Volix
Moviesdiggerfilmtom cruisealejandro gonzalez inarritubox officewarner brosfilm flop

Film Digger Jadi Pembukaan Terburuk Tom Cruise dalam Hampir 20 Tahun: Hitungan Ruginya dan Fakta Unik di Balik Layar

Iqbal Baskari·
Film Digger Jadi Pembukaan Terburuk Tom Cruise dalam Hampir 20 Tahun: Hitungan Ruginya dan Fakta Unik di Balik Layar
Via Warner Bros.

Di atas kertas, Digger terdengar seperti taruhan aman: Tom Cruise di depan kamera, Alejandro González Iñárritu di kursi sutradara, dan Warner Bros. di belakang layar. Hasilnya justru sebaliknya.

Film komedi satire ini hanya meraup 8 juta dolar AS di pekan pembukaannya di Amerika Serikat dan Kanada pada 2 sampai 4 Oktober 2026, menjadikannya pembukaan terburuk Cruise sejak Lions for Lambs (2007). Dengan bujet yang disebut mencapai 180 juta dolar, film Digger kini terancam rugi besar. Di Indonesia, film ini sudah tayang sejak 2 Oktober dengan klasifikasi 17+.

Berikut hitungan box office-nya dan beberapa fakta unik di balik layarnya:

Sinopsis Digger

Via Warner Bros.

Digger Rockwell (Tom Cruise) adalah taipan minyak tua yang bersekongkol dengan Presiden Amerika Serikat, Compson (John Goodman), agar perusahaannya, Rockwell United, bisa mengebor minyak di Alaska dan Greenland.

Setelah berulang kali mengabaikan peringatan soal kantong metana di ladang Greenland, Digger mendapati salah satunya meledak dan melepaskan lapisan es seukuran negara bagian Maryland yang hanyut ke arah Eropa. Kepala keselamatan lingkungannya, Dr. Nirav Ganesh (Riz Ahmed), memperingatkan bahwa tabrakannya dengan Norwegia dalam tiga hari akan memicu gelombang raksasa di Laut Utara. Alih-alih membunyikan alarm, Digger dan Compson memilih menutup rapat informasi tersebut.

Selain Cruise, Goodman dan Ahmed, jajaran pemainnya juga diisi Sandra Hüller, Michael Stuhlbarg, dan Jesse Plemons.

Seberapa Parah Box Office-nya?

Di pekan pembukaannya, film Digger hanya finis di posisi kelima, jauh di bawah Verity yang memuncaki box office dengan 32,6 juta dolar. Tambahan 12 juta dolar dari pasar internasional membuat pendapatan globalnya sekitar 20 juta dolar, dan per 7 Oktober totalnya baru 23 juta dolar.

Masalah utamanya ada di ongkos produksi. Warner Bros. bersikeras bujetnya 125 juta dolar, namun sejumlah orang dalam industri menyebut angka 160 sampai 180 juta dolar akibat penundaan produksi. Biaya promosinya diperkirakan sekitar 100 juta dolar lagi.

Variety memperkirakan film ini butuh 300 sampai 350 juta dolar untuk balik modal, sementara TheWrap memperkirakan kerugiannya bisa mencapai 250 juta dolar. Kesepakatan “first-dollar gross” milik Cruise, yang memberinya bagian dari pendapatan kotor sejak dolar pertama, membuat jalan menuju untung makin panjang.

Ulasan pun tidak banyak membantu. Skornya sejauh ini 52% di Rotten Tomatoes dan 46 di Metacritic, sementara penonton yang disurvei CinemaScore memberi nilai C+. Digger juga tercatat sebagai rilisan terakhir Warner Bros. sebelum perusahaan induknya resmi bergabung dengan Paramount Skydance pada 6 Oktober.

Fakta Unik di Balik Digger

Alejandro Iñárritu dan Tom Cruise
Alejandro Iñárritu dan Tom Cruise · Via Getty

1. Ide yang Mengendap Sejak The Revenant

Iñárritu mendapat ide film Digger setelah menggarap The Revenant (2015) dan butuh 10 tahun untuk mewujudkannya. Proyek ini sempat dikembangkan di Netflix dengan judul Blah, Blah, Blah dan Leonardo DiCaprio dalam pembicaraan untuk membintanginya, sebelum dibatalkan karena dianggap terlalu mirip Don't Look Up.

2. Berawal dari Lokasi Syuting Top Gun: Maverick

Cruise dan Iñárritu mulai membicarakan proyek ini pada 2019, saat Cruise sedang syuting Top Gun: Maverick. Cruise sudah lama mengagumi Iñárritu sejak menonton Amores perros (2000) ketika film itu pertama kali dirilis.

3. Monolog 10 Menit dengan 70 Versi

Iñárritu menyebut monolog 10 menit milik Cruise sebagai tulang punggung film ini. Menurutnya, ada sekitar 70 versi monolog tersebut selama naskahnya ditulis dalam kurun sembilan tahun.

4. Prostetik Enam Jam Dipangkas Jadi di Bawah Satu Jam

Proses pemasangan prostetik untuk mengubah Cruise menjadi Digger awalnya memakan enam jam. Cruise menolak, lalu mengukur waktu pemasangan tiap bagian dengan stopwatch dan papan tulis hingga prosesnya bisa dipangkas menjadi kurang dari satu jam.

5. Direkam dengan Kamera VistaVision

Syuting berlangsung di Pinewood Studios, Inggris, sejak 7 November 2024 dengan nama samaran Judy. Sinematografer peraih Oscar Emmanuel Lubezki merekamnya dengan film 35 mm dalam format VistaVision.

6. Trailer yang Sengaja Menyesatkan

Materi promosinya sengaja tidak membuka arah cerita yang sebenarnya, karena film ini menyimpan kejutan besar sejak babak awal. “Saya ingin memastikan penonton terkejut saat menonton filmnya,” kata Iñárritu soal strategi tersebut.

Baca Juga