Volix
Musicno naisland girlalbum88risinggirl group indonesiahonkhead in the clouds

No Na Rilis Album Debut Island Girl Berisi 15 Lagu, Perjalanan dari Video Cover ke 88rising

Iqbal Baskari·
No Na Rilis Album Debut Island Girl Berisi 15 Lagu, Perjalanan dari Video Cover ke 88rising (1)No Na Rilis Album Debut Island Girl Berisi 15 Lagu, Perjalanan dari Video Cover ke 88rising (2)
Via no na/88rising

Enam belas bulan setelah single pertamanya, No Na akhirnya punya album. island girl dirilis pada Jumat, 18 September 2026, lewat 88rising, berisi 15 lagu yang menegaskan arah baru grup ini: Indonesia tidak perlu diterjemahkan supaya bisa masuk ke musik pop global.

Ada honk! dengan klakson telolet, ada durian dan party in +62, dan ada film pendek 13 menit yang syutingnya di Jakarta dan Yogyakarta sebagai pembuka. Yang menarik, tidak satu pun single dari tahun debut mereka ikut masuk. Album ini benar-benar era baru, dan itu alasan yang cukup untuk menengok lagi bagaimana Christy, Esther, Baila, dan Shazfa sampai di titik ini.

Isi Island Girl: 15 Lagu, Tiga Single, dan Nol Lagu dari 2025

Urutan lagunya sebagai berikut.

1. star

2. seafood diet

3. smooth

4. island girl

5. rollerblade

6. rollerblade part two

7. work

8. honk!

9. dizzy

10. chaser

11. party in +62

12. speaker freaker

13. nick of time

14. durian

15. better on the island

 

Hanya tiga yang sudah dirilis sebelumnya, semuanya dari tahun ini: work, rollerblade yang sempat menembus peringkat 12 tangga lagu resmi Malaysia, dan honk!. Delapan single dari masa sebelumnya, termasuk shoot, superstitious, sad face :(, the one, bleach, dan sizzle, sengaja tidak dimasukkan. Secara bunyi, The FADER menggambarkannya sebagai pop berpengaruh 2000-an yang mencampur ghettotech ala Detroit dengan unsur gamelan, dan grupnya sendiri menyebut genre itu island pop.

Sepekan sebelum rilis, pada 11 September, mereka mengeluarkan film pendek berjudul speaker freaker (the long song), 13 menit yang memuat cuplikan delapan lagu album, dan menurut mereka penting untuk membawa kebanggaan Indonesia ke dunia visual albumnya.

Esther merangkum konsepnya dalam wawancara dengan LADYGUNN: menamai album ini island girl saja sudah merupakan cara mendorong ke-Indonesia-an No Na, dan itu terasa alami karena memang bagian dari siapa mereka.

Recap: Dari Video Cover ke 88rising

Via IG/nonawav

No Na tidak lahir dari audisi televisi. Sean Miyashiro, pendiri 88rising, menemukan Christy Gardena, Baila Fauri, dan Shazfa Adesya lewat video tari dan cover lagu mereka di internet. Ketiganya pertama kali bertemu di Head in the Clouds Jakarta pada 2022, dan Esther Geraldine bergabung sekitar enam bulan kemudian atas rekomendasi Shazfa.

Latar mereka beragam: Christy penari balet dan latin asal Jakarta yang menjadi runner-up kedua International Dance Asia Competition 2019, Esther asal Lombok yang pernah masuk 17 besar Indonesian Idol musim kesepuluh, Baila asal Bali yang finis keenam di Indonesian Idol Junior musim pertama, dan Shazfa yang menari bersama kru cover K-pop di Australia semasa kuliah di University of New South Wales. Mereka berlatih di Jakarta, lalu pindah ke Los Angeles pada 2024. Nama grupnya diambil dari kata "nona".

Debutnya diumumkan 88rising pada 29 April 2025, disusul single shoot pada 2 Mei dan panggung pertama di Head in the Clouds Los Angeles pada 31 Mei. EP orchids (lullabies) menyusul pada 10 Juli, berisi empat lagu solo bernuansa lullaby dari tiap personel ditambah bleach, lalu single seperti superstitious, sad face :(, dan the one mengisi sisa tahun, bersama kampanye Samsung Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 serta kolaborasi A Bathing Ape dan 88rising bersama Rich Brian.

Memasuki 2026, langkahnya makin cepat. sizzle menjadi lagu tema kejuaraan M7 Mobile Legends: Bang Bang pada Januari, work dan rollerblade membuka era album, dan pada Mei No Na tercatat sebagai girl group Indonesia pertama yang masuk Forbes 30 Under 30 Asia, ditambah daftar NME 100 dan Tatler Gen.T. honk! rilis pada 31 Juli dengan vokal latar dari Rich Brian, album diumumkan pada 4 Agustus, dan empat hari kemudian mereka membawakan honk! di Head in the Clouds Los Angeles sambil menyebut setiap panggung sebagai kesempatan menaruh +62 di peta.

Tujuannya, kata Christy, sangat sederhana: Indonesia untuk dunia.

Baca Juga