Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Ini Kronologi dan Situasi Terkininya

Kawasan wisata Gunung Bromo tengah dilanda musibah. Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak awal Agustus 2026 terus meluas dan sulit dikendalikan.
Api yang awalnya hanya membakar area kecil kini telah menghanguskan ratusan hektare kawasan, memaksa pihak berwenang menutup total akses wisata demi keselamatan. Kondisi ini pun menjadi sorotan, mengingat Bromo merupakan salah satu destinasi wisata alam paling populer di Indonesia. Berbagai upaya pemadaman masih terus dikerahkan hingga saat ini.
Berikut kronologi kebakaran Bromo sejak awal mula hingga situasi terkininya:
Kronologi Kebakaran Sejak Awal Agustus
Kebakaran Bromo dilaporkan bermula pada Senin (3/8) di sekitar kawasan Bantengan, dengan titik api pertama muncul di dekat Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Probolinggo. Pada awalnya, luas area yang terbakar masih relatif kecil, yakni sekitar 7.9 hektare.

Namun, api dengan cepat merembet dan membesar. Luas kawasan terdampak terus bertambah dari 44 hektare, 51 hektare, hingga mencapai sekitar 176 hektare pada Jumat (7/8) malam. Situasi kian memburuk setelah api kembali menyala pada Sabtu malam, membuat luas area yang hangus melonjak drastis hingga menembus sekitar 520 hektare.
Diduga Akibat Kelalaian Manusia
Menurut Balai Besar TNBTS, pemicu utama kebakaran ini diduga kuat bukan berasal dari faktor alam, melainkan akibat kelalaian manusia. Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan bahwa api diyakini bersumber dari aktivitas manusia, dengan titik awal diduga berada di jalur tradisional yang biasa dilalui warga.
Kondisi cuaca yang kering disertai embusan angin kencang membuat api semakin cepat menjalar, terutama di medan bertebing yang curam. Sulitnya akses membuat proses pemadaman dari darat terkendala, sehingga pihak berwenang mengerahkan sejumlah helikopter untuk melakukan operasi water bombing dari udara. Ratusan petugas gabungan pun turut dikerahkan di lapangan untuk mencegah api meluas lebih jauh.
Situasi Terkini: Wisata Bromo Ditutup Total
Sebagai langkah antisipasi, Balai Besar TNBTS memutuskan menutup total seluruh akses wisata ke Gunung Bromo mulai Sabtu (8/8) malam hingga batas waktu yang belum ditentukan. Sejumlah jalur utama yang diblokir meliputi Cemorolawang, Wonokitri, Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro.


Meski begitu, sejumlah destinasi wisata di sekitar Probolinggo disebut masih aman dan tetap buka, seperti Jembatan Kaca Bromo, Puncak Seruni Point, dan Terminal Seruni Point. Lokasi-lokasi tersebut dinilai berada pada jarak yang cukup jauh dari zona kebakaran, sehingga aktivitas wisata di sana masih dapat berjalan seperti biasa. Kendati demikian, pihak berwenang mengingatkan bahwa status ini bisa berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan di lapangan.
Bukan Terkait Aktivitas Vulkanik
Di tengah kebakaran ini, masyarakat diimbau untuk tidak panik. Pasalnya, kejadian tersebut merupakan murni kebakaran hutan dan lahan dan tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Bromo. Hal itu ditegaskan langsung oleh Badan Geologi.
Adapun status aktivitas Gunung Bromo hingga kini masih berada pada Level II atau Waspada, sama seperti sebelum kebakaran terjadi. Pihak berwenang pun terus berupaya memadamkan api sekaligus mencegah perluasannya agar kawasan konservasi yang menjadi ikon wisata Indonesia ini dapat segera pulih.
Perkembangan kebakaran Bromo ini masih terus dipantau oleh tim gabungan di lapangan.



