Whalefall, Film Satu Jam di Perut Paus yang Dibintangi Austin Abrams dan Josh Brolin

Whalefall sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 14 Oktober 2026, dua hari lebih awal dari jadwal rilisnya di Amerika Serikat.
Film survival thriller arahan Brian Duffield ini diadaptasi dari novel karya Daniel Kraus yang terbit pada 2023, dengan Austin Abrams dan Josh Brolin di jajaran pemain utama. Premisnya sederhana namun mengerikan, yaitu seorang penyelam yang ditelan hidup-hidup oleh paus sperma. Menariknya, Duffield justru menyebut filmnya sebagai kebalikan dari Jaws, karena paus di dalamnya bukan monster.
Berikut sinopsis Whalefall dan sejumlah fakta menarik di balik pembuatannya:
Sinopsis Whalefall
Jay Gardiner (Austin Abrams) masih bergulat dengan kepergian ayahnya, Mitt Gardiner (Josh Brolin), sosok keras dan disiplin yang hubungannya dengan Jay semasa hidup penuh ketegangan.
Sekitar setahun setelah Mitt meninggal di laut, Jay diam-diam menyelam di lepas pantai California untuk mencari sisa jasad sang ayah, tanpa memberi tahu ibunya, Zara (Elisabeth Shue), maupun kedua kakak perempuannya, Eva (Jane Levy) dan Nan (Emily Rudd).
Penyelaman itu berubah menjadi mimpi buruk ketika seekor paus sperma raksasa menelannya hidup-hidup. Terperangkap di dalam perut paus dengan sisa oksigen kurang dari satu jam, Jay harus mengandalkan pelajaran bertahan hidup dari mendiang ayahnya untuk bisa keluar.
Berawal dari Video Viral

Ide Whalefall muncul ketika Kraus menonton video viral sekelompok pendayung kayak yang nyaris masuk ke mulut paus.
“Mungkinkah seseorang benar-benar ditelan paus?” kata Kraus, mengenang pertanyaan yang langsung muncul di kepalanya.
Setelah berkonsultasi dengan pakar paus, ia mendapat jawaban bahwa hal itu mungkin terjadi pada paus sperma dalam kondisi tertentu.
Imagine Entertainment mengamankan hak adaptasinya bahkan sebelum novel itu terbit, dan 20th Century Studios memenangkan persaingan untuk mendistribusikannya pada 2024. Duffield sendiri sudah mengincar cerita ini sejak awal, sampai mengirim pesan langsung kepada Kraus di media sosial agar diizinkan membaca naskahnya.
Whalefall menjadi film ketiga Duffield sebagai sutradara setelah Spontaneous (2020) dan No One Will Save You (2023).
Set Paus Sungguhan, Bukan Sekadar CGI

Alih-alih mengandalkan efek komputer sepenuhnya, tim produksi membangun bagian dalam dan luar tubuh paus dalam skala besar. Model lambung paus dikerjakan oleh Wētā Workshop di Selandia Baru, sementara kepala paus setinggi sekitar 3,7 meter dan sepanjang 5,5 meter dibuat di California. CGI hanya dipakai untuk mempertegas lingkungan.
Menurut Duffield, seluruh kru menyebut film ini sebagai pekerjaan tersulit yang pernah mereka garap, dan tantangan terbesarnya justru menahan totalitas Abrams.
“Biasanya justru, 'Austin, kamu tidak boleh melakukan ini karena kamu bisa mati,'” kata Duffield.
Kebalikan dari Jaws


Berbeda dari hiu di film Steven Spielberg, paus dalam Whalefall tidak diposisikan sebagai ancaman.
“Dalam banyak hal, paus adalah pahlawan film ini,” kata Duffield saat pemutaran perdana di London. Adegan ketika Jay ditelan bahkan sempat mencuri perhatian di CinemaCon pada April, ketika cuplikan berdurasi enam menit itu diputar di hadapan pelaku industri bioskop dan menjadi salah satu kejutan terbesar ajang tersebut.
Brolin, yang kembali beradu akting dengan Abrams setelah Weapons (2025), mengaku tersentuh oleh hubungan ayah dan anak dalam ceritanya. “Saya menangis tersedu-sedu di akhir bukunya,” kata Brolin.
Respons Kritikus
Whalefall mendapat sambutan positif. Per 15 Oktober, film ini meraih skor 76 persen di Rotten Tomatoes dari 75 ulasan, sementara Metacritic memberinya nilai 62 dari 100 berdasarkan 25 ulasan.
Kritikus memuji ketegangan klaustrofobik, visual bagian dalam paus, dan penampilan Abrams, meski Financial Times menilai kisah emosional Jay dan ayahnya terlalu sentimental.
Film berdurasi 106 menit ini bisa ditonton di jaringan bioskop CGV, Cinema XXI, dan Cinépolis.





