Dirty Matcha, Perpaduan Matcha dan Kopi yang Lagi Bikin Gen Z Rela Antre

Kalau kamu rajin scroll FYP atau keliling kafe belakangan ini, hampir mustahil untuk tidak berpapasan dengan warna hijau matcha. Minuman satu ini benar-benar sedang naik daun, dan salah satu variannya yang paling nge-hype adalah dirty matcha, perpaduan antara matcha dan kopi yang membuat banyak orang penasaran.
Apa Itu Dirty Matcha?
Sederhananya, dirty matcha adalah matcha latte yang ditambahkan satu shot espresso. Perpaduan ini menghasilkan rasa unik: kesegaran khas matcha yang earthy bertemu dengan pahit dan aroma kuat kopi.
Tak hanya soal rasa, tampilannya pun jadi daya tarik tersendiri. Lapisan hijau matcha, putih susu, dan cokelat gelap espresso di dalam gelas bening menciptakan gradasi warna yang sangat Instagramable. Bagi sebagian orang, dirty matcha adalah cara mendapatkan yang terbaik dari dua dunia sekaligus.
Kenapa Gen Z Kepincut?
Di balik popularitasnya, ada alasan yang lebih dalam dari sekadar estetika. Banyak anak muda, terutama Gen Z, punya hubungan yang rumit dengan kopi. Efek seperti jantung berdebar, gelisah, hingga “crash” di sore hari membuat sebagian orang mencari minuman alternatif.

Di sinilah matcha unggul. Kandungan L-theanine di dalamnya bekerja bersama kafein untuk memberikan energi yang lebih stabil, tanpa lonjakan dan penurunan drastis seperti pada kopi. Alhasil, matcha dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat sekaligus terkesan premium. Ditambah lagi, warnanya yang hijau cerah seolah diciptakan untuk media sosial, di mana daya tarik visual kerap jadi pemicu utama orang penasaran untuk mencoba.
Tak heran, produksi matcha global dilaporkan tumbuh hingga hampir 139% hanya dalam tiga tahun, banyak didorong oleh konsumen Gen Z.
Demam Matcha di Jakarta
Tren ini terasa nyata di Jakarta. Dari coffee shop, gerai minuman, sampai bakery, hampir semuanya kini punya varian matcha di menu mereka. Setiap menu matcha baru pun kerap langsung viral dan mengundang antrean. Fenomena ini sebenarnya bukan cuma milik Jakarta. Dirty matcha lebih dulu jadi primadona di kafe-kafe dunia, dari Seoul sampai Melbourne, sebelum ikut membanjiri Tanah Air.
Dirty matcha sendiri mulai bermunculan di kedai kopi kekinian Tanah Air sejak pertengahan 2024, sebelum benar-benar meledak sepanjang 2025. Soal harga, satu gelasnya dibanderol sekitar Rp35,000 hingga Rp65,000, tergantung lokasi dan kualitas bahan. Yang menarik, banyak kafe lokal juga berkreasi dengan sentuhan khas Nusantara, seperti Dirty Matcha Gula Aren, Dirty Matcha Oat Milk, hingga Iced Dirty Matcha Coconut.
Sekadar Tren atau Gaya Hidup?
Pertanyaan yang wajar muncul: apakah demam matcha ini hanya tren sesaat? Bagi banyak anak muda, matcha tampaknya sudah melampaui sekadar minuman. Ia menjelma jadi semacam pernyataan gaya hidup, perpaduan antara kesadaran kesehatan, estetika, dan momen bersosialisasi.
Entah bakal bertahan lama atau tidak, satu hal yang pasti: untuk saat ini, warna hijau matcha masih akan terus menghiasi feed dan meja-meja kafe. Jadi, apakah kamu tim matcha, tim kopi, atau justru tim dirty matcha yang mau-mau saja menikmati keduanya sekaligus?




