Petra Sihombing Rilis "Bangga", Single Dadakan Pertama yang Melibatkan Anak dan Istrinya

Petra Sihombing dikenal sebagai musisi yang ritme kerjanya rapi dan terencana, tapi kali ini ia melanggar kebiasaannya sendiri. Penyanyi sekaligus produser itu merilis single terbaru berjudul Bangga pada Rabu, 12 Agustus 2026 di berbagai platform streaming digital, dan menyebutnya sebagai karya dadakan pertama sepanjang kariernya.
Lagunya bercerita tentang rasa bangga kepada seseorang yang perjuangannya kita saksikan dari dekat, sampai orang itu akhirnya sampai ke tempat yang ia impikan. Menariknya, ini bukan lagu cinta romantis, melainkan surat cinta untuk teman. Yang bikin makin personal, anak dan istrinya ikut terlibat di dalam pengerjaannya.
Surat Cinta yang Ditujukan ke Teman
Hal-hal yang tumbuh di keseharian masih jadi bahan utama Petra Sihombing dalam berkarya, dan kali ini ia mengarahkannya ke relasi pertemanan. Bangga diposisikan sebagai surat cinta untuk orang-orang tersayang, tapi tidak melulu soal romansa. Cakupannya sengaja dibikin lebih luas sampai ke hubungan antarteman.
“Seperti judulnya, lagu ini adalah kisah tentang seseorang yang menyampaikan kekagumannya, kebanggaannya ke orang lain. Perasaan ikut senang sama dia yang sudah elo kenal lama, yang elo lihat susah-susahnya. Dari jauh, elo akhirnya melihat orang ini akhirnya berhasil jadi apa yang dia impikan,” ujarnya.
Alasannya menulis lagu ini pun sangat manusiawi. Ia mengaku bukan tipe orang yang gampang mengutarakan perasaan secara langsung ke teman-temannya.
“Dalam hubungan pertemanan, gue lumayan susah untuk ngomong langsung. Kalau nongkrong, gue konteksnya lebih sering denger daripada ngomong. Kayaknya ada hal-hal yang lebih cakep diomongin pakai lagu. Nah, ini salah satunya. Ada keindahannya tersendiri kalau menyampaikannya lewat lagu,” terangnya.
Rilisan Dadakan Pertama Sepanjang Kariernya

Yang membuat Bangga berbeda dari rilisan Petra sebelumnya adalah prosesnya. Tidak ada persiapan panjang, tidak ada rangkaian kampanye seperti biasa, tapi ia menegaskan mutunya tidak dikorbankan.
“Gue belum pernah rilis karya mendadak. Ini yang pertama. Jadi, ini sebenarnya di luar ritem yang biasa gue jalanin. Tapi, rasanya momennya pas. Gue merasa ini harus secepat itu dirilis,” katanya.
Ia menambahkan bahwa proses musiknya justru terasa menyenangkan karena dikerjakan bersama orang-orang yang karyanya ia sukai.
Keluarga dan Nama-Nama di Balik Bangga
Lingkaran terdekat Petra ikut masuk ke dalam produksinya. Anaknya diminta menuliskan sendiri kata “Bangga” untuk dipakai di artwork, sementara sang istri, Firrina Sinatrya, mengisi backing vocal. Artwork-nya sendiri dikerjakan Kiko dan Aidil Akbar.
Di sisi musik, Petra menangani hampir semua instrumen, mulai dari vokal, drum, keyboard, bass, sampai synthesizer, sekaligus bertindak sebagai komposer dan produser. Rendy Pandugo mengisi gitar elektrik dan merekamnya di studio pribadinya, drum direkam Onki Chrisna dan Moko di Taman Bermain Nosstress, lalu Moko Aguswan menangani mixing dan mastering di HC Studio. Abenk Alter duduk sebagai creative manager, dan versi Dolby Atmos-nya digarap Dimas Pradipta.
Seluruh vokal dan instrumen direkam di duapuluhtiga studio, Ubud. Ini bukan studio sembarangan buat Petra, karena rumah produksi tersebut ia dirikan sendiri bersama Enrico Octaviano dan sudah menggarap lebih dari 200 lagu.
Sebagai catatan, Petra Sihombing yang lahir pada 1992 sudah merilis tiga album, yaitu Mine pada 2014, 1/4 pada 2017, dan Semenjak Internet pada 2020. Di belakang layar, namanya melekat pada karya Kunto Aji, Hindia, Nadhif Basalamah, hingga Melly Goeslaw. Dua peran itu jalan bareng sampai sekarang, memproduseri musisi lain sambil tetap mengambil panggung sebagai lakon utama.
Buat yang mau menyimak lebih dulu sebelum memutarnya berulang-ulang, versi lyric video Bangga juga sudah tersedia di kanal YouTube resminya.





