Keseruan Home Sweet Loan The Musical: Dari Stasiun Manggarai sampai Sea World di Atas Panggung

Kisah Kaluna yang berjuang membeli rumah di tengah himpitan keluarga kini bisa disaksikan langsung di atas panggung. Home Sweet Loan The Musical dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dalam 23 pertunjukan sejak 30 September hingga 18 Oktober 2026.
Digarap Visinema bersama Indonesia Kaya dan Jakarta Art House, musikal ini mengadaptasi novel karya Almira Bastari yang sebelumnya sukses difilmkan pada 2024. Hasilnya adalah pertunjukan hampir tiga jam dengan 18 lagu, orkestra langsung, dan 37 pemain.
Berikut detail set panggung, penampilan para pemain, hingga kesan penonton yang sudah menyaksikannya.
Kisah Kaluna, Kini dengan Nyanyian

Kaluna adalah anak bungsu yang tinggal di rumah orang tuanya bersama dua kakak dan keluarga mereka, sehingga ada tiga kepala keluarga di bawah satu atap. Ia menjadi tulang punggung keluarga sambil diam-diam menabung untuk rumah impiannya.
Home Sweet Loan The Musical memberi porsi lebih besar pada dinamika keluarga tersebut. Adaptasi ini berawal dari pertunjukan singkat bertajuk Aku Kaluna di Galeri Indonesia Kaya, sebelum dikembangkan menjadi musikal penuh. Sebaliknya, karakter Hansa, mantan kekasih Kaluna yang toksik di novel dan film, dihilangkan.
Peran Kaluna dibawakan dua aktris secara bergantian, yaitu Kalya Islamadina dan Chintana Jo.
“Kaluna awalnya sangat yakin bahwa ketika ia punya rumah sendiri, ia akhirnya punya tempat untuk merasa aman. Tetapi perjalanan yang ia alami membuatnya memahami bahwa rasa pulang ternyata tidak sesederhana memiliki sebuah tempat,” ujar Kalya. Sutradara Lisa Reideka mengemas kisah ini dengan nada yang lebih ringan dibanding filmnya. “Di musikal ini kita buat untuk menertawakan kehidupan. Dibikin lebih fun,” ujar Lisa.
Set yang Ikut Bergerak bersama Kaluna

Di balik panggung, Home Sweet Loan The Musical melibatkan lebih dari 50 insan kreatif, termasuk penata artistik Olivia Dwiyanti.
Set panggung dirancang dinamis untuk berpindah dari rumah keluarga, kamar tidur, hingga ruang kerja Kaluna. Latar utamanya berupa layar digital raksasa berbentuk atap rumah dengan tiga lapisan yang bisa bergerak, dipadu properti yang bebas digeser.
Salah satu adegan paling membekas adalah Stasiun Manggarai, ketika para pemain berdesakan membawa tas punggung, lengkap dengan seorang ibu hamil yang berusaha mendapatkan tempat duduk. Ada pula adegan Sea World yang menghadirkan suasana bawah air di atas panggung.

Lagu, Koreografi, dan Komedi
Sebanyak 18 lagu mengiringi perjalanan Kaluna, di antaranya Kembali Pulang, Kapan Pulang, Memang Milikku, Berakhir di Aku, dan Rumah dalam Ingatan.
Musiknya diarahkan Ivan Tangkulung, dengan lima lagu baru yang ditulis Idgitaf. Koreografi garapan El Haq Latief dan Nudiandra Sarasvati menerjemahkan hiruk-pikuk Jakarta ke dalam gerak, termasuk lewat Tepuk Waras dan Riuh Jakarta. Di tengah konflik yang berat, karakter Bu Sonia (Ode Waode) dan Sayuti (Uyo) menjadi sumber tawa paling besar.


TESTIMONI Penonton
Di malam pembuka yang dihadiri langsung oleh VOLIX, kemeriahan dan gemerlapnya acara begitu terasa hingga membuat bulu kuduk berdiri. Para penonton tampak begitu terserap ke dalam dunia Kaluna di hadapan mereka langsung.
Selain set pertunjukan yang naik level, terutama pengoperasian panggung, para penampil memberi yang terbaik bagi para penonton. Ide dan lokasi yang terkesan biasa saja di atas kertas, seperti stasiun dan rumah Kaluna, ditransformasikan menjadi dunia fantasi yang dinamis dan bergerak sepanjang pertunjukan. Para penampil semakin membuat dunia tersebut terasa hidup.
Bagi Rani Asnurida dari IDN Times, yang menonton pada malam pembukaan, versi musikal justru terasa lebih mengena dibanding filmnya.
“Ketika Kaluna akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah, suasana di dalam gedung Graha Bhakti Budaya (GBB) juga terasa berubah, seolah ikut merasakan nyesek berjemaah,” tulisnya. Ia mencatat pertunjukan ditutup dengan standing ovation.
Reaksi serupa datang dari deretan selebritas yang hadir pada malam pembuka. Aktris sekaligus musisi Ashira Zamita mengaku tersentuh hingga meneteskan air mata, sementara Yunita Siregar, pemeran Kaluna versi film, ikut menonton bersama penulis novelnya, Almira Bastari.
Jadwal dan Harga Tiket
Pertunjukan berlangsung hingga Minggu, 18 Oktober, dengan dua jadwal pada akhir pekan, yaitu pukul 14.00 dan 19.30 WIB.
Untuk pertunjukan Sabtu, 17 Oktober, harga tiket di Loket terbagi menjadi empat kategori, yaitu VIP Rp859,000, Gold Rp670,000, Silver Rp470,000, dan Bronze Rp270,000, belum termasuk pajak dan biaya admin. Tiket bisa dibeli di loket.com/homesweetloanthemusical.




