Volix
sportsserena williamswimbledon 2026teniscomebackvenus williamsgrand slamolahragatennis

Serena Williams Comeback di Wimbledon 2026, Kembali Setelah Hampir Empat Tahun

Iqbal Baskari·
Serena Williams Comeback di Wimbledon 2026, Kembali Setelah Hampir Empat Tahun
Via AP Photo/Kin Cheung

Dunia tenis dan olahraga kembali dihebohkan oleh satu nama, Serena Williams. Petenis legendaris berusia 44 tahun itu resmi kembali ke nomor tunggal Wimbledon untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun, lewat jalur wild card.

Pemilik 23 gelar Grand Slam tunggal ini dijadwalkan memulai petualangan barunya di Centre Court pada Selasa, 30 Juni 2026, menghadapi petenis muda Australia, Maya Joint. Kembalinya sang ikon global ini langsung menjadi salah satu cerita olahraga terbesar tahun ini.

Comeback yang Mengguncang Dunia

Kabar kembalinya Serena benar-benar mengguncang jagat tenis dan olahraga selama dua pekan terakhir. Uniknya, pengumuman dari pihak Wimbledon justru terkesan sederhana, hanya menyebut bahwa Serena menerima wild card tunggal putri yang terakhir, padahal ini salah satu berita terbesar di dunia olahraga tahun ini.

Via IG/wimbledon, serenawilliams

Ia menerima wild card tunggal kedelapan sekaligus terakhir yang sengaja disimpan panitia untuknya, setelah sebelumnya sudah mengantongi wild card ganda bersama sang kakak, Venus Williams. Laga ini menjadi pertandingan tunggal pertamanya sejak US Open 2022, ajang terakhir sebelum ia memutuskan menjauh dari tenis pada tahun yang sama.

Menariknya, Serena tidak langsung terjun ke nomor tunggal. Ia lebih dulu menjajal lapangan rumput lewat beberapa laga ganda di Queen's Club dan Berlin untuk menemukan kembali ritme permainannya, sebelum akhirnya yakin untuk kembali bersaing.

Legenda dengan Rekor yang Sulit Ditandingi

Meski sudah lama absen, status Serena sebagai salah satu petenis terhebat sepanjang masa tidak perlu diragukan lagi. Ia mengoleksi 23 gelar Grand Slam tunggal, jumlah terbanyak sepanjang Era Terbuka, ditambah 14 gelar Grand Slam di nomor ganda dan empat medali emas Olimpiade.

Di Wimbledon saja, ia sudah merengkuh tujuh gelar tunggal, enam gelar ganda putri, dan satu gelar ganda campuran. Belum lagi medali emas Olimpiade tunggal yang ia raih di London 2012, di lapangan rumput All England Club yang sama.

Pada usia 44 tahun, Serena bahkan mencatatkan diri sebagai perempuan tertua kedua yang tampil di babak utama tunggal Wimbledon pada Era Terbuka, hanya di belakang Martina Navratilova. Lapangan rumput pun dinilai sebagai permukaan yang paling cocok untuk gaya permainannya.

Alasan Sederhana di Balik Kembalinya

Via IG/serenawilliams

Apa yang membuat seorang Serena Williams memutuskan kembali setelah menikmati waktunya di luar lapangan? Jawabannya ternyata sederhana dan personal. Menariknya, Serena sendiri tidak pernah benar-benar menggunakan kata 'pensiun' saat menjauh dari tenis pada 2022, melainkan menyebutnya sebagai sebuah evolusi.

Kini, ia mengaku tidak pernah menyangka akan kembali bermain. "Saya tidak pernah berpikir akan melakukan ini lagi," ujar Serena. Namun, kesempatan langka dari Wimbledon membuatnya berpikir ulang, karena menurutnya tidak setiap hari turnamen sebesar ini menyimpan satu wild card khusus untuk seseorang.

Di balik keputusan itu, ada motivasi yang paling menyentuh, yaitu keinginannya agar kedua putrinya, Olympia yang kini berusia delapan tahun dan Adira yang berusia dua tahun, bisa menyaksikan langsung sang ibu bertanding. Serena juga menegaskan bahwa kali ini ia tidak membebani diri dengan target apa pun dan memilih menjalaninya hari demi hari.

Tantangan Berat dan Mimpi yang Belum Usai

Tentu saja, jalan Serena tidak akan mudah. Selain harus beradaptasi kembali dengan cepatnya lapangan rumput setelah lama vakum, ia kini tampil tanpa peringkat dunia dan harus menghadapi lawan-lawan muda yang tengah dalam performa terbaik. Namun, nama besar Serena membuat siapa pun yang berhadapan dengannya tetap merasa tertekan.

Di sisi lain, gelaran tahun ini juga diramaikan para bintang lain, seperti juara bertahan Jannik Sinner dan Iga Swiatek, meski sang juara dua kali Carlos Alcaraz absen karena cedera. Setelah nomor tunggal, Serena juga akan kembali berpasangan dengan Venus di nomor ganda putri mulai 2 Juli.

Banyak yang menduga comeback ini bukan sekadar untuk satu turnamen, mengingat rangkaian turnamen lapangan keras dan US Open masih menanti dalam beberapa pekan ke depan, bahkan muncul mimpi indah melihat duet Williams bersaudara kembali tampil di Olimpiade LA 2028.

Apa pun hasil yang akan diraihnya, kembalinya Serena Williams sudah membuat Wimbledon 2026 menjadi jauh lebih menarik untuk diikuti. Lebih dari sekadar pertandingan, ini adalah momen menyaksikan salah satu ikon olahraga terbesar sepanjang masa kembali menghidupkan panggung yang dulu pernah menjadi miliknya.

Baca Juga