Bisa Terjemahkan Obrolan dan Rekam Video 3K, Ray-Ban Meta Resmi Dijual di Indonesia

Kacamata pintar Ray-Ban Meta akhirnya resmi hadir di Indonesia. EssilorLuxottica dan Meta mengumumkannya di Jakarta pada Selasa, 3 November 2026, dan penjualannya dimulai pada 11 November melalui dealer resmi Ray-Ban dan Oakley.
Dengan harga awal Rp8,999,000, kacamata ini bisa memotret, merekam video, memutar musik, menerjemahkan percakapan, dan menjawab pertanyaan lewat Meta AI tanpa perlu mengeluarkan ponsel. Oakley Meta ikut masuk dalam peluncuran yang sama.
Namun, kamera di kacamata juga membawa pertanyaan soal privasi, terutama setelah kasus perekaman diam-diam sempat ramai di Indonesia.
Berikut harga, fitur, dan aturan yang perlu diketahui:
Daftar Harga Kacamata AI Meta di Indonesia
Harga berikut merupakan harga awal untuk tiap lini:
● Oakley Meta HSTN: Rp8,799,000
● Ray-Ban Meta (Gen 3): Rp8,999,000
● Ray-Ban Meta Optics (Gen 2): Rp9,399,000
● Oakley Meta Vanguard: Rp10,999,000
Indonesia termasuk dalam daftar pasar baru yang diumumkan Meta saat memperkenalkan Ray-Ban Meta (Gen 3) pada September lalu, bersama Thailand, Malaysia, dan Filipina.
Apa Saja Kemampuan Ray-Ban Meta (Gen 3)?

Generasi terbaru ini memakai kamera 12 MP dengan perekaman video 3K Ultra HD. Baterainya diklaim tahan hingga sembilan jam, satu jam lebih lama dibanding generasi sebelumnya. Meta juga menambahkan enam mikrofon yang mampu meredam lebih dari 90 persen suara latar, serta tombol aksi yang bisa diatur untuk langsung memanggil Meta AI.
Lewat Meta AI, pengguna dapat bertanya tentang hal yang sedang dilihat, menerjemahkan percakapan secara langsung, mengirim pesan, dan melakukan panggilan telepon. Musik dan podcast diputar lewat speaker open-ear, sehingga telinga tidak perlu tertutup.
Dari sisi desain, tersedia 27 kombinasi warna dan lensa dalam tiga model, yaitu Wayfarer, Aviator, dan Zena yang berbentuk cat-eye.
Ada Pilihan untuk Pengguna Kacamata Minus dan Atlet


Ray-Ban Meta Optics (Gen 2) ditujukan bagi pengguna lensa resep, dengan model Blayzer Optics dan Scriber Optics. Pilihan lensanya mencakup Transitions, Polarized, dan Blue Light Filter.
Untuk kebutuhan olahraga, Oakley Meta HSTN hadir dengan kamera 3K dan ketahanan air IPX4. Sementara itu, Oakley Meta Vanguard menawarkan kamera ultra-wide 12 MP dengan sudut pandang 122 derajat, sertifikasi IP67, serta integrasi dengan Strava dan Garmin untuk memantau performa secara langsung. Desainnya juga dibuat agar nyaman dipakai bersama helm sepeda.
“Kami sangat antusias untuk memperluas kategori kacamata AI di Indonesia,” kata Presiden Direktur EssilorLuxottica Indonesia, Dailami Aziz.
Sementara itu, Managing Director Meta Indonesia, Pieter Lydian, menyebut perusahaannya tengah mengembangkan kecerdasan buatan untuk semua orang. “Kami membangun superintelligence yang personal untuk siapa saja,” ujarnya.
Aturan Soal Perekaman Diam-diam
Kamera yang menyatu dengan kacamata sempat memicu perdebatan di Indonesia. Awal Agustus, ramai kasus seorang pria yang merekam usher di pameran GIIAS 2026 dengan kacamata pintar tanpa izin, lalu mengunggahnya sebagai konten.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa merekam orang tanpa persetujuan tidak dapat dibenarkan, sekalipun dilakukan di ruang publik.
“Pada prinsipnya adalah kita perlu sekali mengingatkan bahwa ini pelanggaran terhadap Undang-Undang PDP,” katanya.
Di sisi lain, Meta melarang pengguna merekam orang lain secara diam-diam. Setiap kacamata memiliki lampu LED yang berkedip saat foto atau video diambil, dan lampu itu tidak bisa dimatikan. Kamera juga otomatis nonaktif jika lampu tersebut ditutupi, dimodifikasi, atau dirusak. Jadi, sebelum menekan tombol rekam, sebaiknya pastikan orang di sekitar sudah memberi izin.





