi sebelumnya, ia pernah memanjat tiang panggung dan muncul dari dalam properti nanas raksasa. Ia juga pernah beraksi di atas truk pemadam kebakaran. Menurut Nassar, semua itu adalah bentuk penghargaan untuk penonton.
“Saya ingin memberikan kepuasan untuk orang yang beli tiket,” katanya.
Dari Runner-up KDI hingga Idola K-Popers
Nassar memulai karier sebagai runner-up KDI 2004 saat berusia 16 tahun, lalu dikenal lewat lagu seperti Ogah Pulang dan Seperti Mati Lampu.
Pada 2017, ia meraih penghargaan Penyanyi Dangdut Solo Pria Terpopuler di Indonesian Dangdut Awards. Popularitasnya kembali melonjak pada 2021, ketika penggemar K-pop menjulukinya "Nassar Oppa" dan menjadikan Seperti Mati Lampu bahan meme.
Fandom bernama Nastar pun lahir, lengkap dengan "lightstick" Nastar Bong yang dijual tanpa lampu agar pemiliknya lebih menghayati lagu tersebut. Malam di Istora Senayan nanti akan menjadi bukti bahwa basis penggemarnya kini melintasi generasi dan selera musik.





