Debut Shin Tae-yong di Persija Berakhir Kalah, Diwarnai Klarifikasi Sanksi dari Federasi Korea

Babak baru Shin Tae-yong bersama Persija Jakarta dimulai dengan cara yang kurang manis. Pelatih asal Korea Selatan yang sebelumnya lama menangani Timnas Indonesia itu langsung menelan kekalahan pada laga debutnya di ajang Piala Presiden 2026.
Persija tumbang 0-1 dari tuan rumah Persebaya Surabaya, dengan gol yang terjadi lewat cara yang cukup menyakitkan. Celakanya, debut pahit ini datang di tengah ramainya kabar sanksi dari Federasi Sepak Bola Korea Selatan atau KFA, yang belakangan diluruskan oleh pihak klub.
Berikut rangkuman lengkap debut Shin Tae-yong sekaligus duduk perkara kontroversi yang membayanginya.
Debut Pahit di Piala Presiden 2026
Laga perdana Shin Tae-yong bersama Persija digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Minggu (26/7). Bertindak sebagai tim tamu, Macan Kemayoran harus mengakui keunggulan tuan rumah Persebaya dengan skor tipis 0-1.

Satu gol yang menentukan hasil laga ini terbilang menyakitkan bagi kubu Persija. Pasalnya, gol tersebut lahir dari gol bunuh diri Pankov pada menit ke-64, akibat miskomunikasi dengan kiper Aqil Savik. Persija sebenarnya sempat membalas dan mencetak gol di sisa waktu, tetapi gol itu dianulir wasit, sehingga skor tetap tidak berubah hingga peluit panjang.
Hasil ini sekaligus menjadi pengingat bahwa proses adaptasi Shin Tae-yong bersama skuad barunya masih akan memakan waktu.
Eksperimen Skuad Muda ala Shin Tae-yong
Meski berakhir kalah, laga ini tetap memberikan gambaran soal pendekatan Shin Tae-yong di Persija. Ia terlihat memanfaatkan pertandingan sebagai ajang uji coba dengan menurunkan sejumlah pemain muda, seperti Agi Firmansyah, Victor Dethan, Figo Dennis, dan Fajar Faturrahman.
Momen menarik lainnya adalah masuknya Pratama Arhan sebagai pemain pengganti setelah Persija tertinggal. Penampilan ini sekaligus menandai debut sang bek yang sebelumnya sempat merumput di Jepang, Korea Selatan, dan Thailand. Kepercayaan pada talenta muda memang menjadi salah satu ciri khas Shin Tae-yong yang sudah dikenal sejak ia menangani Timnas Indonesia.
Isu Sanksi Berawal dari Kasus di Ulsan HD
Di luar urusan lapangan, nama Shin Tae-yong juga tengah menjadi sorotan akibat kabar sanksi dari negara asalnya. Awalnya, beredar luas informasi bahwa Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menjatuhkan hukuman larangan melatih hingga 10 tahun kepadanya.
Kabar tersebut berkaitan dengan dugaan tindak kekerasan terhadap pemain saat Shin masih menukangi klub Ulsan HD. Bek Ulsan HD, Jung Seung-hyun, disebut menjadi pemain dalam insiden itu, setelah sebuah rekaman video yang diduga memperlihatkan momen penamparan sempat beredar luas di internet dan memicu kecaman publik.
Persija Luruskan: Bukan 10 Tahun, tetapi 1 Tahun
Menanggapi ramainya kabar tersebut, Persija Jakarta akhirnya angkat bicara. Setelah melakukan verifikasi langsung ke KFA, manajemen Persija menegaskan bahwa durasi sanksi yang diterima Shin Tae-yong sebenarnya adalah satu tahun, bukan 10 tahun seperti yang sempat ramai diberitakan.
Persija juga menegaskan bahwa sanksi itu merupakan kewenangan penuh KFA dan hanya berlaku di dalam yurisdiksi sepak bola Korea Selatan. Dengan demikian, hukuman tersebut sama sekali tidak memengaruhi aktivitas Shin Tae-yong di luar Korea, termasuk tugasnya sebagai pelatih Persija. Klub pun memastikan seluruh persiapan menuju musim 2026/2027 tetap berjalan sesuai rencana. Di sisi lain, Shin Tae-yong dikabarkan masih mempertimbangkan untuk mengajukan banding, karena merasa ada hal yang perlu diluruskan ke publik terkait kasus ini.




