Snada Indonesia 2026: Anggun Dipastikan Tampil Bersama Dewa 19 dan Musisi Timur

Snada Indonesia kembali untuk edisi keduanya, kali ini dengan panggung yang lebih besar. Pertunjukan musik yang digagas OPPAL tersebut akan digelar pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Istora Senayan, Jakarta, dengan tema Suara dan Nada dari Indonesia Timur.
Anggun, yang batal tampil pada edisi perdana tahun lalu, kini dipastikan hadir bersama Dewa 19 dan deretan musisi yang membawa warna musik Timur. Semua penampil akan diiringi Rumah Orkestra Jogja, sementara di luar panggung acara ini membawa misi sosial untuk anak-anak dan sekolah di daerah 3T.
Berikut line-up, konsep, misi sosial, dan harga tiketnya:
Anggun, Setahun Setelah Batal Tampil
Kehadiran Anggun menjadi salah satu kabar terbesar edisi ini. Diva internasional asal Indonesia itu sebenarnya sudah masuk daftar penampil Snada Indonesia 2025 di ICE BSD, Tangerang.

Namun, ia batal hadir karena perubahan jadwal syuting serial Reacher di Kanada, sehingga edisi perdana pada 8 Oktober 2025 tetap berjalan bersama Tulus, Kahitna, Afgan, dan Yura Yunita. Tahun ini, penyelenggara memastikan Anggun turut memeriahkan Istora Senayan, dan tiket kategori termahal bahkan menyertakan akses meet and greet dengannya.
Dewa 19 juga masuk jajaran penampil dengan formasi spesial yang menghadirkan Ari Lasso, Virzha, Marcello Tahitoe atau Ello, serta Tyo Nugros. Perpaduan vokalis lintas generasi tersebut akan tampil dengan iringan orkestra.
Panggung untuk Suara dari Timur
Sesuai temanya, Snada Indonesia 2026 memberi ruang besar bagi musisi yang membawa warna musik Indonesia Timur. Ada Andmesh Kamaleng, penyanyi asal Nusa Tenggara Timur yang menjuarai Rising Star Indonesia, serta Toton Caribo, Jacson Zeran, Fresly Nikijuluw, dan grup Moluccan Soul.
Sebagian dari mereka adalah wajah gelombang musik Timur yang ramai di platform digital. Jacson Zeran merupakan salah satu penyanyi Tabola Bale bersama Silet Open Up, Juan Reza, dan Diva Aurel, lagu yang sudah ditonton lebih dari 240 juta kali di YouTube. Toton Caribo dan Fresly Nikijuluw pernah berkolaborasi lewat Ngapain Repot bersama Wizz Baker, sementara Toton dan Jacson baru saja merilis Wayase Seka bersama Novia Bachmid pada 26 Agustus.
Orkestra, Tari, dan Lokasi Baru
Rumah Orkestra Jogja, komunitas orkestra anak muda asal Yogyakarta, kembali menjadi pengiring utama setelah tampil di edisi perdana. Unsur visualnya diperkuat Team Roro, kelompok tari kontemporer dan seni pertunjukan yang didirikan Ronald Soe.
Kepindahan dari ICE BSD ke Istora Senayan, menurut penyelenggara, dimaksudkan untuk menampung antusiasme penonton yang lebih besar sekaligus menghadirkan tata panggung dan akustik yang lebih maksimal. Pertunjukan ini merupakan kolaborasi OPPAL, Sucor Sekuritas, dan promotor Antara Suara, dengan dukungan BCA, ANTAM, dan JNE.
Misi Sosial untuk Sekolah di Daerah 3T
Di luar panggung, Snada Indonesia 2026 membawa misi untuk mendukung anak-anak dan sekolah di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) lewat musik dan kolaborasi. Pada 28 Juli, tim OPPAL mendatangi Elar di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, dan menyalurkan bantuan langsung ke sekolah-sekolah di wilayah tersebut.
“Musik memiliki kekuatan untuk menghubungkan orang melampaui bahasa, budaya, usia, dan jarak,” kata Bernard Permadi, pendiri sekaligus CEO OPPAL dan Snada Indonesia.
Jadwal dan Harga Tiket

Menurut halaman tiket resminya di Loket, acara dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Penjualan tiket ditutup pada 9 Oktober pukul 23.59 WIB, dengan daftar harga sebagai berikut:
● Festival: Rp750,000
● Bronze A dan B: Rp1,000,000
● Silver A dan B: Rp1,200,000
● Gold A dan B: Rp1,500,000
● Platinum A dan B: Rp1,800,000
● VIP: Rp2,500,000
● Diamond Spot A dan B: Rp6,000,000 (habis terjual)
Harga tersebut belum termasuk pajak hiburan daerah 10 persen dan biaya admin 5 persen. Tiket dijual melalui situs resmi snadaindonesia.com, dan pengguna aplikasi myBCA bisa mendapatkan diskon 10 persen untuk kategori VIP hingga Festival.





