VisionQuest: Kembalinya Ultron dan Semua AI Tony Stark di Serial Pamungkas Sebelum Doomsday

Penantian penggemar Vision dan serial WandaVision akhirnya berujung. Marvel Studios resmi merilis trailer perdana VisionQuest di ajang D23 2026 pada 14 Agustus 2026, lengkap dengan poster dan tanggal tayang.
Serial Disney+ berisi delapan episode ini dijadwalkan mengudara mulai 14 Oktober, dan posisinya di kalender Marvel jauh dari sekadar pelengkap. Ini proyek live-action MCU terakhir yang tayang sebelum Avengers: Doomsday mendarat di bioskop pada 18 Desember. Paul Bettany akhirnya mendapat panggung utama sebagai Vision, ditemani kembalinya James Spader sebagai Ultron dan hampir semua kecerdasan buatan bikinan Tony Stark.
Berikut hal-hal yang bikin serial ini menarik dan kenapa bobotnya besar buat MCU.
Kisah Vision yang Kehilangan Dirinya Sendiri

VisionQuest melanjutkan langsung dari penutup WandaVision pada 2021, saat White Vision terbang pergi setelah menerima seluruh memori Vision yang asli. Serialnya menemukan sosok itu hidup dalam persembunyian, berusaha memahami apakah dirinya masih menyimpan sisi manusia atau sekadar salinan kosong. Ketika sayembara berhadiah dipasang atas kepalanya, ia terpaksa kabur bersama seorang remaja misterius yang kemungkinan besar adalah reinkarnasi anaknya sendiri, Tommy Maximoff alias Speed, kini diperankan Ruaridh Mollica.
Judulnya sendiri bukan kebetulan. Vision Quest adalah alur komik karya John Byrne pada 1989 yang menceritakan Vision dibongkar habis lalu dirakit ulang tanpa emosi. Selama produksi di Pinewood Studios, London, sepanjang Maret hingga Agustus 2025, serial ini bahkan memakai judul samaran “Tin Man”, merujuk pada karakter The Wizard of Oz yang sibuk mencari hati.
Reuni Semua AI BUATAN Tony Stark

Inilah bagian paling menarik dari VisionQuest. Dalam persembunyiannya, Vision berkomunikasi dengan persona-persona kecerdasan buatan yang tertanam di dalam programnya sendiri, dan Marvel memakai celah itu untuk mengumpulkan hampir semua AI ciptaan Tony Stark dalam satu serial.
James D'Arcy, yang sebelumnya memerankan Edwin Jarvis versi manusia di Agent Carter dan Avengers: Endgame, kini tampil sebagai J.A.R.V.I.S. Orla Brady mengambil alih F.R.I.D.A.Y. dari Kerry Condon, sementara Emily Hampshire menjadi E.D.I.T.H. yang debut di Spider-Man: Far From Home. Dua lengan robot bengkel Tony, D.U.M.-E dan U, ikut kebagian pemeran lewat Henry Lewis dan Jonathan Sayer.
Kembalinya James Spader jadi daya tarik terbesarnya. Setelah hanya hadir sebagai suara dan sosok CGI di Avengers: Age of Ultron, kali ini Spader tampil dalam wujud manusia, berperan sebagai avatar Ultron di dalam ruang pikiran Vision. Marvel turut memperkenalkan Jocasta lewat T'Nia Miller dan Paladin lewat Todd Stashwick, dua karakter komik yang baru debut di MCU. Faran Tahir bahkan kembali sebagai Raza, anggota teroris Ten Rings dari Iron Man pertama.
Kenapa VisionQuest Penting buat MCU

Secara posisi, serial ini adalah tayangan televisi ke-18 Marvel Studios sekaligus bagian dari Phase Six. Statusnya sebagai proyek live-action pamungkas sebelum Avengers: Doomsday bikin delapan episodenya berpotensi jadi tempat Vision dibentuk ulang sebelum berhadapan dengan Doctor Doom, meski Marvel belum mengonfirmasi kemunculan Bettany di film tersebut.
Secara cerita, serial ini menutup trilogi Wanda dan Vision. Elizabeth Olsen menyebut proyek ini sebagai “sebuah trifekta” bersama WandaVision dan Agatha All Along, walau showrunner Terry Matalas konsisten menghindari pertanyaan soal kemunculan Wanda. Matalas, yang sebelumnya menggarap Star Trek: Picard, menulis sekaligus ikut menyutradarai serial ini bersama Vincenzo Natali, Christopher J. Byrne, dan Gandja Monteiro. Kevin Feige dan Jac Schaeffer duduk sebagai produser eksekutif.
Bettany merangkum ambisi proyeknya dengan gamblang saat diwawancarai di karpet merah Saturn Awards. “Marvel selalu membuahkan hasil yang memuaskan ketika melakukan hal yang penuh risiko,” ujarnya. Delapan episode VisionQuest akan menjawab satu pertanyaan yang menggantung sejak WandaVision: apakah sosok yang bangkit itu masih Vision yang sama.





