Volix
techhpharga hp naikkrisis memori aiharga ram naik 2026kelangkaan ramsmartphone mahal

Kenapa Harga HP Makin Mahal? Ternyata Gara-gara Ledakan AI

Iqbal Baskari·
Kenapa Harga HP Makin Mahal? Ternyata Gara-gara Ledakan AI
Via Unsplash/Joeyy Lee

Harga smartphone belakangan ini punya kecenderungan naik, dan penyebabnya mungkin tidak seperti yang kamu kira. Bukan sekadar inflasi atau pajak, melainkan ledakan teknologi kecerdasan buatan alias AI.

Demam AI yang melanda dunia ternyata menyedot pasokan chip memori (RAM) secara besar-besaran, hingga memicu kelangkaan yang berujung pada kenaikan harga HP. Ironisnya, justru ponsel kelas terjangkau yang paling terdampak. Kondisi ini pun diprediksi tidak akan berlalu dalam waktu dekat.

Lalu, bagaimana sebenarnya AI bisa membuat harga HP ikut melonjak? Berikut penjelasannya.

Kenapa AI Bikin Harga HP Ikut Naik?

Akar masalahnya ada pada perebutan chip memori. Perusahaan-perusahaan teknologi besar yang berlomba membangun pusat data AI membutuhkan RAM dalam jumlah yang sangat masif untuk menjalankan sistem mereka.

Via Samsung

Masalahnya, tiga produsen yang menguasai lebih dari 95% pasar memori dunia, yaitu Samsung, SK Hynix, dan Micron, kini lebih memprioritaskan produksi memori khusus AI yang jauh lebih menguntungkan. Akibatnya, pasokan RAM untuk perangkat konsumen seperti ponsel menjadi berkurang.

Tak tanggung-tanggung, pusat data AI diperkirakan akan menyerap sekitar 70% dari total produksi memori dunia pada 2026, melonjak drastis dari hanya 20 sampai 30% pada 2022.

Angka-angka yang Bikin Kaget

Dampaknya terhadap harga pun tidak main-main. Sepanjang 2026, harga RAM dilaporkan melonjak hingga 89%. Kenaikan ini otomatis merembet ke produk akhir seperti smartphone.

Secara umum, harga jual rata-rata ponsel pada 2026 diperkirakan naik sekitar 6,9%. Namun, tekanan paling berat justru dirasakan ponsel murah. Untuk perangkat di bawah US$200 (sekitar Rp3,300,000), biaya produksinya saja sudah membengkak 20 hingga 30% sejak awal tahun. Kondisi ini bahkan diperkirakan membuat total pengiriman smartphone global ikut sedikit menurun tahun ini.

Ponsel Murah yang Paling Terpukul

Fenomena ini paling terasa di segmen menengah ke bawah, pasar yang justru sangat besar di banyak negara, termasuk Indonesia. Di India, misalnya, pengiriman ponsel anjlok 10% pada kuartal kedua 2026, dengan segmen paling murah jatuh hingga 45%.

Bagi konsumen, kondisi ini memaksa banyak orang menunda mengganti ponsel. Rata-rata siklus penggantian HP pun memanjang, dari sekitar 3,5 tahun menjadi 4 tahun. Sebagian lainnya beralih ke skema cicilan atau membeli ponsel bekas. Pasar pun perlahan bergeser, dari mengejar volume penjualan menjadi lebih fokus pada nilai per unit. Bagi konsumen di Indonesia yang mayoritas mengandalkan ponsel kelas menengah ke bawah, tren ini jelas patut diwaspadai.

Sampai Kapan Kondisi Ini Berlangsung?

Kabar kurang menyenangkannya, krisis ini diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama. Sejumlah pihak industri memprediksi kelangkaan memori dan tingginya harga ponsel baru akan bertahan setidaknya hingga akhir 2027.

Via Unsplash/Robin Worrall

Bahkan, bos SK Hynix menyebut 2027 berpotensi menjadi tahun dengan pasokan tersulit sepanjang sejarah industri, sementara Intel memperkirakan kondisi baru benar-benar normal sekitar 2028. Persoalannya, produksi memori tidak bisa digenjot secepat itu.

Menurut lembaga riset IDC, pasokan memori pada 2026 hanya tumbuh sekitar 16%, jauh di bawah lonjakan kebutuhan AI yang bahkan bisa menyerap seluruh tambahan itu dan masih terasa kurang. Jadi, kalau kamu berencana membeli HP baru, ada baiknya mempertimbangkan momen dan anggaran dengan lebih cermat.

Baca Juga