Volix
ExclusiveFoodbutter baby pim 2butter babybutterlandiashane lewisdessert jakartawhimsy maxxing

Butter Baby PIM 2 Kembali sebagai Toko Penuh, Lengkap dengan Konsep Whimsy Maxxing

Iqbal Baskari·
Butter Baby PIM 2 Kembali sebagai Toko Penuh, Lengkap dengan Konsep Whimsy Maxxing
Via VOLIX

Butter Baby kembali ke Pondok Indah Mall 2, dan statusnya naik level. Toko yang beroperasi di North Skywalk Lantai 2 ini sebelumnya hadir dalam bentuk kios, sementara versi terbarunya berdiri sebagai toko penuh dengan ruang untuk dine in.

Pembukaan kembali tersebut diumumkan pada 25 September 2026, dan paketnya tidak berhenti di menu. Ada dua promo pembukaan, satu menu yang jadi sorotan, serta aktivitas bernama Whimsy Maxxing yang mengajak pengunjung menghias sendiri kemasan yang mereka bawa pulang.

Berikut serba serbi seputar kehadiran Butter Baby PIM 2 sekarang:

Dari Kios Jadi Toko dengan Ruang Duduk

Via VOLIX

Perubahan format ini yang paling terasa di Butter Baby PIM 2. Dengan status toko, kunjungan tidak lagi sebatas membeli lalu pergi, karena tersedia tempat untuk duduk dan menghabiskan dessert di lokasi.

Menurut keterangan resminya, tokonya dirancang sebagai tempat singgah untuk menikmati dessert, bertemu teman, dan menemukan apa yang mereka sebut kejutan-kejutan kecil dari dunia Butterlandia, semesta fiksi yang menjadi fondasi seluruh brand ini.

Mango Sticky Rice dan Dua Promo Pembukaan

Via VOLIX

Menu yang paling disorot di Butter Baby PIM 2 adalah Mango Sticky Rice. Bentuknya donut lembut dengan isian krim mangga, dilapisi mango glaze, lalu dilengkapi taburan kelapa kering, sticky rice, dan potongan mangga segar.

Di sisi promo, ada dua yang berjalan. Pertama, Buy 3 Get 1 Free BBG. Kedua, pembelian enam item memberi satu Yellow Keychain sekaligus kesempatan memenangkan Jaehyun Bag Charm.

Whimsy Maxxing, Ajakan Menghias Box Sendiri

Via Butter Baby

Bagian ini yang membedakan pembukaan kembali tersebut dari sekadar peluncuran menu. Whimsy Maxxing adalah aktivitas di mana pengunjung menghias box Butter Baby yang memang dirancang untuk dipakai berulang, lalu mengisinya dengan donut pilihan sendiri.

Perlengkapannya berupa stiker, hiasan kecil, dan elemen visual khas brand tersebut. Idenya sederhana, yaitu membuat kemasan tidak berhenti sebagai kemasan, melainkan menjadi barang yang bisa disimpan dan dipakai lagi setelah donutnya habis.

Yang Dikatakan Manajemen

“Bagi kami, Butter Baby selalu tentang menciptakan rasa senang yang bisa hadir dalam momen sehari-hari,” ujar Karen Tjahja, Head of Marketing and Business Development Butter Baby. “Dengan kembali hadir di PIM 2, kami ingin menghadirkan ruang yang terasa ringan, playful, dan dekat dengan komunitas kami, tempat orang bisa menikmati dessert, bertemu teman, dan membawa pulang sedikit kebahagiaan.”

Soal aktivitasnya, Karen menambahkan bahwa harapannya pengalaman di Butter Baby tidak berhenti saat pengunjung meninggalkan toko. “Lewat Whimsy Maxxing, kami ingin mengajak pengunjung untuk bermain dan menambahkan sentuhan personal pada hal-hal kecil yang mereka bawa pulang,” katanya.

Via IG/karentjahja
Via VOLIX

CEO Butter Baby, Shane Lewis, bersyukur atas kenaikan level ini dan berharap para pengunjung dapat bisa menjadi lebih dekat dengan dunia Butter Baby lewat inovasi mereka ini.

"Saya begitu antusias melihat perkembangan toko ini karena lokasinya yang high traffic dan juga desainnya. Harapan saya ini bisa terus bertahan hingga 5-10 tahun, ini hadir sebagai model dari rencana ekspansi kami di seluruh Indonesia. Kami punya toko utama di Blok M, patung di bandara (Soekarno-Hatta), jadi toko kecil ini akan mempertahankan secuil pengalaman tersebut. Semoga semua orang bisa menikmati Butter Baby di sini," jelas Lewis saat ditemui di acara pembukaan toko.

Konteks: IP Jakarta yang Sudah Sampai Melrose Avenue

Pembukaan kembali satu toko terasa kecil sampai konteksnya dibuka. Butter Baby memposisikan diri sebagai IP global yang lahir di Jakarta, sebuah dessert universe berbasis karakter yang dibangun di atas tiga pilar, yaitu kekayaan intelektual, merchandise, dan model toko yang bisa direplikasi.

Rekam jejaknya mendukung posisi itu. Kampanye untuk pop-up mereka di Los Angeles masuk sebagai nominee dan honoree di Webby Awards ke-30, dengan catatan 116 juta penayangan, lebih dari 615 unggahan, dan tingkat keterlibatan 5,5 persen. Angka itu menempatkannya di 11 persen teratas dari lebih dari 13,000 entri global.

Lima Lokasi, dan Bangkok Tahun Depan

Di dalam negeri, jaringannya sudah mencapai lima lokasi. Yang paling mencolok ada di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, berupa instalasi krom setinggi delapan meter dengan bobot tujuh ton yang dipasang di area keberangkatan.

Shane Lewis sebelumnya menyebut Indonesia sebagai negara yang paling membekas sepanjang kariernya. “Lebih dari dua puluh tahun saya memasak di dapur-dapur di lima benua. Tidak ada negara yang menghentikan saya dan meninggalkan kesan sedalam Indonesia, mulai dari budaya, rasa, kreativitas, sampai orang-orangnya,” katanya saat peresmian gerai bandara tersebut. Langkah berikutnya keluar dari Indonesia, dengan Bangkok sebagai target pada 2027.

Baca Juga