Volix
Entertainmentmerger warner brosparamountskydancedavid ellisonhbo maxindustri hiburan

Merger Warner Bros. dan Paramount Rampung, Lahir Raksasa Bernama Skydance: Ini Fakta Menariknya

Iqbal Baskari·
Merger Warner Bros. dan Paramount Rampung, Lahir Raksasa Bernama Skydance: Ini Fakta Menariknya (1)Merger Warner Bros. dan Paramount Rampung, Lahir Raksasa Bernama Skydance: Ini Fakta Menariknya (2)
Via IG/davidellisonskydance, skydance

Hollywood resmi punya raksasa baru. Merger Warner Bros. dan Paramount rampung pada Selasa, 6 Oktober 2026, ketika Paramount Skydance menuntaskan akuisisi Warner Bros. Discovery senilai sekitar 110 miliar dolar AS termasuk utang.

Perusahaan gabungannya kini bernama Skydance dan dipimpin David Ellison, dengan Harry Potter, DC, Game of Thrones, Top Gun, hingga SpongeBob SquarePants berada di bawah satu atap. Kesepakatan ini mengakhiri perebutan panjang yang sempat melibatkan Netflix, sekaligus memunculkan kekhawatiran soal PHK, harga langganan, dan independensi media.

Berikut deretan fakta menarik dan dampaknya bagi industri hiburan:

Perebutan yang Sempat Melibatkan Netflix

Jalan menuju merger Warner Bros. dan Paramount tidak mulus. Warner Bros. Discovery sempat meneken kesepakatan penjualan studio dan layanan streaming-nya kepada Netflix pada Desember lalu.

Paramount, yang setahun sebelumnya diakuisisi Skydance senilai 8 miliar dolar, lalu melancarkan tawaran tandingan dan menaikkannya menjadi 31 dolar per saham untuk seluruh Warner. Netflix akhirnya mundur, dan kedua pihak meneken perjanjian merger pada akhir Februari.

Setelah itu, rintangan datang dari ruang sidang. Pada Juli, 12 jaksa agung negara bagian Amerika Serikat yang dipimpin Jaksa Agung California Rob Bonta menggugat untuk memblokir merger, disusul gugatan dari Writers Guild of America. Keduanya berakhir dengan kesepakatan damai pada September.

Apa Saja yang Kini Dimiliki Skydance

Via Skydance

Skydance kini menaungi studio Paramount dan Warner Bros., layanan streaming Paramount+, HBO Max, Pluto TV, dan Discovery+, serta jaringan seperti CBS, CNN, HBO, MTV, dan Comedy Central.

Pendapatannya diproyeksikan hampir 70 miliar dolar per tahun, namun perusahaan juga menanggung utang bersih sekitar 80 miliar dolar. Ellison menjabat chairman sekaligus CEO, didampingi co-CEO Ynon Kreiz, mantan CEO Mattel.

“Hari ini adalah hari bersejarah, bukan hanya bagi Skydance, melainkan bagi seluruh industri kami,” kata Ellison. Sebagai catatan, film Digger yang dibintangi Tom Cruise tercatat sebagai rilisan terakhir Warner Bros. sebelum merger rampung.

Dampak untuk Bioskop dan Streaming

Bagi penonton bioskop, komitmen terpentingnya datang dari kesepakatan dengan para jaksa agung. Skydance wajib merilis setidaknya 30 film per tahun di bioskop, dengan denda 30 juta dolar untuk setiap film yang kurang dari target, dan dilarang menjual atau menutup lahan studio Paramount dan Warner Bros. di Los Angeles setidaknya selama lima tahun. Perusahaan juga menjanjikan masa tayang eksklusif di bioskop minimal 45 hari sebelum film masuk layanan streaming.

Di sisi streaming, Paramount+ dan HBO Max akan dilebur menjadi satu layanan secara bertahap, meski nama dan jadwalnya belum diumumkan. Paramount menyebut merek HBO tetap akan beroperasi secara independen. Untuk sementara, keduanya masih berjalan terpisah, termasuk HBO Max yang sudah tersedia di Indonesia.

PHK dan Penolakan dari Industri

Via Michael Nigro/Sipa USA via AP Images

Skydance menargetkan penghematan lebih dari 6 miliar dolar dalam tiga tahun, terutama dari penyatuan teknologi, pengadaan, pemasaran, dan properti. Namun, ribuan PHK diperkirakan akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Analisis yang dipesan Los Angeles County memperkirakan hampir 4,500 pekerjaan film dan televisi di wilayah itu berisiko hilang dalam tiga tahun. Kesepakatan damai mencakup dana bagi pekerja terdampak, sementara kesepakatan dengan Writers Guild of America menghentikan PHK di CBS selama lima tahun.

Penolakan juga datang dari dalam industri. Pada April, ribuan pekerja film menandatangani surat terbuka yang memperingatkan bahwa merger Warner Bros. dan Paramount akan berarti lebih sedikit pilihan bagi penonton.

Sorotan pada CNN dan CBS News

Kekhawatiran terbesar justru menyangkut ruang redaksi. Kesepakatan damai mewajibkan pembentukan dewan independensi redaksi untuk CNN dan CBS, sementara Mark Thompson dipertahankan sebagai pemimpin redaksi CNN.

Komisi Komunikasi Federal AS juga mengizinkan investor dari Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab memiliki hingga 100 persen saham Skydance secara tidak langsung, keputusan yang dikritik komisionernya sendiri, Anna Gomez. Ellison menegaskan dirinya belum pernah membicarakan urusan pemberitaan dengan pemimpin politik dari partai mana pun.

Baca Juga