Kursi Roda Kendali Pikiran Buatan China Juara Kompetisi BCI di Hangzhou, Cukup Fokus ke Layar untuk Bergerak

Gagasan menggerakkan kursi roda hanya dengan pikiran sudah lama beredar di film, namun belakangan bentuk nyatanya mulai diuji di arena kompetisi.
Sebuah kursi roda kendali pikiran yang dikembangkan AiMOGA Robotics, perusahaan asal Wuhu di Provinsi Anhui, China, memenangi kategori Mind-Driven Wheelchair Challenge pada Global Brain-Computer Interface dan Medical Insurance Innovation Scenario Competition 2026 di Hangzhou.
Yang membuat hasilnya menarik bukan hanya kemenangannya, melainkan selisih waktunya dan cara alat itu dioperasikan, yaitu tanpa satu pun prosedur bedah.
Berikut rincian hasil lombanya, cara kerja kursi roda kendali pikiran tersebut, dan konteks yang menyertainya:
Menang dengan Selisih 17 Detik
Unit yang disebut AiMOGA BCI tersebut menyelesaikan lintasan dalam waktu 2 menit 16 detik. Angka itu membuatnya unggul 17 detik dari peserta peringkat kedua, selisih yang cukup lebar untuk perlombaan sependek itu.
Kompetisinya sendiri tidak kecil. Menurut laporan media, ajang tersebut diikuti 415 tim, sehingga posisi puncak di satu kategori bukan capaian yang bisa diabaikan.
Cara Kerjanya: Fokus ke Layar, Tanpa Operasi
Inilah bagian yang paling sering disalahpahami. Sistem ini memakai perangkat perekam sinyal otak berbasis electroencephalography, atau EEG, dengan delapan kanal, dan sifatnya non-invasif. Artinya tidak ada implan yang dipasang di dalam kepala, hanya perangkat yang dikenakan dari luar.

Pengoperasiannya pun sederhana secara konsep. Pengguna memusatkan perhatian pada perintah arah yang muncul di layar, mulai dari maju, mundur, kiri, kanan, sampai berhenti. Sistem kemudian menerjemahkan sinyal otak itu menjadi gerakan. Akurasi pengenalan perintahnya diklaim berada di atas 95 persen, dengan jeda kurang dari tiga detik.
Perbedaan antara pendekatan non-invasif dan invasif ini penting karena menentukan siapa yang dapat memakainya. Perangkat tanpa operasi lebih mudah dicoba dan dilepas kembali, sementara pendekatan berbasis implan menuntut prosedur bedah beserta pengawasan medis yang jauh lebih ketat.
Fitur Bantuannya Justru Dimatikan Saat Lomba
Dalam versi lengkapnya, kursi roda ini dilengkapi LiDAR dan kamera kedalaman untuk mendeteksi rintangan serta navigasi berbasis peta. Tersedia juga layar sentuh, tombol henti darurat, dan opsi kendali manual.
Menariknya, sebagian fitur tersebut dimatikan selama perlombaan sesuai aturan, termasuk penghindaran rintangan berbasis LiDAR dan navigasi peta. Dengan kata lain, waktu 2 menit 16 detik itu dicapai dengan mengandalkan pembacaan sinyal otak, bukan bantuan otomatis.
Untuk Siapa Alat Ini Dirancang
Sasarannya spesifik, yaitu orang dengan keterbatasan gerak anggota tubuh yang kesadaran dan kemampuan pemahamannya tetap utuh. Kelompok yang disebut mencakup penyandang paraplegia tingkat tinggi dan penyintas stroke.
Syarat kesadaran dan pemahaman yang utuh itu bukan detail kecil. Sistem ini bekerja dengan membaca perhatian pengguna terhadap pilihan yang muncul di layar, sehingga pengguna perlu mampu memahami perintahnya sekaligus mempertahankan fokus pada satu pilihan.
“Tujuan awal kami mengembangkan produk ini adalah untuk memberikan kemudahan dan membuka lebih banyak kemungkinan bagi penyandang paraplegia tingkat tinggi, orang yang mengalami stroke, serta orang dengan gangguan mobilitas lainnya,” kata Xie Yuyang, Head of Brain-Computer Interface AiMOGA Robotics.
Konteks Besarnya, dan Apa yang Belum Jelas
Capaian ini tidak berdiri sendiri. China sedang mempercepat pengembangan brain-computer interface di beberapa jalur sekaligus. Standar nasional untuk perangkat medis berbasis BCI mulai berlaku sejak awal tahun ini, sementara di jalur yang jauh lebih invasif, uji klinis yang dijalankan lembaga riset negara tersebut melaporkan pasien dengan kelumpuhan tingkat tinggi mampu mengarahkan kursi roda di luar ruangan dan memerintahkan robot berkaki empat, keduanya lewat implan.
Meski demikian, ada hal yang belum terjawab. Tidak ada informasi soal harga, jadwal penjualan, maupun sertifikasi untuk pasar di luar China. Untuk saat ini, yang terbukti dari kursi roda kendali pikiran ini adalah performanya di lintasan lomba, bukan ketersediaannya di toko.







