Volix
TVlanternslanterns hboserial dc 2026green lantern seriesdcu james gunn

Lanterns di HBO Pecah Rekor Debut DC, Deretan Fakta Seputar Serial Green Lantern Baru

Iqbal Baskari·
Lanterns di HBO Pecah Rekor Debut DC, Deretan Fakta Seputar Serial Green Lantern Baru
Via HBO

Ada satu serial superhero yang sedang jadi bahan omongan, dan pendekatannya justru bertolak belakang dengan tren film superhero belakangan.

Lanterns mulai tayang di HBO pada 16 Agustus 2026, dan dalam tiga hari pertama langsung mengumpulkan 9,3 juta penonton di seluruh dunia. Angka itu menjadikannya debut terbesar untuk serial DC Studios di HBO Max sepanjang sejarah. Yang menarik, kisah dua Green Lantern ini justru dibungkus sebagai drama kriminal muram di pedesaan Amerika, bukan tontonan penuh ledakan warna.

Berikut hal-hal yang bikin serial ini layak diikuti:

Angka Debutnya RAKSASA

Via HBO

Capaian 9,3 juta penonton itu terkumpul cuma dalam tiga hari, dengan 6,6 juta di antaranya berasal dari Amerika Serikat. Sebagai pembanding, The Penguin yang sebelumnya jadi andalan DC di HBO mencatat 5,3 juta penonton Amerika dalam empat hari pertamanya.

Artinya Lanterns bukan cuma memecahkan rekor DC, tapi juga masuk lima besar debut serial terbaik di HBO Max secara keseluruhan. Buat sebuah proyek yang sempat mundur jadwal rilisnya, hasil ini jelas melegakan.

Konteksnya bikin angka itu terasa lebih besar lagi. Green Lantern selama ini dianggap salah satu properti DC yang paling sulit diadaptasi, terutama setelah versi layar lebarnya pada 2011 berakhir jadi bahan olok-olok. Membangun ulang nama itu lewat serial televisi jelas bukan taruhan yang aman.

Green Lantern Rasa True Detective

Via HBO

Inilah bagian yang paling sering dibahas kritikus. Alih-alih perang antargalaksi, ceritanya dimulai dari penyelidikan kasus pembunuhan di Rushville, sebuah kota kecil di Nebraska, Amerika Serikat. Hal Jordan yang veteran curiga insiden itu punya kaitan dengan makhluk luar angkasa, dan dari situ dua polisi antariksa ini masuk ke misteri yang jauh lebih gelap.

Kemiripan nadanya dengan True Detective bukan kebetulan. Chris Mundy, yang jadi showrunner sekaligus salah satu penciptanya, memang pernah menulis beberapa episode serial tersebut. Ia menggarap Lanterns bersama Damon Lindelof, otak di balik Watchmen versi HBO, dan Tom King, penulis komik yang karyanya jadi dasar film Supergirl.

Tiga nama itu praktis menjelaskan kenapa hasilnya terasa beda sendiri. Dua episode pertamanya disutradarai James Hawes, dan proses syutingnya berlangsung dari Februari sampai Juli 2025 di Los Angeles serta Warner Bros. Studios Burbank. Dua episode tersebut kini sudah tayang.

Duet Kyle Chandler dan Aaron Pierre

Via HBO

Kyle Chandler memerankan Hal Jordan, sementara Aaron Pierre tampil sebagai John Stewart, sosok Green Lantern yang paling dikenal generasi penonton Justice League. Formatnya adalah odd couple klasik, satu veteran dan satu rekrutan baru, yang dipaksa bekerja sama.

Jajaran pendukungnya juga kuat, mulai dari Kelly Macdonald, Garret Dillahunt, sampai Poorna Jagannathan. Ada juga Ulrich Thomsen yang memerankan Thaal Sinestro, musuh bebuyutan Green Lantern, plus Nathan Fillion yang kembali sebagai Guy Gardner setelah muncul di Peacemaker dan Superman.

Nilainya Tinggi dan Nyambung ke DCU

Respons kritikus condong positif. Di Rotten Tomatoes skornya mencapai 94 persen dari 82 kritikus, sementara Metacritic memberinya 72 dari 100 dengan status generally favorable. Beberapa resensi menyebutnya perpaduan True Detective dan Watchmen, dan menganggapnya salah satu serial DC terbaik sejauh ini.

Serial delapan episode ini tayang mingguan tiap Minggu di HBO dan HBO Max, dan akan berakhir pada 4 Oktober. Posisinya masuk dalam Chapter One: Gods and Monsters, babak pembuka semesta DC versi James Gunn dan Peter Safran, dengan sejumlah kaitan langsung ke peristiwa di film Superman.

Baca Juga