Volix
Moviesdoomsdaymarveldisney plusx-menmcu

Marvel Rilis Daftar Resmi 15 Tontonan Sebelum Avengers: Doomsday, Ini Breakdown-nya

Iqbal Baskari·
Marvel Rilis Daftar Resmi 15 Tontonan Sebelum Avengers: Doomsday, Ini Breakdown-nya (1)Marvel Rilis Daftar Resmi 15 Tontonan Sebelum Avengers: Doomsday, Ini Breakdown-nya (2)Marvel Rilis Daftar Resmi 15 Tontonan Sebelum Avengers: Doomsday, Ini Breakdown-nya (3)
Via Marvel Studios/Sony

Disney+ resmi merilis koleksi bertajuk Countdown to Avengers: Doomsday, berisi 15 judul yang menurut Marvel Studios sebaiknya ditonton sebelum filmnya tayang pada 18 Desember 2026.

Yang bikin daftar ini menarik bukan hanya isinya, melainkan juga waktunya. Tidak lama sebelum itu, sutradaranya sendiri, Joe Russo, menyebut Doomsday membawa semestanya kembali ke “phase zero”, istilah yang secara halus berarti penonton tidak memerlukan pekerjaan rumah apa pun untuk mengikuti ceritanya. Layanan streaming-nya justru kemudian merilis 14 film dan satu serial.

Via Marvel Studios

Berikut daftar lengkapnya, beserta rincian mengapa judul-judul ini yang terpilih:

Daftar Lengkap 15 Judulnya

1. X-Men (2000)

2. X2 (2003)

3. Captain America: The First Avenger (2011)

4. The Avengers (2012)

5. Avengers: Infinity War (2018)

6. Avengers: Endgame (2019)

7. Loki (serial, 2021)

8. Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021)

9. Spider-Man: No Way Home (2021)

10. Doctor Strange in the Multiverse of Madness (2022)

11. Black Panther: Wakanda Forever (2022)

12. Deadpool & Wolverine (2024)

13. Captain America: Brave New World (2025)

14. Thunderbolts* (2025)

15. The Fantastic Four: First Steps (2025)

 

Breakdown Isinya

Jika dipecah berdasarkan asalnya, komposisinya cukup bicara sendiri. Ada dua film X-Men era 20th Century Fox yang secara teknis bukan bagian dari MCU, empat film Infinity Saga, delapan film Multiverse Saga, dan satu serial.

Pola pemilihannya menjadi masuk akal begitu dibandingkan dengan daftar pemain Doomsday. Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings masuk karena Simu Liu ikut membintanginya, Black Panther: Wakanda Forever karena Letitia Wright, Loki karena Tom Hiddleston, dan Captain America: Brave New World karena perisainya sekarang dipegang Sam Wilson. Sementara The Fantastic Four: First Steps dan Thunderbolts* memperkenalkan dua tim yang sama-sama ikut turun di filmnya. Dengan kata lain, daftar ini bukan kurikulum cerita, melainkan peta pemain.

Angka satu judul yang paling menarik. Dari puluhan serial Marvel yang tayang di Disney+ selama lima tahun terakhir, hanya Loki yang dianggap wajib. Tidak ada WandaVision, tidak ada Agatha All Along, tidak ada Daredevil: Born Again, bahkan tidak ada What If? yang isinya justru soal semesta alternatif.

Bagi penonton yang selama ini mengeluhkan tumpukan tontonan wajib, ini semacam jawaban dari Marvel sendiri: sebagian besar serialnya memang tidak wajib.

Dua Film Fox Itu Bukan Kebetulan

Via 20th Century Fox

Masuknya X-Men dan X2 ke daftar resmi Marvel Studios terdengar ganjil sampai daftar pemain Doomsday dibuka. Patrick Stewart sebagai Profesor X, Ian McKellen sebagai Magneto, Rebecca Romijn sebagai Mystique, dan James Marsden sebagai Cyclops seluruhnya sudah tampil sejak film 2000.

Sementara Alan Cumming, yang kembali sebagai Nightcrawler, baru diperkenalkan di X2. Dua judul itu bukan dipilih karena nostalgia, melainkan karena persis di situ para pemerannya pertama kali muncul. Kelsey Grammer sebagai Beast dan Channing Tatum sebagai Gambit juga dikonfirmasi ikut, meski film asal keduanya tidak masuk daftar.

Yang Justru Tidak Masuk Daftar

Via Marvel Studios

Bagian ini sama menariknya dengan isinya. Iron Man (2008), film yang memulai seluruh MCU, tidak ada di daftar. Padahal Robert Downey Jr. menjadi wajah utama Doomsday, hanya saja kali ini sebagai Doctor Doom, bukan Tony Stark. Marvel jelas tidak ingin penonton datang sambil membawa asosiasi lama.

Yang paling banyak dipertanyakan penggemar adalah absennya The Marvels (2023), padahal adegan pasca-kreditnya menempatkan Monica Rambeau di semesta X-Men, sesuatu yang saat itu tampak sangat penting. Avengers: Age of Ultron dan seluruh trilogi Ant-Man juga tidak masuk, termasuk Quantumania yang dulu memperkenalkan Kang.

Di Mana Bisa Menontonnya

Semua 15 judul itu milik Disney, termasuk dua film X-Men yang ikut berpindah tangan setelah akuisisi 20th Century Fox pada 2019. Di Indonesia, layanannya adalah Disney+ Hotstar. Satu catatan praktis, Deadpool & Wolverine berlabel dewasa, sehingga judul itu kemungkinan tidak muncul jika diakses melalui profil anak.

Jika mau dikejar sampai Desember, waktunya masih sangat longgar. Empat belas film ditambah satu serial kira-kira setara 35 jam tontonan, sementara sisa waktunya lebih dari tiga bulan.

Baca Juga