Volix
LifestyleCurrent Eventssalam tiga jarithe hunger gamesindonesia sadardemo mahasiswamusisi indonesia

Penjelasan Salam Tiga Jari: Lahir di The Hunger Games, Viral dari Bundaran HI hingga Panggung Konser

Iqbal Baskari·
Penjelasan Salam Tiga Jari: Lahir di The Hunger Games, Viral dari Bundaran HI hingga Panggung Konser (1)Penjelasan Salam Tiga Jari: Lahir di The Hunger Games, Viral dari Bundaran HI hingga Panggung Konser (2)
Via Lionsgate

Dalam sepekan terakhir, salam tiga jari muncul di mana-mana. Gestur yang dibentuk dengan mengangkat jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis ini diangkat mahasiswa dalam aksi Indonesia Sadar pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Beberapa hari kemudian, gestur yang sama muncul di atas panggung konser, dibawakan Iwan Fals, Fiersa Besari, hingga Ziva Magnolya. Gestur ini berasal dari fiksi, namun sudah lama hidup di dunia nyata sebagai simbol perlawanan di berbagai negara Asia. Di Indonesia sendiri, maknanya pernah berganti-ganti.

Berikut asal-usul gesturnya dan kaitannya dengan politik:

Berawal dari The Hunger Games

Via Lionsgate

Salam tiga jari dipopulerkan oleh The Hunger Games, novel karya Suzanne Collins yang kemudian diadaptasi ke layar lebar.

Dalam ceritanya, warga Distrik 12 memberikan gestur ini kepada Katniss Everdeen setelah ia mengajukan diri menggantikan adiknya. Di Catching Fire, gestur yang sama berubah menjadi simbol pemberontakan terhadap pemerintahan otoriter Capitol.

Simbol Gerakan Prodemokrasi di Asia

Gestur ini mulai dipakai di dunia nyata setelah kudeta militer Thailand pada 2014. Militer Thailand saat itu mengumumkan akan menangkap siapa pun yang menampilkannya, dan gestur ini kembali muncul dalam gelombang protes Thailand pada 2020 sampai 2021.

Di Hong Kong, salam tiga jari dipakai dalam Gerakan Payung pada 2014, lalu muncul lagi dalam protes 2019 sampai 2020. Di Myanmar, gestur ini menjadi simbol penolakan terhadap kudeta militer 2021. Kritikus pemerintahan Rodrigo Duterte di Filipina juga sempat memakainya pada 2017.

Makna Tiga Jari di Aksi Indonesia Sadar

Aksi pada 28 Oktober digagas BEM UI bersama Komite SADAR, dengan titik utama di Bundaran HI, Jakarta, serta digelar di Bandung, Malang, Yogyakarta, dan Makassar.

Para peserta menyoroti kesulitan ekonomi, dugaan korupsi, dan kebakaran hutan yang menurut pemantau Nusantara Atlas telah menghanguskan lebih dari 1,9 juta hektare lahan dalam sembilan bulan hingga September.

Via jatim.tribunnews.com

Lima tuntutan yang dibawa mencakup penetapan status bencana nasional, perbaikan anggaran, biaya pendidikan yang lebih murah, pemberantasan korupsi, dan penghentian militerisasi ruang sipil.

Dalam aksi ini, tiga jari disertai slogan "sadar dipalak, sadar dibakar, sadar dimiskinkan". BEM UI juga mengaitkannya dengan tiga nilai dari semboyan Prancis, yaitu kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai slogan tersebut tidak bermuatan permusuhan. “Itu bukan slogan hasutan permusuhan, diskriminasi dan kekerasan,” ujarnya.

Aksi di Bundaran HI berakhir ricuh menjelang malam, dengan gas air mata dan belasan orang ditangkap. Sehari kemudian, staf khusus Wakil Menteri Sekretaris Negara menemui mahasiswa Universitas Trisakti yang berunjuk rasa dan berjanji meneruskan aspirasi mereka.

Hingga artikel ini ditulis, belum ada tanggapan resmi pemerintah yang secara khusus membahas gestur tiga jari.

Bukan Pertama Kali Muncul di Politik Indonesia

Salam tiga jari pernah punya makna yang sama sekali berbeda. Pada 22 Juli 2014, dalam pidato politik pertamanya sebagai presiden terpilih, Joko Widodo menutup pidatonya di atas kapal pinisi di Pelabuhan Sunda Kelapa dengan seruan “Salam tiga jari, persatuan Indonesia.”

Saat itu, tiga jari merujuk pada sila ketiga Pancasila dan dipakai untuk merekatkan kembali hubungan yang renggang selepas pemilihan presiden.

Menjelang Pilpres 2024, tim kampanye Ganjar Pranowo juga memakai gestur ini. Kemiripan itu sempat dimanfaatkan sejumlah akun media sosial untuk menuding Ganjar sebagai dalang aksi Indonesia Sadar.

Tim Cek Fakta Tempo menemukan sedikitnya 24 unggahan bernada serupa dan menyatakan klaim tersebut keliru, karena simbol tiga jari dalam aksi ini tidak merujuk pada nomor urut Ganjar di Pilpres 2024.

Merambah Panggung Musik

Via X/ @goldenjk7_
Via IG/fiersabesari

Setelah aksi 28 Oktober, sejumlah musisi ikut mengangkat salam tiga jari di atas panggung.

Fiersa Besari menampilkannya di Purwokerto, Iwan Fals mengangkatnya bersama penonton di konser Menembus Awan Hijau, dan .feast memimpin gestur yang sama bersama penonton di Lampung. Kunto Aji mengenakan pakaian merah, hijau, dan biru, tiga warna yang ikut viral bersama aksi ini.

Ziva Magnolya juga mengangkat tiga jari seusai berduet dengan Paul Klein di konser LANY di Indonesia Arena, Jakarta, pada 30 Oktober. Keesokan harinya, ia mengunggah momen tersebut di Threads dengan keterangan “Salam 3 jari!”

Pada akhirnya, makna salam tiga jari tidak pernah tunggal. Gestur yang sama bisa berarti persatuan, kampanye politik, atau perlawanan, tergantung siapa yang mengangkatnya dan dalam konteks apa.

Baca Juga