Volix
Current Eventsgempa nttkarhutla kalimantandonasi gempa nttbencana indonesiagempa flores

Rentetan Bencana Indonesia: Gempa NTT, Kabut Asap Kalimantan, dan Cara Bantu Korbannya

Iqbal Baskari·
Rentetan Bencana Indonesia: Gempa NTT, Kabut Asap Kalimantan, dan Cara Bantu Korbannya (1)Rentetan Bencana Indonesia: Gempa NTT, Kabut Asap Kalimantan, dan Cara Bantu Korbannya (2)
Via ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym., Auliya Rahman/YU

Beberapa pekan terakhir jadi periode berat buat banyak daerah di Indonesia. Gempa NTT bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores pada pertengahan Agustus dan menelan puluhan korban jiwa, sementara kebakaran hutan dan lahan mengepung Kalimantan dengan kabut asap yang bikin puluhan ribu orang terkena infeksi saluran pernapasan.

Di saat bersamaan, pemulihan pascabanjir dan longsor di tiga provinsi Sumatera juga belum tuntas. Rentetan ini bahkan sampai disinggung Presiden Prabowo Subianto saat upacara HUT ke-81 RI di Istana.

Berikut rekap singkatnya, plus daftar kanal donasi resmi yang sudah dicek keasliannya.

Gempa Magnitudo 7,7 di Flores

Gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 waktu setempat. Pusatnya berada di Laut Flores, sekitar 30 kilometer arah timur laut Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.

Berdasarkan data BPBD NTT per 18 Agustus, korban meninggal tercatat 69 orang, dengan 331 orang luka-luka dan 34,689 warga mengungsi. Sebanyak 19,297 rumah terdampak, dan tujuh kabupaten masuk daftar wilayah terdampak.

Sebaran korban meninggal paling banyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 26 jiwa, disusul Manggarai Timur 25 jiwa, lalu Nagekeo 8 jiwa dan Sikka 4 jiwa. Manggarai Barat, Ende, dan Ngada masing-masing mencatat 2 korban. Untuk menopang layanan kesehatan yang kewalahan, Kementerian Kesehatan sudah mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan ke Ruteng di Kabupaten Manggarai dan ke Kabupaten Nagekeo.

Kabut Asap Karhutla Mengepung Kalimantan

Di sisi lain Indonesia, masalahnya justru datang dari udara. Kebakaran hutan dan lahan membakar Kalimantan sepanjang musim kemarau, dan asapnya sudah menutup langit di banyak kota.

Angkanya besar. Catatan Walhi sepanjang Januari sampai Juli 2026 menyebut Kalimantan Barat saja mencatat 17,236 titik panas dengan 28,680 hektare lahan terbakar, sementara empat provinsi Kalimantan lainnya mengumpulkan 34,262 titik panas dan 33,837 hektare. Yang penting dicatat, sekitar 74 persen titik panas itu berada di area berkonsesi, terbanyak di perkebunan sawit dan pertambangan.

Dampak kesehatannya sudah terasa. BPBD Kalimantan Tengah mencatat 66,679 kasus infeksi saluran pernapasan akut per 18 Agustus, dengan 46 kejadian kebakaran dan 1,026 titik panas tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Sekitar 10,700 personel gabungan diterjunkan untuk pemadaman. Di Kalimantan Barat, kabut asap menyelimuti 14 kabupaten dan kota, sementara kualitas udara Palangkaraya sempat masuk kategori berbahaya dan Pontianak berstatus tidak sehat sejak akhir Juli.

Titik Api di Wilayah Lain

Di luar Kalimantan, laporan harian BNPB juga mencatat kebakaran di Kabupaten Minahasa Tenggara dengan perkiraan luas sekitar 300 hektare, kawasan Gunung Bromo sekitar 10 hektare, dan Kabupaten Simalungun di Sumatera Utara.

Cuaca ekstrem ikut menambah beban. Angin puting beliung menerjang Kota Tebing Tinggi, sementara angin kencang dan banjir sempat melanda sebagian Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Pemulihan Sumatera yang Belum Selesai

Yang sering terlupakan, tiga provinsi di Sumatera masih dalam masa pemulihan dari bencana banjir dan longsor yang dimulai akhir November 2025. Data BNPB mencatat korban meninggal di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1,189 jiwa, dengan 141 orang dinyatakan hilang dan 195,542 warga sempat mengungsi. Sejumlah daerah masih berstatus tanggap darurat atau transisi darurat.

Kanal Donasi Resmi

Perawatan pasien di tenda darurat RSUD Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT
Perawatan pasien di tenda darurat RSUD Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT · Via ANTARA FOTO/Gecio Viana/app/nym.

Berikut kanal yang dikelola lembaga resmi dan sudah dicek aktif per 19 Agustus:

●        BAZNAS, Sedekah Bencana: https://bayarzakat.baznas.go.id/sedekahbencana

●        BAZNAS, Tanggap Bencana: https://donasi.baznas.go.id/tanggapbencana

●        Dompet Dhuafa, khusus gempa NTT: https://digital.dompetdhuafa.org/donasi/gempantt

●        Lazismu, bantuan bencana: https://donasi.lazismu.org/bantuanbencana

●        Rumah Zakat: https://www.rumahzakat.org/id/donasi

●        PMI: https://www.pmi.or.id/donasi/

●        Kitabisa, Bangkit Bersama NTT: https://kitabisa.com/campaign/bangkitbersamantt

●        Kitabisa, Setara Peduli NTT: https://kitabisa.com/campaign/setarapedulintt

 

Sebelum transfer, pastikan dulu kanalnya. Bencana besar selalu diikuti penipuan berkedok donasi, biasanya lewat nomor rekening pribadi yang disebar di kolom komentar atau pesan berantai. Aman kalau lembaganya jelas badan hukumnya, halamannya beralamat resmi, dan laporan penyalurannya terbuka. Kalau ragu, buka langsung situs lembaganya lewat mesin pencari, jangan lewat tautan yang diteruskan orang lain.

Satu hal lagi yang sering kelewat. Bantuan barang belum tentu selalu membantu kalau tidak dikoordinasikan, karena logistik di lokasi bencana justru bisa tersendat kalau kiriman menumpuk dan tidak sesuai kebutuhan. Kalau mau menyalurkan barang, cek dulu kebutuhan terkini lewat kanal resmi BNPB di bnpb.go.id atau BPBD setempat, supaya yang dikirim benar-benar terpakai.

Baca Juga